27.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Dukung Nakes yang Sedang ‘Berperang’ Lawan Covid-19, Ketua DPRD Sulut Bilang Begini

MANADOPOST.ID—Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Silangen SpB KBD menaruh perhatian pada tenaga kesehatan (nakes) yang sedang berperang melawan Covid-19. Pada wartawan, Senin (9/8), Silangen mengatakan, DPRD sangat menghargai kerja-kerja nakes yang sedang bekerja di tengah situasi sulit seperti saat ini.

“Orang yang bekerja dalam keadaan tertekan beda dengan situasi normal. Apalagi cukup banyak yang terpapar dan menyebabkan fatal. Orang kalau suasana hatinya tidak damai sejahtera, bekerja bisa saja hilang konsentrasi,” kata Silangen.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, dari pengalamannya, rumah sakit pendidikan sangat ketat. “Ketat sekali. Kita paling takut orang meninggal. Karena kalau meninggal ada namanya forum death case. Jadi akan diuraikan kronologis meninggal. Di benak kita yang ikut pendidikan paling takut pasien meninggal, jadi harus kontrol betul,” tukasnya.

Dia melanjutkan, pengalaman kalau ada yang meninggal, dokter bisa grounded enam bulan sampai satu tahun. “Sehingga kalau masuk rumah sakit pendidikan ketat sekali. Mulai dari koas, residen harus pertanggungjawabkan kronologis. Itu pasti ditelusuri semuanya,” urainya. Beberapa hari ke depan, lanjut Silangen, DPRD akan memperjelas kasus yang ramai di publik ini. “Kita akan perjelas untuk konfirmasi,” tambahnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Mengenai rumah sakit yang dinilai meng-covid-kan pasien, Silangen mengatakan, tak ada rumah sakit yang seperti itu. “Semua di rumah sakit ada protopnya. Ada SOP. Anak saya saja koas tidak menangani kasus pasien terpapar Covid-19. Jadi sangat ketat pasien untuk ditetapkan Covid,” tandas Silangen.(gel)

MANADOPOST.ID—Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Silangen SpB KBD menaruh perhatian pada tenaga kesehatan (nakes) yang sedang berperang melawan Covid-19. Pada wartawan, Senin (9/8), Silangen mengatakan, DPRD sangat menghargai kerja-kerja nakes yang sedang bekerja di tengah situasi sulit seperti saat ini.

“Orang yang bekerja dalam keadaan tertekan beda dengan situasi normal. Apalagi cukup banyak yang terpapar dan menyebabkan fatal. Orang kalau suasana hatinya tidak damai sejahtera, bekerja bisa saja hilang konsentrasi,” kata Silangen.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, dari pengalamannya, rumah sakit pendidikan sangat ketat. “Ketat sekali. Kita paling takut orang meninggal. Karena kalau meninggal ada namanya forum death case. Jadi akan diuraikan kronologis meninggal. Di benak kita yang ikut pendidikan paling takut pasien meninggal, jadi harus kontrol betul,” tukasnya.

Dia melanjutkan, pengalaman kalau ada yang meninggal, dokter bisa grounded enam bulan sampai satu tahun. “Sehingga kalau masuk rumah sakit pendidikan ketat sekali. Mulai dari koas, residen harus pertanggungjawabkan kronologis. Itu pasti ditelusuri semuanya,” urainya. Beberapa hari ke depan, lanjut Silangen, DPRD akan memperjelas kasus yang ramai di publik ini. “Kita akan perjelas untuk konfirmasi,” tambahnya.

Mengenai rumah sakit yang dinilai meng-covid-kan pasien, Silangen mengatakan, tak ada rumah sakit yang seperti itu. “Semua di rumah sakit ada protopnya. Ada SOP. Anak saya saja koas tidak menangani kasus pasien terpapar Covid-19. Jadi sangat ketat pasien untuk ditetapkan Covid,” tandas Silangen.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/