28 C
Manado
Rabu, 2 Desember 2020

Melihat Aktivitas Wakil Ketua KPK RI di Sulut

MANADOPOST.ID–Pekan lalu, wakil ketua KPK Nawawi Ponolango melakukan kunjungan di Sulut. Selain melaksanakan agenda tugas terkait pemberantasan dan pencegahan korupsi. Pria asal Bolmut ini, sempat melaksanakan aktivitas pribadi. Beberapa tempat dikunjungi sekadar bernostalgia masa mudanya.

UNSRAT, Kampung Kodo dan Grha Pena Manado Post menjadi tempat beraktivitasnya berakhir pekan lalu. Semuanya memunculkan kenangan dan menyisakan kejadian lucu nan menarik.

Halnya ketika bersua dengan pimpinan Manado Post. Terulas kenangannya ketika masih menjadi hakim PN Tondano. “Saya pernah hakim di PN Tondano. Tinggalnya di Sasaran di rumah dinas. Dari tahun 1996 sampai 1999 saya disana. Cukup lama. Dan kebetulan menjabat humas di PN,” kenangnya disela kunjungan.

Bahkan dirinya mengaku, sempat menunda keberangkatan kembali ke Jakarta, hanya untuk mengunjungi Manado Post dan tempat kenangan lainnya. “Yang teman-teman lain sudah take off. Tapi saya ingin datang ke Manado Post. Bertemu dengan teman-teman,” tegasnya yang disambut senyum hangat semua orang yang berada di lantai 5 Grha Pena Manado Post.

Menurut Nawawi, Manado Post adalah cikal bakal dirinya belajar menulis. “Manado Post lekat dibenak. Saya ingin bersapa dengan taman-teman di Manado Post. Sekira 1996 saya belajar menulis di kolom opini Manado Post,” kenangnya sembari mengatakan kala itu dirinya menjabat sebagai humas PN Tondano.

Bahkan menurutnya dengan nada bangga, tulisannya dua minggu sekali diterbitkan. “Saya belajar menulis di kolom Manado Post. Di terbitan 1996 sampai 1999, dalam dua minggu pasti ada tulisan. 1998 saya di Tondano, pas waktu reformasi,” tegasnya. “Barangkali kita tidak punya orang seperti Benny Ramdhani kalau tidak dibesarkan oleh media seperti Manado Post ini. Mereka bisa besar karena dibesarkan oleh pers,” tambahnya.

Tak hanya itu, pagi harinya, Nawawi yang lulusan Unsrat mengaku telah datang ke kampus Tumou Tou. Dirinya yang ingin sekedar jalan-jalan pagi, sekaligus mengenang masa sebagai Gorela. Pasalnya Nawawi memperoleh gelar sarjana Hukum di FH Unsrat. Namun ada cerita lucu tersirat.

Dia yang datang pagi hari secara ‘diam-diam’ sempat tersesat. Sebab sudah sekian tahun tidak menginjakkan kaki di kampus yang mengajarkan nilai dasar kepadanya. Bahkan karena itulah, jadwal yang semestinya datang ke Manado Post sempat bergeser. Dari yang dijadwalkan pukul 10.00, menjadi sekira pukul 11.00.

Belum selesai nostalgia sampai di situ. Ketika pertemuan telah selesai, celotehan juga terucap dari Nawawi. Sewaktu akan menaiki mobilnya yang telah siap di depan lobi, dia mengaku akan lanjut dengan agenda makan siang. Tapi bukan ke tempat yang biasa, namun hal yang terduga disampaikan.

“Mau ke kampung Kodo. Makan nasi kuning untuk bernostalgia,” singkatnya dengan tawa. Diketahui, dirinya juga sempat berkunjung ke Bolmut sebelum kembali ke Jakarta dengan rutinitas sebagai Wakil Ketua KPK RI.(***)

-

Artikel Terbaru

Bertemu VAP, Ini Harapan Warga Sangihe untuk Sulut Kedepan

Raut bahagia terpancar dari wajah warga Sangihe ketika bertemu pemimpin idola mereka, Calon Gubernur Sulut Dr Vonnie Anneke Panambunan STh (VAP), Rabu (2/12).

Prof JPAR, Dari Enci Sekolah Minggu, Kini Bertarung untuk Manado Lebih Sejahtera

Menyandang predikat sebagai `Guru Besar` bahkan pernah dipercayakan sebagai rektor di Universitas Negeri Manado (Unima) bukanlah merupakan jabatan puncak bagi seorang yang bernama Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS ( JPAR).

Esok, Dana Lansia Tahap Akhir Disalurkan

Pembahasan Ranperda APBD Kota Manado tahun 2021 sempat tersendat akibat manuver dua fraksi di DPRD yang ngotot tidak melanjutkan pembahasan. Meski begitu, niat tulus Wali Kota Manado Dr GS Vicky Lumentut untuk merealisasikan pembayaran dana lansia tahap akhir di tahun 2020, akan dilaksanakan mulai 3 Desember esok.

Nasib Penyandang P3K Masih `Digantung`

MANADOPOST.ID—Nasib 39 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), sampai saat ini tidak jelas.

10 Tahun Pimpin Manado, GSVL Tergolong Wali Kota Termiskin

Siapapun tidak pernah membayangkan jika selama memimpin Kota Manado hampir 10 tahun, Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK oleh Juleyta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) yang terdaftar sebagai calon Wali Kota Manado hanya sebesar Rp 4,5 miliar.