32.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Sadis! Tentara Bakar 11 Penduduk Desa Ini Hidup-hidup, Sebagian Korban Masih Remaja

MANADOPOST.ID – Sadis! Tentara pemerintah Myanmar menyerbu sebuah desa di sebelah barat laut. Mereka mengepung penduduk, mengikat tangan mereka lalu membakar hidup-hidup. Aksi tersebut sebagai balasan atas serangan terhadap konvoi militer. Demikian dilaporkan sejumlah saksi.

Dilansir dari Merdeka yang mengutip laman Al Arabiya melaporkan, Kamis (9/12), sebuah video setelah insiden mengerikan itu memperlihatkan jasad dari 11 korban, diyakini masih remaja, bergelimpangan di tengah reruntuhan puing sebuah gubuk di Desa Done Taw, wilayah Sagaing.

Video itu sontak menuai kemarahan setelah beredar di media sosial. Insiden itu adalah gambaran betapa brutalnya serangan tentara Myanmar dalam meredam perlawanan rakyat yang anti-junta setelah militer mengkudeta pemerintahan sipil pada 1 Februari lalu.

Human Rights Watch hari ini menyerukan agar komunitas internasional memastikan para pejabat militer yang memberikan perintah penyerangan itu masuk dalam daftar sanksi dan lebih jauh lagi menghentikan aliran dana dari mana pun untuk militer Myanmar.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kontak kami mengatakan mereka hanya anak laki-laki dan remaja penduduk desa yang terjebak di tempat dan waktu yang salah,” kata juru bicara HRW, Manny Maung.

Dia menuturkan, kejadian semacam ini sudah sering terjadi tapi kali ini yang tertangkap kamera.

“Insiden ini cukup sering terjadi dan dilakukan di lokasi yang mudah terlihat warga untuk menakuti mereka,” kata dia.

MANADOPOST.ID – Sadis! Tentara pemerintah Myanmar menyerbu sebuah desa di sebelah barat laut. Mereka mengepung penduduk, mengikat tangan mereka lalu membakar hidup-hidup. Aksi tersebut sebagai balasan atas serangan terhadap konvoi militer. Demikian dilaporkan sejumlah saksi.

Dilansir dari Merdeka yang mengutip laman Al Arabiya melaporkan, Kamis (9/12), sebuah video setelah insiden mengerikan itu memperlihatkan jasad dari 11 korban, diyakini masih remaja, bergelimpangan di tengah reruntuhan puing sebuah gubuk di Desa Done Taw, wilayah Sagaing.

Video itu sontak menuai kemarahan setelah beredar di media sosial. Insiden itu adalah gambaran betapa brutalnya serangan tentara Myanmar dalam meredam perlawanan rakyat yang anti-junta setelah militer mengkudeta pemerintahan sipil pada 1 Februari lalu.

Human Rights Watch hari ini menyerukan agar komunitas internasional memastikan para pejabat militer yang memberikan perintah penyerangan itu masuk dalam daftar sanksi dan lebih jauh lagi menghentikan aliran dana dari mana pun untuk militer Myanmar.

“Kontak kami mengatakan mereka hanya anak laki-laki dan remaja penduduk desa yang terjebak di tempat dan waktu yang salah,” kata juru bicara HRW, Manny Maung.

Dia menuturkan, kejadian semacam ini sudah sering terjadi tapi kali ini yang tertangkap kamera.

“Insiden ini cukup sering terjadi dan dilakukan di lokasi yang mudah terlihat warga untuk menakuti mereka,” kata dia.

Most Read

Artikel Terbaru

/