alexametrics
27.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ibunda Ungkap Detik-detik Dapat Kabar Kepergian Grace Karundeng dari Sang Kakak

MANADOPOST.ID–Kepergian Grace Karundeng, Mahasiswi yang ditemukan meninggal di Kanada membuat membuat keluarganya terpukul.

Ibunda almarhum Teresita Karundeng-Sanchez mengatakan Grace tinggal bersama kakaknya yang juga menimba ilmu di sana. Tetapi juga nyambi dengan bekerja paruh waktu.

Menurutnya, kakak beradik itu masih sempat bertemu saat Christine pulang kerja. Tapi, saat bangun dari tidurnya, tak lagi menemukan sang adik.

Christine sontak menelpon Sang Ayah Audy Karundeng. Tak kuasa menahan tangis. Suaranya terbata.

“Dia (Christine, red) hanya bilang daddy, ade. Daddy, ade. Hingga kami mengerti maksudnya adiknya sudah meninggal,” terang Tessie yang sehari-harinya bertugas sebagai Head Admission di Manado Independent School (MIS) itu.

Kabar kematian Grace disampaikan Christine kepada orang tuanya sekira pukul 3 atau 4 pagi. Namun, belum banyak informasi diterima. Karena memang Christine tidak diberikan banyak akses oleh penyidik setempat.

Menurut Tessie, hingga kemarin pagi, putri pertamanya itu masih syok. Tetapi bersama suaminya, mereka berusaha memberikan penguatan. Pasalnya, Christine meminta untuk pulang mengantarkan jenazah adiknya pulang ke kampung halaman.

Soal penyebab meninggalnya sang putri, dia mengaku belum tahu. Namun pihaknya terus berkonsultasi dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Kanada untuk kepulangan jenazah. “Waktu pengurusan berkas memakan waktu 3 hingga 7 hari. Kemungkinan jenazahnya tiba di sini hari kesepuluh,” katanya.(Jendri)

MANADOPOST.ID–Kepergian Grace Karundeng, Mahasiswi yang ditemukan meninggal di Kanada membuat membuat keluarganya terpukul.

Ibunda almarhum Teresita Karundeng-Sanchez mengatakan Grace tinggal bersama kakaknya yang juga menimba ilmu di sana. Tetapi juga nyambi dengan bekerja paruh waktu.

Menurutnya, kakak beradik itu masih sempat bertemu saat Christine pulang kerja. Tapi, saat bangun dari tidurnya, tak lagi menemukan sang adik.

Christine sontak menelpon Sang Ayah Audy Karundeng. Tak kuasa menahan tangis. Suaranya terbata.

“Dia (Christine, red) hanya bilang daddy, ade. Daddy, ade. Hingga kami mengerti maksudnya adiknya sudah meninggal,” terang Tessie yang sehari-harinya bertugas sebagai Head Admission di Manado Independent School (MIS) itu.

Kabar kematian Grace disampaikan Christine kepada orang tuanya sekira pukul 3 atau 4 pagi. Namun, belum banyak informasi diterima. Karena memang Christine tidak diberikan banyak akses oleh penyidik setempat.

Menurut Tessie, hingga kemarin pagi, putri pertamanya itu masih syok. Tetapi bersama suaminya, mereka berusaha memberikan penguatan. Pasalnya, Christine meminta untuk pulang mengantarkan jenazah adiknya pulang ke kampung halaman.

Soal penyebab meninggalnya sang putri, dia mengaku belum tahu. Namun pihaknya terus berkonsultasi dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Kanada untuk kepulangan jenazah. “Waktu pengurusan berkas memakan waktu 3 hingga 7 hari. Kemungkinan jenazahnya tiba di sini hari kesepuluh,” katanya.(Jendri)

Most Read

Artikel Terbaru

/