29.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

PD Versi Moeldoko Ingin MDB Ketua PD Sulut

MANADOPOST.ID—Polemik dualisme Partai Demokrat (PD) terus berlanjut. Teranyar, kubu PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) siap menerima kembali kader partai yang membangkang.

Hal ini disampaikan Ketua DPD I Partai Demokrat versi AHY, Mor Bastiaan. “Yang mengikuti kegiatan di sana telah dijanjikan macam-macam. Banyak diantaranya yang telah memberikan pengakuan di DPP, pintu maaf dibuka oleh ketua umum,” tukas Mor, didampingi Sekretaris DPD PD Billy Lombok.

Pimpinan DPD PD Sulut ini kemudian menjelaskan seluruh data, rekaman baik pengakuan serta telepon telah berada di tangan DPP. “Cara dan upaya penawaran, semuanya ada, struktur yang sudah lama terganti, bahkan mengajak person yang bukan pemilik suara sah kemudian disangkal setelah mereka yang ikut akhirnya balik, padahal semua sudah terang benderang,” ujar Mor, melalui rilis resminya.

Ditambahkan politikus yang akrab disapa MDB ini, semakin banyak statement dari oknum pengajak justru lebih banyak membuka tabir sebenarnya. “Akan semakin banyak dusta untuk menutupi dusta yang lain,” tutup Wakil Wali Kota Manado ini.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Di sisi lain, kader PD yang ikut KLB di Deli Serdang, Vecky Gandey, ikut angkat bicara. Pada Manado Post Gandey mengatakan, Musdalub PD Sulut akan digelar. “Setelah selesai tahap verifikasi di Kemenkum HAM,” kata Gandey, tadi malam. Lalu siapa kira-kira yang akan pimpin PD Sulut versi Moeldoko? Gandey menyebut nama MDB. “Prioritas MDB,” singkatnya.

Kemudian mengenai sejumlah pernyataan mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Kotamobagu Gerald Piter Runtuthomas, dibantah Gandey. “Pernyataan saudara Gerald ini membuktikan peserta KLB ini bukanlah peserta abal-abal seperti yang disampaikan. Yang hadir adalah pengurus resmi dalam SK DPP PD. Gerald ini berstatus sebagai wakil ketua,” tukasnya.

Dia menguraikan, Pembicaraan awal debgan Gerald adalah perjuangan untuk membuat Demokrat menjadi lebih baik, menguban Demokrat dari partai dinasti menjadi partai yang berlandaskan aturan.

“Saya tidak pernah menjanjikan uang 100 juta kepada Gerald. Malah saudara Gerald yang meminta kepada saya uang 2,5 juta, sebelum akan pergi ke kongres. Ada buktinya dalam chat WA,” tukasnyq.

Menurutnya pemberian uang Rp 5 juta kemudian ditambah Rp 5 juta itu diserahkan setelah selesai acara KLB adalah hal wajar. “Sama seperti kongres Demokrat 15 Maret 2020 pada saat AHY terpilih, ada pembagian uang transportasi yang diserahkan setelah selesai. Bahkan nilainya lebih besar dari KLB saat ini,” kuncinya.(gel)

MANADOPOST.ID—Polemik dualisme Partai Demokrat (PD) terus berlanjut. Teranyar, kubu PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) siap menerima kembali kader partai yang membangkang.

Hal ini disampaikan Ketua DPD I Partai Demokrat versi AHY, Mor Bastiaan. “Yang mengikuti kegiatan di sana telah dijanjikan macam-macam. Banyak diantaranya yang telah memberikan pengakuan di DPP, pintu maaf dibuka oleh ketua umum,” tukas Mor, didampingi Sekretaris DPD PD Billy Lombok.

Pimpinan DPD PD Sulut ini kemudian menjelaskan seluruh data, rekaman baik pengakuan serta telepon telah berada di tangan DPP. “Cara dan upaya penawaran, semuanya ada, struktur yang sudah lama terganti, bahkan mengajak person yang bukan pemilik suara sah kemudian disangkal setelah mereka yang ikut akhirnya balik, padahal semua sudah terang benderang,” ujar Mor, melalui rilis resminya.

Ditambahkan politikus yang akrab disapa MDB ini, semakin banyak statement dari oknum pengajak justru lebih banyak membuka tabir sebenarnya. “Akan semakin banyak dusta untuk menutupi dusta yang lain,” tutup Wakil Wali Kota Manado ini.

Di sisi lain, kader PD yang ikut KLB di Deli Serdang, Vecky Gandey, ikut angkat bicara. Pada Manado Post Gandey mengatakan, Musdalub PD Sulut akan digelar. “Setelah selesai tahap verifikasi di Kemenkum HAM,” kata Gandey, tadi malam. Lalu siapa kira-kira yang akan pimpin PD Sulut versi Moeldoko? Gandey menyebut nama MDB. “Prioritas MDB,” singkatnya.

Kemudian mengenai sejumlah pernyataan mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Kotamobagu Gerald Piter Runtuthomas, dibantah Gandey. “Pernyataan saudara Gerald ini membuktikan peserta KLB ini bukanlah peserta abal-abal seperti yang disampaikan. Yang hadir adalah pengurus resmi dalam SK DPP PD. Gerald ini berstatus sebagai wakil ketua,” tukasnya.

Dia menguraikan, Pembicaraan awal debgan Gerald adalah perjuangan untuk membuat Demokrat menjadi lebih baik, menguban Demokrat dari partai dinasti menjadi partai yang berlandaskan aturan.

“Saya tidak pernah menjanjikan uang 100 juta kepada Gerald. Malah saudara Gerald yang meminta kepada saya uang 2,5 juta, sebelum akan pergi ke kongres. Ada buktinya dalam chat WA,” tukasnyq.

Menurutnya pemberian uang Rp 5 juta kemudian ditambah Rp 5 juta itu diserahkan setelah selesai acara KLB adalah hal wajar. “Sama seperti kongres Demokrat 15 Maret 2020 pada saat AHY terpilih, ada pembagian uang transportasi yang diserahkan setelah selesai. Bahkan nilainya lebih besar dari KLB saat ini,” kuncinya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/