27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Astaga! Selama Ramadan, BBPOM Temukan Ribuan Produk Pangan Ilegal

MANADOPOST.ID— Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado menemukan berbagai jenis pangan ilegal beredar selama Ramadan tahun ini.

Plt Kepala Balai Besar POM di Manado Agung Kurniawan ST membeber, pihaknya menemukan ada 3.252 kemasan produk tidak memenuhi ketentuan (TMK), sebanyak 2.666 kemasan kedaluarsa, 589 kemasan produk rusak yang sudah legal, dan tanpa ijin edar (TIE) ada tiga kemasan. Sedangkan untuk nilai ekonomisnya sebesar Rp 21.149.150.

Ia menuturkan, pihaknya bertanggung jawab terhadap keamanan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Pengawasan keamanan produk makanan selama Ramadan atau intensifikasi lanjutnya, dilaksanakan karena ada kebutuhan pangan yang cenderung meningkat.

“Jadi tentunya volume frekuensi itu dibandingkan dengan hari-hari biasanya terjadi lonjakan. Intensifikasi kita fokuskan pada produk-produk yang tentunya TMK dalam pemenuhan keamanan mutu dan gizi dari produk, makanan olahan yang terkemas TIE, kedaluarsa, dan kemasan produk rusak. Targetnya pada pelaku usaha yang pertama pelaku usaha produsen, distribusi, dan pengawasan jajanan buka puasa (takjil). Untuk takjil kita membeli sampling dan diuji cepat di mobil laboratorium keliling kami. Pengawasan ini tidak bisa dilakukan menyeluruh jadi kita random sampling secara acak dan ada pertimbangannya,” terangnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjut Kurniawan, sedangkan untuk jumlah penjual takjil yang diperiksa sebanyak 126 dan 217 sampel takjil yang diuji. “Alhamdulillah puji syukur dari pelaksanaan pengambilan sampling yang diuji kita tidak menemukan pangan yang terkontaminasi mengandung bahan berbahaya formalin, rhodamine B dan boraks. Jadi ini peningkatan yang positif dibanding tahun-tahun sebelumnya di wilayah Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, tindak lanjut dari hasil temuan tersebut ada 2.582 kemasan yang dimusnahkan oleh pemilik barang dan 670 kemasan dikembalikan ke penyalur dimana ini berkaitan dengan kerjasama kedua belah pihak.

Pihaknya mengimbau kepada produsen atau distributor agar tetap selalu atau meningkatkan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Kemudian distribusi dan ritel khususnya distributor atau pelaku ritel agar menjamin atau mengendalikan produk-produk yang tanpa ijin, kadaluarsa, rusak dan TMK.

“Untuk konsumen kami selalu mendorong agar menjadi konsumen yang cerdas dalam membeli atau mengkonsumsi pangan yang aman melalui cek KLIK yaitu cek kemasan, label, ijin dan kadaluarsa.Ini adalah salah satu cara menurut kami untuk konsumen sama-sama melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar untuk dikonsumsi secara aman,” tandasnya.(lina)

MANADOPOST.ID— Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado menemukan berbagai jenis pangan ilegal beredar selama Ramadan tahun ini.

Plt Kepala Balai Besar POM di Manado Agung Kurniawan ST membeber, pihaknya menemukan ada 3.252 kemasan produk tidak memenuhi ketentuan (TMK), sebanyak 2.666 kemasan kedaluarsa, 589 kemasan produk rusak yang sudah legal, dan tanpa ijin edar (TIE) ada tiga kemasan. Sedangkan untuk nilai ekonomisnya sebesar Rp 21.149.150.

Ia menuturkan, pihaknya bertanggung jawab terhadap keamanan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Pengawasan keamanan produk makanan selama Ramadan atau intensifikasi lanjutnya, dilaksanakan karena ada kebutuhan pangan yang cenderung meningkat.

“Jadi tentunya volume frekuensi itu dibandingkan dengan hari-hari biasanya terjadi lonjakan. Intensifikasi kita fokuskan pada produk-produk yang tentunya TMK dalam pemenuhan keamanan mutu dan gizi dari produk, makanan olahan yang terkemas TIE, kedaluarsa, dan kemasan produk rusak. Targetnya pada pelaku usaha yang pertama pelaku usaha produsen, distribusi, dan pengawasan jajanan buka puasa (takjil). Untuk takjil kita membeli sampling dan diuji cepat di mobil laboratorium keliling kami. Pengawasan ini tidak bisa dilakukan menyeluruh jadi kita random sampling secara acak dan ada pertimbangannya,” terangnya.

Lanjut Kurniawan, sedangkan untuk jumlah penjual takjil yang diperiksa sebanyak 126 dan 217 sampel takjil yang diuji. “Alhamdulillah puji syukur dari pelaksanaan pengambilan sampling yang diuji kita tidak menemukan pangan yang terkontaminasi mengandung bahan berbahaya formalin, rhodamine B dan boraks. Jadi ini peningkatan yang positif dibanding tahun-tahun sebelumnya di wilayah Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, tindak lanjut dari hasil temuan tersebut ada 2.582 kemasan yang dimusnahkan oleh pemilik barang dan 670 kemasan dikembalikan ke penyalur dimana ini berkaitan dengan kerjasama kedua belah pihak.

Pihaknya mengimbau kepada produsen atau distributor agar tetap selalu atau meningkatkan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Kemudian distribusi dan ritel khususnya distributor atau pelaku ritel agar menjamin atau mengendalikan produk-produk yang tanpa ijin, kadaluarsa, rusak dan TMK.

“Untuk konsumen kami selalu mendorong agar menjadi konsumen yang cerdas dalam membeli atau mengkonsumsi pangan yang aman melalui cek KLIK yaitu cek kemasan, label, ijin dan kadaluarsa.Ini adalah salah satu cara menurut kami untuk konsumen sama-sama melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar untuk dikonsumsi secara aman,” tandasnya.(lina)

Most Read

Artikel Terbaru

/