24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Helmud Hontong Meninggal, Sangihe Seminggu Pasang Bendera Setengah Tiang

MANADOPOST.ID— Meninggalnya Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Helmud Hontong SE mengagetkan banyak pihak. Tak hanya Nusa Utara, seluruh masyarakat Sulawesi Utara turut berduka lantaran kehilangan sosok pemimpin merakyat itu.

Pria yang karib disapa Pa Embo itu, meninggal dunia dalam pesawat Lion Air rute Denpasar-Makassar-Manado, Rabu (9/6) sekira pukul 16.22 Wita. Informasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, lewat surat yang ditandatangani dokter pemerintah yang bertugas saat itu, dr Nurlailah, dari pemeriksaan pukul 16.22 Wita, Helmud sudah meninggal dunia.

Politisi Partai Golkar itu dinyatakan meninggal saat masih berada di pesawat. Sebelumnya dia dinyatakan henti bernafas dan berhenti jantung oleh dr Timothy, salah satu penumpang pesawat itu. Dokter tersebut pun berusaha melakukan resuitasi jantung paru dan pemberian oksigen. Sebelum dinyatakan tidak sadar, almarhum batuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidung.

Helmud berada di Bali dalam rangka tugas sebagai wakil bupati Sangihe. Dia menghadiri kegiatan Workshop Fenomena Klasik Disharmonisasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dilaksanakan di Hotel Mercure Kuta Bali, pada 6-9 Juni 2021.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Di kediaman Helmud di Tahuna, suasana duka sangat terasa. Istri Helmud, Rahel Hontong-Sasamu, tampak syok. Air matanya tak berhenti mengalir. Tadi malam, Rahel langsung menumpang kapal dan diperkirakan tiba di Manado pagi tadi (10/6).

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana juga terpantau hadir di rumah duka. Dia menuturkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kehilangan seorang teman dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Wabup meninggal tadi sore (kemarin, red) di Makassar ketika melaksanakan penerbangan dari Denpasar ke Manado dengan transit di Makassar,” jelas bupati.

Langkah yang akan dilakukan lanjut dia, selaku pemerintah, baik untuk penanganan almarhum dari Makassar sampai di Tahuna, semuanya akan dipersiapkan karena ini menjadi bagian dan tanggung jawab pemerintah daerah.

“Yang jelas kita belum punya rincian akibat almarhum meninggal penyakit apa dan kita sudah memerintahkan dalam satu minggu ini memasang bendera setengah tiang. Dan almarhum sekarang di Makassar kami usahakan lusa pagi sudah di sini,” tutupnya.

Helmud  dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan merakyat. Dia diketahui merupakan warga biasa, yang berhasil merangkak perlahan meraih kesuksesannya dan terus berbuat bagi masyarakat. Sebelum menjadi seperti saat ini, Helmut ternyata pernah bekerja sebagai tukang cukur rambut.

Dari pekerjaan itu, Helmud akhirnya meraih sukses hingga berhasil membangun usaha salonnya. Dalam menjalankan, Helmud diketahui banyak membantu masyarakat. Amal baiknya tersebut yang mengantarkan Helmud menjadi politisi, mulai dari anggota DPRD hingga menjadi wakil bupati.

Perjalanan politik Helmud berawal dari Jalan Roda, Pusat Kota 45 Kota Manado. Banyak ilmu yang diserap dari diskusi politik di Jalan Roda. Suatu saat, Helmud menjadi penata rambut istri Bu Winsulangi Salindeho. Istri Bu Winsu, lantas meminta Helmud ikut pemilihan legislatif (Pileg) DPRD Sangihe dan menang.

Selama menjadi anggota legislatif hingga wakil bupati banyak membantu rakyat berobat memakai dana pribadi. Dia menjabat sebagai Anggota DPRD Kepulauan Sangihe selama dua periode dan memperoleh suara terbanyak sejak 2009 sampai 2017.

Pada 2017, Helmud berpasangan dengan Jabes Gaghana dan berhasil memenangkan Pilkada Sangihe tahun 2017.(sriwani)

MANADOPOST.ID— Meninggalnya Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Helmud Hontong SE mengagetkan banyak pihak. Tak hanya Nusa Utara, seluruh masyarakat Sulawesi Utara turut berduka lantaran kehilangan sosok pemimpin merakyat itu.

Pria yang karib disapa Pa Embo itu, meninggal dunia dalam pesawat Lion Air rute Denpasar-Makassar-Manado, Rabu (9/6) sekira pukul 16.22 Wita. Informasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, lewat surat yang ditandatangani dokter pemerintah yang bertugas saat itu, dr Nurlailah, dari pemeriksaan pukul 16.22 Wita, Helmud sudah meninggal dunia.

Politisi Partai Golkar itu dinyatakan meninggal saat masih berada di pesawat. Sebelumnya dia dinyatakan henti bernafas dan berhenti jantung oleh dr Timothy, salah satu penumpang pesawat itu. Dokter tersebut pun berusaha melakukan resuitasi jantung paru dan pemberian oksigen. Sebelum dinyatakan tidak sadar, almarhum batuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidung.

Helmud berada di Bali dalam rangka tugas sebagai wakil bupati Sangihe. Dia menghadiri kegiatan Workshop Fenomena Klasik Disharmonisasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dilaksanakan di Hotel Mercure Kuta Bali, pada 6-9 Juni 2021.

Di kediaman Helmud di Tahuna, suasana duka sangat terasa. Istri Helmud, Rahel Hontong-Sasamu, tampak syok. Air matanya tak berhenti mengalir. Tadi malam, Rahel langsung menumpang kapal dan diperkirakan tiba di Manado pagi tadi (10/6).

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana juga terpantau hadir di rumah duka. Dia menuturkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kehilangan seorang teman dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Wabup meninggal tadi sore (kemarin, red) di Makassar ketika melaksanakan penerbangan dari Denpasar ke Manado dengan transit di Makassar,” jelas bupati.

Langkah yang akan dilakukan lanjut dia, selaku pemerintah, baik untuk penanganan almarhum dari Makassar sampai di Tahuna, semuanya akan dipersiapkan karena ini menjadi bagian dan tanggung jawab pemerintah daerah.

“Yang jelas kita belum punya rincian akibat almarhum meninggal penyakit apa dan kita sudah memerintahkan dalam satu minggu ini memasang bendera setengah tiang. Dan almarhum sekarang di Makassar kami usahakan lusa pagi sudah di sini,” tutupnya.

Helmud  dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan merakyat. Dia diketahui merupakan warga biasa, yang berhasil merangkak perlahan meraih kesuksesannya dan terus berbuat bagi masyarakat. Sebelum menjadi seperti saat ini, Helmut ternyata pernah bekerja sebagai tukang cukur rambut.

Dari pekerjaan itu, Helmud akhirnya meraih sukses hingga berhasil membangun usaha salonnya. Dalam menjalankan, Helmud diketahui banyak membantu masyarakat. Amal baiknya tersebut yang mengantarkan Helmud menjadi politisi, mulai dari anggota DPRD hingga menjadi wakil bupati.

Perjalanan politik Helmud berawal dari Jalan Roda, Pusat Kota 45 Kota Manado. Banyak ilmu yang diserap dari diskusi politik di Jalan Roda. Suatu saat, Helmud menjadi penata rambut istri Bu Winsulangi Salindeho. Istri Bu Winsu, lantas meminta Helmud ikut pemilihan legislatif (Pileg) DPRD Sangihe dan menang.

Selama menjadi anggota legislatif hingga wakil bupati banyak membantu rakyat berobat memakai dana pribadi. Dia menjabat sebagai Anggota DPRD Kepulauan Sangihe selama dua periode dan memperoleh suara terbanyak sejak 2009 sampai 2017.

Pada 2017, Helmud berpasangan dengan Jabes Gaghana dan berhasil memenangkan Pilkada Sangihe tahun 2017.(sriwani)

Most Read

Artikel Terbaru

/