27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

12 Srikandi Takluk Versi Quick Count

MANADOPOST.ID—Kontestasi Pilkada Serentak di Sulawesi Utara (Sulut) kali ini, belum berpihak bagi calon perempuan. 12 srikandi terbaik Bumi Nyiur Melambai yang turun gelanggang, tak satu pun menang versi hitung cepat hingga tadi malam.

Berdasarkan hitung cepat dua lembaga survei terakreditasi, Pasangan Calon (Paslon) Olly Dondokambey-Steven Kandouw (Olly-Steven) unggul telak atas dua kandidat lain. LSI Denny JA merilis Olly-Steven menang 57,96 persen.

Sementara dua cagub perempuan berada di bawahnya. Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Landjar (CEP-Sehan) 33,21 persen. Sedangkan Paslon Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-HR) 8,83 persen.

Tak jauh berbeda, quick count Charta Politika menempatkan Olly-Steven sebagai jawara dengan 56,38 persen. Sementara CEP-Sehan 35,47 persen dan VAP-HR 8,15 persen.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dari hasil hitung cepat LSI Denny JA, Calon Wali Kota Manado Julyeta Paula Amalia Runtuwene (JPAR) yang berpasangan dengan Calon Wakil Wali Kota Harley Ai Mangindaan tumbang.

Istri Petahana Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, kalah suara dari paslon usungan PDI Perjuangan dan Gerindra Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS).

JPAR-Ai berada di urutan kedua dengan 27,66 persen suara. Sementara AARS meraup 36,41 persen dukungan dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Manado. Srikandi Kota Tinutuan lainnya, Sonya Selviana Kembuan (SSK) bahkan berada di urutan keempat.

SSK bersama Cawawali Syarifuddin Saafa hanya meraup 13,29 persen. Masih kalah dari Paslon Mor Dominus Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) di posisi ketiga dengan 22,64 persen.

Sementara itu, di Minahasa Selatan (Minsel) Calon Bupati Michaela Elsiana Paruntu (MEP) juga diprediksi takluk. Ini berdasarkan hitung cepat Tim Pemenangan Frangky Donny Wongkar-Petra Yanny Rembang (FDW-PYR), Pasangan Calon (Paslon) yang diyakini memenangkan pertarungan di Pemilihan Bupati Minsel.

MEP yang berpasangan dengan Ventje Tuela (VT) hanya meraup 33,50 persen dukungan warga Minsel. Sedangkan FDW-PYR didukung 51,12 persen pemilih. Di posisi ketiga, Paslon Jalur Independen Royke Sondakh-Andry Harits Umboh (ROSO-HARUM) dengan 15,38 persen. Hingga dini hari tadi, rekapitulasi suara di 453 dari 513 TPS sudah masuk.

Di Tomohon, dua srikandi yang diusung mayoritas partai di Kota Bunga Jilly Gabriela Eman-Virgie Barker (JGE-VB) belum bisa berbicara banyak. Berdasarkan quick count internal Paslon Caroll Senduk-Wenny Lumentut (CS-WL),

JGE-VB hanya meraih 34,55 persen suara. Kalah dari Paslon CS-WL yang meraup 64,59 persen suara. Di posisi ketiga Paslon Robert Pelealu-Fransiscus Sello Soekirno meraup 0,86 persen suara.

Dua paslon perempuan di Minahasa Utara (Minut) juga kalah. Paslon Shintia Gelly Rumumpe-Netty Agnes Pantow (SGR-NAP) kalah dari Joune Ganda dan Kevin William Lotulung (JG-KWL) yang sementara unggul di Pilkada Minut versi quick count Charta Politika.

Terpantau JG-KWL berhasil meraih 64,17 persen, diikuti Sompie Singal-Joppi Lengkong 18,10 persen dan SGR-NAP 17,73 persen.

Paslon Maurits Mantiri-Hengky Honandar (MM-HH) dinyatakan unggul sementara hingga tadi malam. Mengacu ke hasil quick count kamar data MM-HH hingga pukul 18.53 Wita, Paslon 03 itu unggul 67 persen.

Sedangkan Paslon 01 Max Lomban-Martin Tumbelaka dengan suara 32,8 persen. Keduanya mengalahkan Srikandi Kota Cakalang Victorine Lengkong yang berpasangan dengan Gunawan Pontoh dengan suara 6.1 persen.

Di Bolaang Mongondouw Timur (Boltim), Calon Bupati Amalia Landjar berada di posisi paling buncit. Meskipun hasil quick count belum 100 persen, peluang menang putri Petahana Bupati Sehan Landjar itu berada di bawah Cabup Suhendro Boroma dan Sam Mamonto.

Begitu pun di Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), Calon Wabup Selviah Van Gobel yang mendampingi Cabup Riston Mokoagouw juga kalah telak dari pasangan petahana Iskandar Kamaru-Deddy Abdul Hamid dalam hitung cepat. Iskandar-Deddy unggul dengan 76,03 persen sedangkan Riston-Selviah meraup 23,97 persen.

Pengamat politik Johny Senduk mengaku kaget dengan kekalahan mayoritas calon kepala daerah perempuan. Pasalnya menurut dia, mayoritas calon perempuan di Sulut terbilang kuat. Beberapa bahkan didukung penuh petahana karena punya hubungan keluarga.

Namun, dia menilai kekalahan mereka lebih disebabkan pertarungan Pilkada kali ini yang lebih keras dibandingkan sebelumnya. Keperkasaan PDI Perjuangan sangat mempengaruhi. Selain itu, ada sejumlah faktor yang perlu diteliti lebih dalam.

“Pemilih kali ini menilai di masa pandemi, pemimpin harus tegas dan lugas. Padahal juga bukan berarti calon perempuan tidak mampu,” nilai dia.

Ke depan, calon perempuan harus lebih mengampanyekan kekuatan secara pribadi. Agar pemilih pemerempuan bisa lebih simpati karena menganggap itu sebagai sebuah momentum. “Sekarang ini itu kurang dimaksimalkan calon perempuan. Padahal kesetaraan gender bisa jadi salah satu hal yang dijual kepada pemilih,” tutur dia.

Sementara itu, pengamat politik Sulut Stefanus Sampe mengatakan hasil Pilkada mayoritas sudah bisa diprediksi. Terutama kemenangan paslon Olly-Steven.

Perlu diingat pemilihan umum kepala daerah menjadi sarana bagi warga pemilih untuk mengevaluasi performa atau kinerja dari pemimpin sebelumnya sambil mencari alternatif pimpinan yang terbaik.

“Pada Pilgub kali ini memang hal itu menyolok sekali di mana masyarakat dengan bebas mengevaluasi pemimpinan Sulut. Dan dari evaluasi mereka ternyata ODSK sudah melakukan tugas mereka dengan sebaiknya,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Kontestasi Pilkada Serentak di Sulawesi Utara (Sulut) kali ini, belum berpihak bagi calon perempuan. 12 srikandi terbaik Bumi Nyiur Melambai yang turun gelanggang, tak satu pun menang versi hitung cepat hingga tadi malam.

Berdasarkan hitung cepat dua lembaga survei terakreditasi, Pasangan Calon (Paslon) Olly Dondokambey-Steven Kandouw (Olly-Steven) unggul telak atas dua kandidat lain. LSI Denny JA merilis Olly-Steven menang 57,96 persen.

Sementara dua cagub perempuan berada di bawahnya. Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Landjar (CEP-Sehan) 33,21 persen. Sedangkan Paslon Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-HR) 8,83 persen.

Tak jauh berbeda, quick count Charta Politika menempatkan Olly-Steven sebagai jawara dengan 56,38 persen. Sementara CEP-Sehan 35,47 persen dan VAP-HR 8,15 persen.

Dari hasil hitung cepat LSI Denny JA, Calon Wali Kota Manado Julyeta Paula Amalia Runtuwene (JPAR) yang berpasangan dengan Calon Wakil Wali Kota Harley Ai Mangindaan tumbang.

Istri Petahana Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, kalah suara dari paslon usungan PDI Perjuangan dan Gerindra Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS).

JPAR-Ai berada di urutan kedua dengan 27,66 persen suara. Sementara AARS meraup 36,41 persen dukungan dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Manado. Srikandi Kota Tinutuan lainnya, Sonya Selviana Kembuan (SSK) bahkan berada di urutan keempat.

SSK bersama Cawawali Syarifuddin Saafa hanya meraup 13,29 persen. Masih kalah dari Paslon Mor Dominus Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) di posisi ketiga dengan 22,64 persen.

Sementara itu, di Minahasa Selatan (Minsel) Calon Bupati Michaela Elsiana Paruntu (MEP) juga diprediksi takluk. Ini berdasarkan hitung cepat Tim Pemenangan Frangky Donny Wongkar-Petra Yanny Rembang (FDW-PYR), Pasangan Calon (Paslon) yang diyakini memenangkan pertarungan di Pemilihan Bupati Minsel.

MEP yang berpasangan dengan Ventje Tuela (VT) hanya meraup 33,50 persen dukungan warga Minsel. Sedangkan FDW-PYR didukung 51,12 persen pemilih. Di posisi ketiga, Paslon Jalur Independen Royke Sondakh-Andry Harits Umboh (ROSO-HARUM) dengan 15,38 persen. Hingga dini hari tadi, rekapitulasi suara di 453 dari 513 TPS sudah masuk.

Di Tomohon, dua srikandi yang diusung mayoritas partai di Kota Bunga Jilly Gabriela Eman-Virgie Barker (JGE-VB) belum bisa berbicara banyak. Berdasarkan quick count internal Paslon Caroll Senduk-Wenny Lumentut (CS-WL),

JGE-VB hanya meraih 34,55 persen suara. Kalah dari Paslon CS-WL yang meraup 64,59 persen suara. Di posisi ketiga Paslon Robert Pelealu-Fransiscus Sello Soekirno meraup 0,86 persen suara.

Dua paslon perempuan di Minahasa Utara (Minut) juga kalah. Paslon Shintia Gelly Rumumpe-Netty Agnes Pantow (SGR-NAP) kalah dari Joune Ganda dan Kevin William Lotulung (JG-KWL) yang sementara unggul di Pilkada Minut versi quick count Charta Politika.

Terpantau JG-KWL berhasil meraih 64,17 persen, diikuti Sompie Singal-Joppi Lengkong 18,10 persen dan SGR-NAP 17,73 persen.

Paslon Maurits Mantiri-Hengky Honandar (MM-HH) dinyatakan unggul sementara hingga tadi malam. Mengacu ke hasil quick count kamar data MM-HH hingga pukul 18.53 Wita, Paslon 03 itu unggul 67 persen.

Sedangkan Paslon 01 Max Lomban-Martin Tumbelaka dengan suara 32,8 persen. Keduanya mengalahkan Srikandi Kota Cakalang Victorine Lengkong yang berpasangan dengan Gunawan Pontoh dengan suara 6.1 persen.

Di Bolaang Mongondouw Timur (Boltim), Calon Bupati Amalia Landjar berada di posisi paling buncit. Meskipun hasil quick count belum 100 persen, peluang menang putri Petahana Bupati Sehan Landjar itu berada di bawah Cabup Suhendro Boroma dan Sam Mamonto.

Begitu pun di Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel), Calon Wabup Selviah Van Gobel yang mendampingi Cabup Riston Mokoagouw juga kalah telak dari pasangan petahana Iskandar Kamaru-Deddy Abdul Hamid dalam hitung cepat. Iskandar-Deddy unggul dengan 76,03 persen sedangkan Riston-Selviah meraup 23,97 persen.

Pengamat politik Johny Senduk mengaku kaget dengan kekalahan mayoritas calon kepala daerah perempuan. Pasalnya menurut dia, mayoritas calon perempuan di Sulut terbilang kuat. Beberapa bahkan didukung penuh petahana karena punya hubungan keluarga.

Namun, dia menilai kekalahan mereka lebih disebabkan pertarungan Pilkada kali ini yang lebih keras dibandingkan sebelumnya. Keperkasaan PDI Perjuangan sangat mempengaruhi. Selain itu, ada sejumlah faktor yang perlu diteliti lebih dalam.

“Pemilih kali ini menilai di masa pandemi, pemimpin harus tegas dan lugas. Padahal juga bukan berarti calon perempuan tidak mampu,” nilai dia.

Ke depan, calon perempuan harus lebih mengampanyekan kekuatan secara pribadi. Agar pemilih pemerempuan bisa lebih simpati karena menganggap itu sebagai sebuah momentum. “Sekarang ini itu kurang dimaksimalkan calon perempuan. Padahal kesetaraan gender bisa jadi salah satu hal yang dijual kepada pemilih,” tutur dia.

Sementara itu, pengamat politik Sulut Stefanus Sampe mengatakan hasil Pilkada mayoritas sudah bisa diprediksi. Terutama kemenangan paslon Olly-Steven.

Perlu diingat pemilihan umum kepala daerah menjadi sarana bagi warga pemilih untuk mengevaluasi performa atau kinerja dari pemimpin sebelumnya sambil mencari alternatif pimpinan yang terbaik.

“Pada Pilgub kali ini memang hal itu menyolok sekali di mana masyarakat dengan bebas mengevaluasi pemimpinan Sulut. Dan dari evaluasi mereka ternyata ODSK sudah melakukan tugas mereka dengan sebaiknya,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/