alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

ASTAGA! Warga Minta Polres Boltim ‘Bongkar’ Praktik Korupsi Program Pamsimas Modayag 3

MANADOPOST.ID – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Modayag 3, Kecamatan Modayag, diduga telah dikorupsi.

Dimana program yang dikenal dengan sebutan Pamsimas adalah platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Kepada manadopost.id, Senin (11/4/22) Ody didampingi sejumlah warga setempat menyebutkan Program Pamsimas di Modayag 3, yang dilaksanakan pada 2020 dengan anggaran APBN kurang lebih Rp 301.000.000 ini, sejak awal sudah nampak gejala korupsinya karena sistem pengerjaannya tidak prosedural.

“Program ini berbasis air bersih untuk masyarakat dengan jumlah pengurus 14 orang dengan beberapa bagian tetapi masalahnya sudah kelihatan dari awal, karena sistem kerja pertama tidak ada rapat maupun musyawarah dengan BPD dan masyarakat terlebih sesama pengurus Pamsimas,” tutur Ody.

Senada, Samsudin, warga yang lain juga menduga dalam pelaksanaan program Pamsimas tersebut terjadi penggelapan dana APBDes sebesar Rp 203.849.800. Pasalnya, diketahui pengurus Pamsimas meminta suntikan dana dari APBDes sebesar 43.618.000 namun karena alasan dana tersebut tidak mencukupi, pengurus Pansimas kembali meminta suntikan dana kedua dari APBdes sebesar Rp 203.849.800.

“Saat pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan mungkin anggaran tidak memadai, pengurus Pamsimas meminta suntikan dana pertama ke pemerintah desa dengan jumlah anggaran APBDes Rp 43.618.000. Berjalan waktu pelaksanaan dana tidak mencukupi dan pengurus meminta anggaran ke dua dengan jumlah Rp 203.849.800. Tapi dana yang kedua terbuka saat rapat bersama BPD dan masyarakat (28 February 2022), bawa ada suntikan dana sebesar Rp 200-an juta tersebut kalau dilihat kedua anggaran tersebut yang sebenarnya bukan dua kali ditarik sama dengan penjelasan pengurus, tetapi di RKA dana tersebut adalah satu kegiatan dengan jumlah total Rp 247.468.630,” kata Samsudin.

Menyikapi hal ini, Susan, warga Modayag 3 meminta pihak berwajib dalam hal ini Polres Boltim agar melakukan pemeriksaan terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Kepala Desa Hasan Eliyas, oknum bendahara AM dan koordinator Pansimas HP.

“Kesimpulannya ini sudah jelas ada indikasi korupsi karena pertama tidak ada transparansi baik dari pihak pengurus maupun pihak pemerintah desa. Kemudian secara keseluruhan total anggaran pembangunan Pansimas sudah menjadi Rp600 juta, karena saat pelaksanaan di lapangan juga dibebani biaya penagihan pemasangan kepada masyarakat sebesar Rp 500.000 kepada 165 penggunaan Pansimas. Dan ada juga iuran Rp. 35.000 per bulan sesuai dengan MOU dengan desa Sumber Rejo. Untuk iuran ada pembagian persen 35% untuk desa sumber Rejo dan untuk desa Modayag III 65%,” ungkap Susan.

MANADOPOST.ID – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Modayag 3, Kecamatan Modayag, diduga telah dikorupsi.

Dimana program yang dikenal dengan sebutan Pamsimas adalah platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Kepada manadopost.id, Senin (11/4/22) Ody didampingi sejumlah warga setempat menyebutkan Program Pamsimas di Modayag 3, yang dilaksanakan pada 2020 dengan anggaran APBN kurang lebih Rp 301.000.000 ini, sejak awal sudah nampak gejala korupsinya karena sistem pengerjaannya tidak prosedural.

“Program ini berbasis air bersih untuk masyarakat dengan jumlah pengurus 14 orang dengan beberapa bagian tetapi masalahnya sudah kelihatan dari awal, karena sistem kerja pertama tidak ada rapat maupun musyawarah dengan BPD dan masyarakat terlebih sesama pengurus Pamsimas,” tutur Ody.

Senada, Samsudin, warga yang lain juga menduga dalam pelaksanaan program Pamsimas tersebut terjadi penggelapan dana APBDes sebesar Rp 203.849.800. Pasalnya, diketahui pengurus Pamsimas meminta suntikan dana dari APBDes sebesar 43.618.000 namun karena alasan dana tersebut tidak mencukupi, pengurus Pansimas kembali meminta suntikan dana kedua dari APBdes sebesar Rp 203.849.800.

“Saat pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan mungkin anggaran tidak memadai, pengurus Pamsimas meminta suntikan dana pertama ke pemerintah desa dengan jumlah anggaran APBDes Rp 43.618.000. Berjalan waktu pelaksanaan dana tidak mencukupi dan pengurus meminta anggaran ke dua dengan jumlah Rp 203.849.800. Tapi dana yang kedua terbuka saat rapat bersama BPD dan masyarakat (28 February 2022), bawa ada suntikan dana sebesar Rp 200-an juta tersebut kalau dilihat kedua anggaran tersebut yang sebenarnya bukan dua kali ditarik sama dengan penjelasan pengurus, tetapi di RKA dana tersebut adalah satu kegiatan dengan jumlah total Rp 247.468.630,” kata Samsudin.

Menyikapi hal ini, Susan, warga Modayag 3 meminta pihak berwajib dalam hal ini Polres Boltim agar melakukan pemeriksaan terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Kepala Desa Hasan Eliyas, oknum bendahara AM dan koordinator Pansimas HP.

“Kesimpulannya ini sudah jelas ada indikasi korupsi karena pertama tidak ada transparansi baik dari pihak pengurus maupun pihak pemerintah desa. Kemudian secara keseluruhan total anggaran pembangunan Pansimas sudah menjadi Rp600 juta, karena saat pelaksanaan di lapangan juga dibebani biaya penagihan pemasangan kepada masyarakat sebesar Rp 500.000 kepada 165 penggunaan Pansimas. Dan ada juga iuran Rp. 35.000 per bulan sesuai dengan MOU dengan desa Sumber Rejo. Untuk iuran ada pembagian persen 35% untuk desa sumber Rejo dan untuk desa Modayag III 65%,” ungkap Susan.

Most Read

Artikel Terbaru

/