23.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Mengenal Segitiga Hitam, Lokasi yang Jadi Markas KKB Papua

MANADOPOST.ID – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB Papua), semakin beringas setelah ditetapkan sebagai teroris. Pasal selain melakukan penyerangan terhadap anggota TNI-Polri, mereka juga tak segan menyerang masyarakat biasa dan merusak fasilitas umum.

Meski begitu, hingga saat ini TNI-Polri kesulitan dalam menumpas KKB Papua, sebab selain memiliki persenjataan yang memadai, mereka juga ditunjang medan yang disebut ‘Segitiga Hitam’.

Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS)

Seperti apa Segitiga Hitam itu? Bagaimana medannya dan dimana lokasi markas KKB Papua tersebut?

Dilansir dari Zona Jakarta, Segitiga Hitam meliputi tiga kabupaten di Papua, yakni Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Lanny Jaya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ketiga daerah itu disebut sebagai Segitiga Hitam, karena dikuasai oleh KKB Papua menyusul maraknya kasus penembakan disertai kekerasan dan membuat daerah itu, disebut sebagai segitiga hitam oleh Kepolisian Daerah Papua.

Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Lanny Jaya adalah kabupaten yang terletak di wilayah Pegunungan tengah Papua.

Topografi wilayah ketiga kabupaten itu nyaris sama, yakni berbukit dan memiliki banyak lembah.

Polisi Identifikasi Enam Kelompok KKB Papua

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (Evarukdijati/Antara)

Kepala Kepolisian Daerah Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D Fakhiri, menyebut ada enam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga saat ini masih aktif melakukan kekerasan bersenjata yang akhirnya menjadi teror bagi masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Mathius D Fakhiri. Menurutnya, setidaknya ada enam KKB yang aktif menebar teror.

“Dari kepolisian, dari yang sudah kita petakan, sebenarnya kelompok ini adalah kelompok yang besar, tapi yang aktif ada enam kelompok di Puncak, Intan Jaya, dan Nduga,” jelas Kapolda Papua tersebut.

Kapolda Papua menuturkan, pada 2021, KKB pimpinan Lekagak Telenggen menjadi kelompok yang paling aktif membuat aksi kekerasan di Kabupaten Puncak.

Kemudian KKB Pimpinan Sabinus Waker pada 2020 sangat meresahkan di Intan Jaya.

KKB Papua

Selain itu, Fakhiri menyebut ada juga kelompok baru yang merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang mulai aktif melakukan teror.

Selain enam kelompok tersebut, Fakhiri mengungkap sudah ada beberapa KKB yang sudah tidak aktif. Bahkan sudah ada yang telah kembali di tengah masyarakat.

“Ada kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, ada kelompok Paniai, ada kelompok Ndugama Egianus Kogoya, dan ada sempalan-sempalan kelompok Lekagak yang sudah muncul. Ada kelompok lain yang kami syukuri sudah tenang, ada yang sudah kembali melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat biasa,” pungkas Kapolda Papua. (tr-01/ZonaJakarta)

MANADOPOST.ID – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB Papua), semakin beringas setelah ditetapkan sebagai teroris. Pasal selain melakukan penyerangan terhadap anggota TNI-Polri, mereka juga tak segan menyerang masyarakat biasa dan merusak fasilitas umum.

Meski begitu, hingga saat ini TNI-Polri kesulitan dalam menumpas KKB Papua, sebab selain memiliki persenjataan yang memadai, mereka juga ditunjang medan yang disebut ‘Segitiga Hitam’.

Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS)

Seperti apa Segitiga Hitam itu? Bagaimana medannya dan dimana lokasi markas KKB Papua tersebut?

Dilansir dari Zona Jakarta, Segitiga Hitam meliputi tiga kabupaten di Papua, yakni Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Lanny Jaya.

Ketiga daerah itu disebut sebagai Segitiga Hitam, karena dikuasai oleh KKB Papua menyusul maraknya kasus penembakan disertai kekerasan dan membuat daerah itu, disebut sebagai segitiga hitam oleh Kepolisian Daerah Papua.

Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Lanny Jaya adalah kabupaten yang terletak di wilayah Pegunungan tengah Papua.

Topografi wilayah ketiga kabupaten itu nyaris sama, yakni berbukit dan memiliki banyak lembah.

Polisi Identifikasi Enam Kelompok KKB Papua

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (Evarukdijati/Antara)

Kepala Kepolisian Daerah Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D Fakhiri, menyebut ada enam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga saat ini masih aktif melakukan kekerasan bersenjata yang akhirnya menjadi teror bagi masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Mathius D Fakhiri. Menurutnya, setidaknya ada enam KKB yang aktif menebar teror.

“Dari kepolisian, dari yang sudah kita petakan, sebenarnya kelompok ini adalah kelompok yang besar, tapi yang aktif ada enam kelompok di Puncak, Intan Jaya, dan Nduga,” jelas Kapolda Papua tersebut.

Kapolda Papua menuturkan, pada 2021, KKB pimpinan Lekagak Telenggen menjadi kelompok yang paling aktif membuat aksi kekerasan di Kabupaten Puncak.

Kemudian KKB Pimpinan Sabinus Waker pada 2020 sangat meresahkan di Intan Jaya.

KKB Papua

Selain itu, Fakhiri menyebut ada juga kelompok baru yang merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang mulai aktif melakukan teror.

Selain enam kelompok tersebut, Fakhiri mengungkap sudah ada beberapa KKB yang sudah tidak aktif. Bahkan sudah ada yang telah kembali di tengah masyarakat.

“Ada kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, ada kelompok Paniai, ada kelompok Ndugama Egianus Kogoya, dan ada sempalan-sempalan kelompok Lekagak yang sudah muncul. Ada kelompok lain yang kami syukuri sudah tenang, ada yang sudah kembali melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat biasa,” pungkas Kapolda Papua. (tr-01/ZonaJakarta)

Most Read

Artikel Terbaru

/