alexametrics
32.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ini Fakta Lain Penikaman di Hotel Makapetor Manado: Tamu Hotel tak Bayar Jasa Prostitusi

MANADOPOST.ID-Kasus viral adanya penikaman di Hotel Makapetor, Wanea, Kota Manado, mendapat banyak sorotan publik Sulawesi Utara (Sulut).

Hotel Makapetor, di Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan IV ini, diduga menjadi sarang prostitusi. Di mana terjadi penganiayaan dengan sejata tajam yang viral di media sosial. Dikarenakan korban JJG alias John yang menggunakan jasa prostitusi tidak mau membayar.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Markas Polsek Wanea, Kamis (11/11), Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli mengatakan, kejadian penganiayaan tamu hotel dengan senjata tajam tersebut, terjadi Rabu (10/11), sekira pukul 07.00 WITA, di Hotel Makapetor.

“Ketiga terduga pelaku berinisial, RT alias Rovan, RK alias Ricky, EK alias Eden ini sudah ditahan ,” kata Laoli didampingi Kapolsek Wanea, AKP Arie Najoan.

Menurut Laoli, motif dari aksi penganiayaan ini adalah para pelaku ingin meminta uang bayaran kepada korban sebesar Rp400 ribu, yang dianggap telah menggunakan jasa wanita hiburan (prostitusi, red).

Kasus ini mendapat perhatian dari masyarakat. Bahkan warga meminta pemerintah Kota Manado mengevaluasi izin yang diberikan. “Kasus seperti harus diberikan peringatan, supaya hotel-hotel tidak menyalahgunakan izin yang diberikan. Apalagi ini sudah ada tindakan kriminal,” ungkap warga setempat.

Terpisah, Kadis Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu mengatakan, pihaknya akan turun bersama tim terpadu untuk mencari tahu apakah betul hotel ini menjadi tempat prostitusi. “Soal izin, kami harus berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu terkait perizinannya,” tandasnya.

Warga lainnya, juga meminta pihak terkait supaya tegas memberikan sanksi. “Jangan sampai hotel lain mendapat tindakan tegas karena terlibat prostitusi. Sementara ada hotel- hotel seperti ini (makapetor, red), tidak mendapat sanksi dari aparat hukum dan pemerintah kota,” sorot warga.(ite/gnr)

MANADOPOST.ID-Kasus viral adanya penikaman di Hotel Makapetor, Wanea, Kota Manado, mendapat banyak sorotan publik Sulawesi Utara (Sulut).

Hotel Makapetor, di Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan IV ini, diduga menjadi sarang prostitusi. Di mana terjadi penganiayaan dengan sejata tajam yang viral di media sosial. Dikarenakan korban JJG alias John yang menggunakan jasa prostitusi tidak mau membayar.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Markas Polsek Wanea, Kamis (11/11), Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli mengatakan, kejadian penganiayaan tamu hotel dengan senjata tajam tersebut, terjadi Rabu (10/11), sekira pukul 07.00 WITA, di Hotel Makapetor.

“Ketiga terduga pelaku berinisial, RT alias Rovan, RK alias Ricky, EK alias Eden ini sudah ditahan ,” kata Laoli didampingi Kapolsek Wanea, AKP Arie Najoan.

Menurut Laoli, motif dari aksi penganiayaan ini adalah para pelaku ingin meminta uang bayaran kepada korban sebesar Rp400 ribu, yang dianggap telah menggunakan jasa wanita hiburan (prostitusi, red).

Kasus ini mendapat perhatian dari masyarakat. Bahkan warga meminta pemerintah Kota Manado mengevaluasi izin yang diberikan. “Kasus seperti harus diberikan peringatan, supaya hotel-hotel tidak menyalahgunakan izin yang diberikan. Apalagi ini sudah ada tindakan kriminal,” ungkap warga setempat.

Terpisah, Kadis Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu mengatakan, pihaknya akan turun bersama tim terpadu untuk mencari tahu apakah betul hotel ini menjadi tempat prostitusi. “Soal izin, kami harus berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu terkait perizinannya,” tandasnya.

Warga lainnya, juga meminta pihak terkait supaya tegas memberikan sanksi. “Jangan sampai hotel lain mendapat tindakan tegas karena terlibat prostitusi. Sementara ada hotel- hotel seperti ini (makapetor, red), tidak mendapat sanksi dari aparat hukum dan pemerintah kota,” sorot warga.(ite/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/