31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Pembangunan Sulut Satu Arah, Sinergitas Kunci Sulut Meroket

MANADOPOST.ID—Kemenangan mayoritas jagoan PDI Perjuangan pada Pilkada Serentak 9 Desember, memudahkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk bersinergi dengan para kepala daerah di Sulawesi Utara (Sulut). Pembangunan Bumi Nyiur Melambai diyakini bakal makin melesat.

Partai berlambang banteng moncong putih diketahui unggul dalam hitung cepat Pilgub Sulut. Olly yang kembali berpasangan dengan Steven Kandouw kembali dipercaya mayoritas warga Sulut. Sementara enam daerah lain, kader PDI Perjuangan juga menang. Di antaranya, Kota Manado, Bitung, Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolmong Selatan.

Sebelumnya, pemerintahan di Minahasa,  Minahasa Tenggara dan Kepulauan Sitaro dipimpin kader PDI Perjuangan. Selain itu, Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara juga dinahkodai figur yang diusung partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Pengamat Politik Sulut Dr Alfons Kimbal menilai, koordinasi program kerja bisa makin maksimal. Sehingga berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota akan efektif. “Tidak ada lagi yang istilahnya cari panggung sendiri. Yang diutamakan kepentingan rakyat. Program pusat sampai ke daerah itu sejalan,” beber Kimbal.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia mengakui pencapaian PDI Perjuangan pada Pilkada kali ini memang fantastis. Menurutnya, hal tersebut tercipta dikarenakan sosok Olly sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut yang fenomenanal.

Dinamika kemenangan Olly-Steven pada Pilgub Sulut yang turut diikuti dengan sejumlah kabupaten/kota sesuai hasil quick count disebabkan daya tarik atau faktor ketokohan Olly.

“Di sini, Olly sebagai pemimpin pemerintahan atau petahana gubernur sudah mampu menunjukan pembangunan di Sulut dengan mendatangkan mega proyek. Sosok kepemimpinan Olly mampu memberi peran Sulut di mata nasional dan menjadi daerah pembangunan priorotas nasional,” jelasnya

Alasan selanjutnya menurut Kimbal, Olly memiliki faktor kepemimpinan politik. Dalam hal ini sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan bahkan menjadi elit politik dengan dipercaya Bendahara Umum PDI Perjuangan.

“Hal tersebut sangat berpengaruh dengan sistem kaderisasi yang terus dijaga. Para militan yang dipelihara mulai dari anak ranting menghasilkan capaian yang bisa kita saksikan saat ini,” tuturnya.

Pembantu Dekan I Fispol Unsrat ini menyebut, efek ekor jas  dari Olly sangat berpengaruh dan menguntungkan pihak lainnya. Efek ini membuat adanya pembangunan kekuatan bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan membangun sinergitas dengan kabupaten/kota lainnya yang menyelenggarakan Pilkada.

“Jika memilih pemimpin dari PDI Perjuangan, pastinya juga memilih Olly. Dan pembangunan akan mudah, dengan adanya sinergitas yang sudah ditunjukkan. Ini yang dipikir masyarakat dan itu merupakan efek atau daya tarik seorang Olly Dondokambey,” urai Kimbal sembari menyebut kemampuan Olly juga mampu menempatkan calon yang kuat di pilkada kabupaten/kota.

Pengamat lain, Johny Senduk berpendapat, ada beberapa daerah yang memang tampak sulit bersinergi. Hal itu berdampak pada efektivitas kebijakan pusat hingga pemprov. Padahal, sinergitas pemerintah daerah penting. Salah satunya Ibu Kota Provinsi Manado.

“Kota Manado sebagai Ibu Kota dan letak pusat pemerintahan itu dinilai PDI Perjuangan penting untuk direbut. Nah, sekarang ketika menang, gubernur petahana punya tugas untuk mensinergikan program dengan wali kota terpilih yang notabenennya adalah kader satu partai,” harapnya.

Olehnya, masyarakat diminta mengawal beragam program pusat, pemprov hingga pemerintah kabupaten/kota agar sesuai kehendak rakyat. “Nah, masyarakat harus menagih janji kampanye para calon kepala daerah terpilih dari PDI Perjuangan yang terus mengampanyekan pentingnya sinergitas. Sekarang sudah terpih, bisa bersinergi tidak? Bisa banyak berbuat tidak? Efektif tidak program kerja dan kebijakannya? Masyarakat harus mengawal itu,” tutur dia.

Olly sendiri berulang kali menyoroti hambatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dari tingkat provinsi ke bawah, sering terkendala pada persoalan administrasi di tingkat kabupaten/kota. Oleh sebab itu, dia melihat sangat penting adanya kepemimpinan yang bersinergi antara provinsi dan kabupaten/kota. Itulah mengapa di pesta demokrasi ini, terutama Pilkada di Kota Manado dan Provinsi Sulut, perlu menyandingkan calon top eksekutif ODSK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw) di Pilgub Sulut dan Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS) untuk Pilwako Manado.

Olly pun memberikan contoh, hambatan yang terjadi ketika Pemprov Sulut telah berhasil memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk pembangunan pengolahan sampah regional di Ilo-ilo. Bahkan sampai keluar Keppres untuk pembangunan proyek yang bisa menyelesaikan persoalan sampah di Manado dan Minut ini.

“Ini menjadi satu-satunya di republik tercinta ini, yang disetujui ada keppres pembangunan sampah regional. Cuma di Sulut. Tidak ada di tempat lain. Sehingga pemerintah pusat sudah siapkan Rp270 miliar untuk membangunnya,” kata Olly.

Namun disayangkannya, meski sudah empat tahun disetujui, proyek ini mengalami hambatan dalam beberapa tahun, sehingga baru bisa dilakukan peletakkan batu pertama dua minggu lalu.

“Bayangkan hampir tiga tahun tertunda, cuma karena persoalan administrasi, yakni persetujuan dari kepala daerah tingkat dua setempat. Padahal sama-sama sudah tandatangani bersama (sebelumnya). Inilah hambatan yang saya katakan itu,” paparnya.

Dia mengaku sangat bersyukur, karena pemerintah pusat di bawah Presiden Jokowi sangat peduli dengan Sulawesi Utara. Apa saja yang diminta untuk pembangunan daerah di Bumi Nyiur Melambai, selalu dipenuhi. Bahkan, untuk bendungan (Kuwil) saja bisa diberikan anggaran sampai Rp2 Triliun.

“Silakan kalian keliling di seluruh Indonesia, dimana ada bendungan dengan nilai Rp2 T untuk tampung air. Karena apa? Karena Pak Presiden sayang pa torang. Itu karena komunikasi bagus (provinsi dan pusat). Saya harap jangan sampai sinergitas yang sudah lancar dengan pusat, malah terhambat ketika diteruskan ke tingkat dua,” tutupnya. (cw-01/jen/vip)

MANADOPOST.ID—Kemenangan mayoritas jagoan PDI Perjuangan pada Pilkada Serentak 9 Desember, memudahkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk bersinergi dengan para kepala daerah di Sulawesi Utara (Sulut). Pembangunan Bumi Nyiur Melambai diyakini bakal makin melesat.

Partai berlambang banteng moncong putih diketahui unggul dalam hitung cepat Pilgub Sulut. Olly yang kembali berpasangan dengan Steven Kandouw kembali dipercaya mayoritas warga Sulut. Sementara enam daerah lain, kader PDI Perjuangan juga menang. Di antaranya, Kota Manado, Bitung, Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolmong Selatan.

Sebelumnya, pemerintahan di Minahasa,  Minahasa Tenggara dan Kepulauan Sitaro dipimpin kader PDI Perjuangan. Selain itu, Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara juga dinahkodai figur yang diusung partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Pengamat Politik Sulut Dr Alfons Kimbal menilai, koordinasi program kerja bisa makin maksimal. Sehingga berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota akan efektif. “Tidak ada lagi yang istilahnya cari panggung sendiri. Yang diutamakan kepentingan rakyat. Program pusat sampai ke daerah itu sejalan,” beber Kimbal.

Dia mengakui pencapaian PDI Perjuangan pada Pilkada kali ini memang fantastis. Menurutnya, hal tersebut tercipta dikarenakan sosok Olly sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut yang fenomenanal.

Dinamika kemenangan Olly-Steven pada Pilgub Sulut yang turut diikuti dengan sejumlah kabupaten/kota sesuai hasil quick count disebabkan daya tarik atau faktor ketokohan Olly.

“Di sini, Olly sebagai pemimpin pemerintahan atau petahana gubernur sudah mampu menunjukan pembangunan di Sulut dengan mendatangkan mega proyek. Sosok kepemimpinan Olly mampu memberi peran Sulut di mata nasional dan menjadi daerah pembangunan priorotas nasional,” jelasnya

Alasan selanjutnya menurut Kimbal, Olly memiliki faktor kepemimpinan politik. Dalam hal ini sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan bahkan menjadi elit politik dengan dipercaya Bendahara Umum PDI Perjuangan.

“Hal tersebut sangat berpengaruh dengan sistem kaderisasi yang terus dijaga. Para militan yang dipelihara mulai dari anak ranting menghasilkan capaian yang bisa kita saksikan saat ini,” tuturnya.

Pembantu Dekan I Fispol Unsrat ini menyebut, efek ekor jas  dari Olly sangat berpengaruh dan menguntungkan pihak lainnya. Efek ini membuat adanya pembangunan kekuatan bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan membangun sinergitas dengan kabupaten/kota lainnya yang menyelenggarakan Pilkada.

“Jika memilih pemimpin dari PDI Perjuangan, pastinya juga memilih Olly. Dan pembangunan akan mudah, dengan adanya sinergitas yang sudah ditunjukkan. Ini yang dipikir masyarakat dan itu merupakan efek atau daya tarik seorang Olly Dondokambey,” urai Kimbal sembari menyebut kemampuan Olly juga mampu menempatkan calon yang kuat di pilkada kabupaten/kota.

Pengamat lain, Johny Senduk berpendapat, ada beberapa daerah yang memang tampak sulit bersinergi. Hal itu berdampak pada efektivitas kebijakan pusat hingga pemprov. Padahal, sinergitas pemerintah daerah penting. Salah satunya Ibu Kota Provinsi Manado.

“Kota Manado sebagai Ibu Kota dan letak pusat pemerintahan itu dinilai PDI Perjuangan penting untuk direbut. Nah, sekarang ketika menang, gubernur petahana punya tugas untuk mensinergikan program dengan wali kota terpilih yang notabenennya adalah kader satu partai,” harapnya.

Olehnya, masyarakat diminta mengawal beragam program pusat, pemprov hingga pemerintah kabupaten/kota agar sesuai kehendak rakyat. “Nah, masyarakat harus menagih janji kampanye para calon kepala daerah terpilih dari PDI Perjuangan yang terus mengampanyekan pentingnya sinergitas. Sekarang sudah terpih, bisa bersinergi tidak? Bisa banyak berbuat tidak? Efektif tidak program kerja dan kebijakannya? Masyarakat harus mengawal itu,” tutur dia.

Olly sendiri berulang kali menyoroti hambatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dari tingkat provinsi ke bawah, sering terkendala pada persoalan administrasi di tingkat kabupaten/kota. Oleh sebab itu, dia melihat sangat penting adanya kepemimpinan yang bersinergi antara provinsi dan kabupaten/kota. Itulah mengapa di pesta demokrasi ini, terutama Pilkada di Kota Manado dan Provinsi Sulut, perlu menyandingkan calon top eksekutif ODSK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw) di Pilgub Sulut dan Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS) untuk Pilwako Manado.

Olly pun memberikan contoh, hambatan yang terjadi ketika Pemprov Sulut telah berhasil memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk pembangunan pengolahan sampah regional di Ilo-ilo. Bahkan sampai keluar Keppres untuk pembangunan proyek yang bisa menyelesaikan persoalan sampah di Manado dan Minut ini.

“Ini menjadi satu-satunya di republik tercinta ini, yang disetujui ada keppres pembangunan sampah regional. Cuma di Sulut. Tidak ada di tempat lain. Sehingga pemerintah pusat sudah siapkan Rp270 miliar untuk membangunnya,” kata Olly.

Namun disayangkannya, meski sudah empat tahun disetujui, proyek ini mengalami hambatan dalam beberapa tahun, sehingga baru bisa dilakukan peletakkan batu pertama dua minggu lalu.

“Bayangkan hampir tiga tahun tertunda, cuma karena persoalan administrasi, yakni persetujuan dari kepala daerah tingkat dua setempat. Padahal sama-sama sudah tandatangani bersama (sebelumnya). Inilah hambatan yang saya katakan itu,” paparnya.

Dia mengaku sangat bersyukur, karena pemerintah pusat di bawah Presiden Jokowi sangat peduli dengan Sulawesi Utara. Apa saja yang diminta untuk pembangunan daerah di Bumi Nyiur Melambai, selalu dipenuhi. Bahkan, untuk bendungan (Kuwil) saja bisa diberikan anggaran sampai Rp2 Triliun.

“Silakan kalian keliling di seluruh Indonesia, dimana ada bendungan dengan nilai Rp2 T untuk tampung air. Karena apa? Karena Pak Presiden sayang pa torang. Itu karena komunikasi bagus (provinsi dan pusat). Saya harap jangan sampai sinergitas yang sudah lancar dengan pusat, malah terhambat ketika diteruskan ke tingkat dua,” tutupnya. (cw-01/jen/vip)

Most Read

Artikel Terbaru

/