32.4 C
Manado
Tuesday, 30 May 2023

Mata Najwa Beber Ada Bagian Lahan Luhut Pandjaitan dan adik Prabowo, Dipakai untuk Ibu Kota Negara

MANADOPOST.ID-Dalam video Narasi yang diunggah di Channel YouTube Mata Najwa, Kamis (9/12), nama Luhut Binsar Pandjaitan disebut dalam perluasan lahan Ibu Kota Negara (IKN) bersama dengan adik Menhan Prabowo Subianto Hashim Djojohadikusumo dan Sukanto Tanoto.

 

Awalnya, laporan tersebut menyebutkan sebagian kawasan IKN telah dikuasai oleh izin-izin korporasi, mulai dari sektor kehutanan, pertanian, dan sektor pertambangan.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Untuk izin pertambangan yang ada di kawasan IKN, disebutkan jumlahnya mencapai 144 izin konsensi tambang dan beberapa wilayahnya tumpang tindih dengan konsensi kehutanan.

 

“Beberapa tumpang tindih dengan dua konsensi kehutanan berstatus IUP HHKHA (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Alam) milik Hashim Djojohadikusumo lewat PT ITCI Kartika Utama dan Sukanto Tanoto lewat PT ITCI Hutani Manunggal yang menguasai area barat IKN,” demikian keterangan laporan Mata Najwa dikutip redaksi, Jumat (10/12).

Baca Juga:  DENGER NIH EDY MULYADI! Deddy Corbuzier Soal Kalimantan: Cuma Monyet yang Ngak Mau

 

Isu tukar guling pun turut diulas dalam laporan tersebut untuk pembebasan lahan IKN. Di wilayah timur IKN, luas IKN dari 180.965 hektare tahun 2019 meluas pada tahun 2020 menjadi 256.142 hektare.

 

“Perluasan membuat pertambangan batubara PT Kutai Energi dan perkebunan sawit milik PT Kaltim Utama I masuk ke IKN. Dua perusahaan ini adalah anak perusahaan Toba Sejahtera Group, yang berafiliasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan,” demikian yang disebutkan dalam laporan Mata Najwa.

 

Pada Agustus 2019 lalu, Jurubicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi bahwa ada lahan di area IKN yang milik perusahaan Hashim. Hal itu ia sampaikan saat membantah adanya rumor lahan Prabowo di IKN, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca Juga:  Nama Perguruan Tingginya Sama, Oknum Pejabat Diduga jadi Jebolan STTEI Ilegal di Minut

 

Namun saat itu, Dahnil tak mengetahui secara pasti apakah lahan Hashim tersebut masuk ke dalam area IKN atau tidak.

 

“Yang di Penajam Paser Utara itu milik PT Arsari Grup, itu milik Pak Hashim,” kata Dahnil kepada wartawan, Selasa silam (27/8).

 

Hingga kini, redaksi masih berusaha mengonfirmasi kepada Kemenko Kemaritiman dan Investasi soal adanya nama Luhut dalam laporan Mata Najwa tersebut.(rmol)

MANADOPOST.ID-Dalam video Narasi yang diunggah di Channel YouTube Mata Najwa, Kamis (9/12), nama Luhut Binsar Pandjaitan disebut dalam perluasan lahan Ibu Kota Negara (IKN) bersama dengan adik Menhan Prabowo Subianto Hashim Djojohadikusumo dan Sukanto Tanoto.

 

Awalnya, laporan tersebut menyebutkan sebagian kawasan IKN telah dikuasai oleh izin-izin korporasi, mulai dari sektor kehutanan, pertanian, dan sektor pertambangan.

 

Untuk izin pertambangan yang ada di kawasan IKN, disebutkan jumlahnya mencapai 144 izin konsensi tambang dan beberapa wilayahnya tumpang tindih dengan konsensi kehutanan.

 

“Beberapa tumpang tindih dengan dua konsensi kehutanan berstatus IUP HHKHA (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Alam) milik Hashim Djojohadikusumo lewat PT ITCI Kartika Utama dan Sukanto Tanoto lewat PT ITCI Hutani Manunggal yang menguasai area barat IKN,” demikian keterangan laporan Mata Najwa dikutip redaksi, Jumat (10/12).

Baca Juga:  Covid-19 Sulut 8 Juli: Dirawat 890, Sembuh 356, Meninggal 95

 

Isu tukar guling pun turut diulas dalam laporan tersebut untuk pembebasan lahan IKN. Di wilayah timur IKN, luas IKN dari 180.965 hektare tahun 2019 meluas pada tahun 2020 menjadi 256.142 hektare.

 

“Perluasan membuat pertambangan batubara PT Kutai Energi dan perkebunan sawit milik PT Kaltim Utama I masuk ke IKN. Dua perusahaan ini adalah anak perusahaan Toba Sejahtera Group, yang berafiliasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan,” demikian yang disebutkan dalam laporan Mata Najwa.

 

Pada Agustus 2019 lalu, Jurubicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi bahwa ada lahan di area IKN yang milik perusahaan Hashim. Hal itu ia sampaikan saat membantah adanya rumor lahan Prabowo di IKN, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca Juga:  Pemerintah Wajibkan Pelaku Perjalanan Tunjukan Kartu Vaksin, Luhut: Minimal Dosis Pertama

 

Namun saat itu, Dahnil tak mengetahui secara pasti apakah lahan Hashim tersebut masuk ke dalam area IKN atau tidak.

 

“Yang di Penajam Paser Utara itu milik PT Arsari Grup, itu milik Pak Hashim,” kata Dahnil kepada wartawan, Selasa silam (27/8).

 

Hingga kini, redaksi masih berusaha mengonfirmasi kepada Kemenko Kemaritiman dan Investasi soal adanya nama Luhut dalam laporan Mata Najwa tersebut.(rmol)

Most Read

Artikel Terbaru