30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Salah Besar Jika Buzzer Pendukung Ganjar Pranowo Bully dan Serang Anies Baswedan

MANADOPOST.ID-Saat ini ada dua nama yang potensial memenangi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Demikian  dikatakan Pengamat Politik Hendri Satrio. Namun dia mengatakan, hanya saja ada Presidential Threshold yang membuat parpol kuasa atas pencalonan.

 

“Gini, Kalau versi survei kan ada 2 yang Capres potensial, Pak Ganjar dan Pak Anies. Bila mereka maju, mereka berpotensi saling mengalahkan. Namun yang perlu diingat, PT 20% ini membuat Parpol punya kuasa atas pencalonan. Jadi mereka akan wait n see siapa Capres yang akan diusung,” ujar Hendri Satrio, dikutip Sabtu (11/12/2021).

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Hensat- panggilannya- mengatakan, sejumlah Parpol yang bertarung di Pilpres, sangat menginginkan Ketua Umum atau petinggi partai maju dalam kompetisi Pilpres. Sehingga bisa saja Anies dan Ganjar tidak mendapat tiket untuk Pilpres.

 

Dengan demikian, menurut Hensat, Parpol tidak pelu untuk mengusung Ganjar Pranowo, jika Anies Baswedan tidak maju. Sebab hanya Ganjar yang bisa kalahkan Anies.

 

“Jadi Kalo Ganjar gak dapat tiket, Anies juga gak akan dapat tiket, sebab Parpol pengusung lawannya Anies, perlu Ganjar untuk mengalahkan Anies. Kalo Anies gak maju, buat apa repot repot ngasih tiket ke Ganjar, mending dorong Ketum atau Petinggi Parpol aja,” ucap Hensat.

 

Sehingga, menurutnya, jika dua nama yang selalu menduduki posisi teratas dalam survei itu tidak maju dalam kompetisi Pilpres, maka Pilpres akan diisi oleh para petinggi Parpol.

 

“Maka pasangan Capres Cawapres kelak di 2024 adalah para Ketum dan Petinggi Parpol. Ya, Puan, Airlangga, Prabowo, Cak Imin, SP, Ust. Salim, AHY, Zulhas, Suharso,” kata Hensat.

 

Hensat menilai, salah besar jika buzzer yang merupakan pendukung Ganjar selalu menyerang Anies Baswedan. Sebab baik Ganjar dan Anies belum tentu bisa maju di Pilpres. Yang perlu buzzer lakukan adalah mengupayakan agar Presidential Threshold dihapus.

 

“Saya katakan sebelumnya, Kalo Buzzer (Ini Kalo ada dan punya ya) Ganjar nyerang Anies ini salah alamat, Buzzer kurang baca buku, kurang kerjaan. Mestinya Buzzer itu tekan Parpol agar mau kasih rekom ke calon terbaik dan press MK agar PT 20% dihapus,” tuturnya.

 

“Sebab Anies, Ganjar atau Hensat sekalipun, nasibnya sama, gak punya tiket, gak bisa maju Pilpres dan sangat tergantung Parpol. Tersandera kita ni,” sambungnya.(fajar)

MANADOPOST.ID-Saat ini ada dua nama yang potensial memenangi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Demikian  dikatakan Pengamat Politik Hendri Satrio. Namun dia mengatakan, hanya saja ada Presidential Threshold yang membuat parpol kuasa atas pencalonan.

 

“Gini, Kalau versi survei kan ada 2 yang Capres potensial, Pak Ganjar dan Pak Anies. Bila mereka maju, mereka berpotensi saling mengalahkan. Namun yang perlu diingat, PT 20% ini membuat Parpol punya kuasa atas pencalonan. Jadi mereka akan wait n see siapa Capres yang akan diusung,” ujar Hendri Satrio, dikutip Sabtu (11/12/2021).

 

Hensat- panggilannya- mengatakan, sejumlah Parpol yang bertarung di Pilpres, sangat menginginkan Ketua Umum atau petinggi partai maju dalam kompetisi Pilpres. Sehingga bisa saja Anies dan Ganjar tidak mendapat tiket untuk Pilpres.

 

Dengan demikian, menurut Hensat, Parpol tidak pelu untuk mengusung Ganjar Pranowo, jika Anies Baswedan tidak maju. Sebab hanya Ganjar yang bisa kalahkan Anies.

 

“Jadi Kalo Ganjar gak dapat tiket, Anies juga gak akan dapat tiket, sebab Parpol pengusung lawannya Anies, perlu Ganjar untuk mengalahkan Anies. Kalo Anies gak maju, buat apa repot repot ngasih tiket ke Ganjar, mending dorong Ketum atau Petinggi Parpol aja,” ucap Hensat.

 

Sehingga, menurutnya, jika dua nama yang selalu menduduki posisi teratas dalam survei itu tidak maju dalam kompetisi Pilpres, maka Pilpres akan diisi oleh para petinggi Parpol.

 

“Maka pasangan Capres Cawapres kelak di 2024 adalah para Ketum dan Petinggi Parpol. Ya, Puan, Airlangga, Prabowo, Cak Imin, SP, Ust. Salim, AHY, Zulhas, Suharso,” kata Hensat.

 

Hensat menilai, salah besar jika buzzer yang merupakan pendukung Ganjar selalu menyerang Anies Baswedan. Sebab baik Ganjar dan Anies belum tentu bisa maju di Pilpres. Yang perlu buzzer lakukan adalah mengupayakan agar Presidential Threshold dihapus.

 

“Saya katakan sebelumnya, Kalo Buzzer (Ini Kalo ada dan punya ya) Ganjar nyerang Anies ini salah alamat, Buzzer kurang baca buku, kurang kerjaan. Mestinya Buzzer itu tekan Parpol agar mau kasih rekom ke calon terbaik dan press MK agar PT 20% dihapus,” tuturnya.

 

“Sebab Anies, Ganjar atau Hensat sekalipun, nasibnya sama, gak punya tiket, gak bisa maju Pilpres dan sangat tergantung Parpol. Tersandera kita ni,” sambungnya.(fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/