24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Sosok Rahmat Erwin Abdullah, Lifter Muda Indonesia Sabet Dua Emas Kejuaraan Dunia

MANADOPOST.ID–Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah menyabet dua medali emas masing-masing pada angkatan clean and jerk dan total angkatan dalam persaingan kelas 73kg putra Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Jumat malam WIB.

Dalam perebutan medali angkatan clean and jerk, lifter 21 tahun itu menjadi yang terbaik setelah pada angkatan ketiga mengangkat beban 192kg. Rahmat Erwin membuka angkatan pertama dengan 180kg dan kedua dengan 186kg.

Rahmat Erwin mengalahkan lifter Albania Briken Calja yang membawa pulang perak setelah membukukan angkatan terbaik clean and jerk 186kg. Sementara perunggu diraih lifter Korea Selatan Hansol Jeong dengan angkatan terbaik 181kg.

Namun pada angkatan snacth, Rahmat Erwin hanya mampu menempati posisi kelima. Dia membuka laga dengan melakukan angkatan snacth 142kg. Kemudian pada percobaan kedua dia mengangkat beban 147kg dan terakhir 151kg.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara medali emas angkatan snacth diraih Briken Calja dengan 156kg. Suttipong Jeeram dari Thailand meraih perak dengan 154kg dan Sergei Petrov wakil dari Federasi Angkat Besi Rusia membawa pulang perunggu usai mengangkat 153kg.

Dengan hasil tersebut, secara keseluruhan atau gabungan dari angkatan snacth dan clean and jerk, Rahmat Erwin memastikan medali emas dengan total angkatan 343kg.

Sementara perak diraih Calja Briken dengan total angkatan 342kg dan Jeeram Suttipong membawa pulang perunggu setelah membukukan total angkatan 334kg.

Pelatih Kepala Pelatnas, Dirja Wihardja mengatakan dua emas yang diraih Rahmat Erwin merupakan konsistensi prestasinya setelah Olimpiade Tokyo 2020.

“Total angkatan yang diraih Rahmat Erwin Abdullah mengalami peningkatan 1kg dari Olimpiade Tokyo 202o lalu,” kata Dirja Wihardja dalam keterangan tertulis, Sabtu dini hari .

Pada Olimpiade Tokyo, Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu dengan total angkatan 342kg (150kg snatch dan 190kg pada clean and jerk).

“Dengan penerapan strategi yang mumpuni tim pelatih dan sang ayah Erwin Abdullah berhasil membawa anaknya menjadi juara dunia, sehingga tahun ini komplet Indonesia memiliki dua juara dunia di dua kategori yakni junior adalah Rizky Juniasyah dan pada senior Rahmat Erwin Abdullah,” kata Kabid Binpres PABSI, Hadi Wihardja.

Diketahui, Rahmat Erwin Abdullah sejak 2019 namanya sudah melejit di level Asia. Tercatat, dia pernah menyabet dua gelar Kejuaraan Asia Junior, emas SEA Games 2019, dan masuk empat besar Kejuaraan Asia Senior 2020.

Pada kelas 73 kilogram, angkatan terbaik Rahmat adalah 335 kg. Hasil tersebut dia raih saat Kejuaraan Asia Senior 2020. Perinciannya, snatch 148 kg dan clean and jerk 187 kg. Untuk kelas 73 kilogram, Rahmat adalah lifter nomor satu di Asia Tenggara.

Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Medali tersebut dia raih dengan penuh pengorbanan.

Rahmat mengaku sempat mengalami cedera hamstring saat menjalani pemanasan di Tokyo International Forum. Untungnya, dia masih bisa tampil dan mempersembahkan medali pada kelas 73 kg. (Jawapos)

MANADOPOST.ID–Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah menyabet dua medali emas masing-masing pada angkatan clean and jerk dan total angkatan dalam persaingan kelas 73kg putra Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Jumat malam WIB.

Dalam perebutan medali angkatan clean and jerk, lifter 21 tahun itu menjadi yang terbaik setelah pada angkatan ketiga mengangkat beban 192kg. Rahmat Erwin membuka angkatan pertama dengan 180kg dan kedua dengan 186kg.

Rahmat Erwin mengalahkan lifter Albania Briken Calja yang membawa pulang perak setelah membukukan angkatan terbaik clean and jerk 186kg. Sementara perunggu diraih lifter Korea Selatan Hansol Jeong dengan angkatan terbaik 181kg.

Namun pada angkatan snacth, Rahmat Erwin hanya mampu menempati posisi kelima. Dia membuka laga dengan melakukan angkatan snacth 142kg. Kemudian pada percobaan kedua dia mengangkat beban 147kg dan terakhir 151kg.

Sementara medali emas angkatan snacth diraih Briken Calja dengan 156kg. Suttipong Jeeram dari Thailand meraih perak dengan 154kg dan Sergei Petrov wakil dari Federasi Angkat Besi Rusia membawa pulang perunggu usai mengangkat 153kg.

Dengan hasil tersebut, secara keseluruhan atau gabungan dari angkatan snacth dan clean and jerk, Rahmat Erwin memastikan medali emas dengan total angkatan 343kg.

Sementara perak diraih Calja Briken dengan total angkatan 342kg dan Jeeram Suttipong membawa pulang perunggu setelah membukukan total angkatan 334kg.

Pelatih Kepala Pelatnas, Dirja Wihardja mengatakan dua emas yang diraih Rahmat Erwin merupakan konsistensi prestasinya setelah Olimpiade Tokyo 2020.

“Total angkatan yang diraih Rahmat Erwin Abdullah mengalami peningkatan 1kg dari Olimpiade Tokyo 202o lalu,” kata Dirja Wihardja dalam keterangan tertulis, Sabtu dini hari .

Pada Olimpiade Tokyo, Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu dengan total angkatan 342kg (150kg snatch dan 190kg pada clean and jerk).

“Dengan penerapan strategi yang mumpuni tim pelatih dan sang ayah Erwin Abdullah berhasil membawa anaknya menjadi juara dunia, sehingga tahun ini komplet Indonesia memiliki dua juara dunia di dua kategori yakni junior adalah Rizky Juniasyah dan pada senior Rahmat Erwin Abdullah,” kata Kabid Binpres PABSI, Hadi Wihardja.

Diketahui, Rahmat Erwin Abdullah sejak 2019 namanya sudah melejit di level Asia. Tercatat, dia pernah menyabet dua gelar Kejuaraan Asia Junior, emas SEA Games 2019, dan masuk empat besar Kejuaraan Asia Senior 2020.

Pada kelas 73 kilogram, angkatan terbaik Rahmat adalah 335 kg. Hasil tersebut dia raih saat Kejuaraan Asia Senior 2020. Perinciannya, snatch 148 kg dan clean and jerk 187 kg. Untuk kelas 73 kilogram, Rahmat adalah lifter nomor satu di Asia Tenggara.

Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Medali tersebut dia raih dengan penuh pengorbanan.

Rahmat mengaku sempat mengalami cedera hamstring saat menjalani pemanasan di Tokyo International Forum. Untungnya, dia masih bisa tampil dan mempersembahkan medali pada kelas 73 kg. (Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/