alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Istri-Istri Kepala Daerah Ini Berpeluang Besar Duduki Kursi Ketua W/KI Sinode GMIM

MANADOPOST.ID— Pesta iman pemilihan pelayan khusus (pelsus) di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memasuki babak baru. Kali ini sedang digelar pemilihan di aras wilayah. Hasilnya juga nanti menjadi salah satu penentu siapa yang bisa dipilih di aras Sinode, khususnya Kompelka BIPRA.

Cukup menarik dinanti pemilihan Ketua Komisi Pelayanan Wanita/Kaum Ibu Sinode GMIM. Sejumlah figur mulai disebut-sebut suksesor Pnt Adriana Dondokambey (AD), di periode 2022-2027. Ada lima nama yang cukup mengkristal dan sangat sering disebut. Yakni pertama Pnt Ny. Irene Angouw-Pinontoan yang merupakan Ketua W/KI GMIM Yesus Memberkati. Diketahui juga saat ini Pinontoan adalah Ketua TP PKK Kota Manado. Kemudian Ketua W/KI GMIM Bukit Moria Rike Pnt Ny. Fenny Roring-Lumanauw yang adalah Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa.

Selanjutnya Pnt Ny. Jeand’arc Senduk-Karundeng dari GMIM Pniel Kakaskasen, istri Wali Kota Tomohon Caroll Senduk. Nama lain yang kerap disebut adalah istri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Pnt Ny Martina Dondokambey-Lengkong Ketua W/KI GMIM Petra Sawangan. Dari kalangan akademisi ada Rektor Unima Pnt Ny Deitje Pasandaran-Katuuk yang merupakan Ketua W/KI GMIM Bukit Karmel Batukota.

Kemudian di bursa calon Ketua P/KB Sinode GMIM, ada tiga nama yang santer disebut. Yakni Wali Kota Bitung Pnt Maurits Mantiri (GMIM Pniel Manembo-nembo), Bupati Minahasa Selatan Pnt Franky Wongkar (GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah), dan Sekprov Sulut Pnt Gammy Asiano Kawatu (GMIM Bukit Zaitun).

Diketahui sebelumnya Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel menyebut, pelaksanaan pemilihan di tingkat kategorial BIPRA Sinode GMIM dijadwalkan digelar di minggu terakhir bulan Maret 2022. “Minggu terakhir bulan Maret Tahun 2022, mudah-mudahan bisa dilaksanakan. Mohon topangan doa dan dukungannya,” ujar dia, sembari menambahkan, seluruh unsur panitia pemilihan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes). Guna menopang percepatan pemulihan kondisi daerah imbas pandemi Covid-19.

Untuk kriteria calon komisi kategorial Sinode GMIM sudah tercantum jelas di tata Gereja GMIM dan Keputusan BPMS tentang pemilihan di semua aras tahun 2021-2022. Adapun dalam bab IV tentang pemilihan aras Sinode bagian F poin 2, ditegaskan kriteria calon komisi dan keanggotaan komisi pelayanan kategorial Sinode. Yang sama kriterianya. Baik kategorial Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan pelayanan Anak (BIPRA).

Pada poin tersebut, lebih dipertegas lagi terkait dengan kriteria calon ketua. Yakni harus mempunyai pengalaman melayani, sekurang-kurangnya satu periode pelayanan. Artinya calon ketua komisi harus pernah menjadi pelayan khusus (Pelsus) minimal sekira 1 periode sebelumnya. Juga harus hadir saat pemilihan serta memiliki pengalaman organisatoris dan persyaratan lainnya.

Berbagai harapan disampaikan jemaat untuk calon terpilih. Baik di kategorial P/KB maupun W/KI. Seperti disampaikan Ketua P/KB GMIM Betlehem Kawangkoan Baru Pnt Dr Anthonius Raffel. Dia menegaskan, bukan dilihat siapa figur yang nantinya terpilih, tapi harus mampu membawa pelayanan lebih baik kedepannya. “Jadi bukan dilihat orang siapa. Namun harus orang yang memberi diri dan mau bekerja dalam pelayanan,” tegasnya.

Lanjutnya, jangan hanya melihat jabatannya saja, namun harus benar-benar memberi diri dalam melayani jemaat kedepan. “Bukan hanya untuk mengejar jabatan ketua komisi, namun harus memberi benar dalam pelayanan,” ungkapnya sembari menambahkan siapa saja bisa menduduki jabatan komisi P/KB Sinode. “Memang  sekarang ramai-ramai dibicarakan dan dicalonkan figur. Maka pelayanan yang perlu dipertimbangkan adalah program P/KB yang benar menyentuh anggota. Karena P/KB imam dan ujung tombok di tengah keluarga. Ada juga P/KB di bawah garis kemiskinan, agar bisa menyentuh kedepan. Ada lapangan kerja juga dapat diciptakan. Ini harapan untuk ketua dan komisi P/KB GMIM kedepan,” ungkapnya.

Ada juga harapan yang disampaikan ketua komisi kategorial W/KI jemaat GMIM Solafide Tinoor Pnt Syane Marentek. Dia berharap agenda pemilihan kategorial Sinode berjalan dengan baik. “Semoga berjalan dengan baik sesuai pilihan masing-masing,” singkatnya berharap pelayanan juga dapat lebih maksimal. “Lebih mantap lagi. Dan untuk kegiatan boleh-boleh saja, dengan catatan melihat situasi dan kondisi saat ini. Karena belum bisa mengumpulkan banyak orang,” tambahnya.

Juga harapan pelayanan yang maksimal di periode 2022-2026 disampaikan Pnt Debby Kamasaan. “Harapan untuk Pelayanan W/KI agar lebih baik. Pelayanan selama ini sudah baik, tapi ke depan hendaknya lebih baik lagi. Program-program pelayanan W/KI hendaknya lebih menyentuh kedalam lapisan pelayanan yang  paling bawah. sehingga dapat mencapai pertumbuhan Iman sesuai dengan kehendak Tuhan,” tegasnya.

Ketua W/KI GMIM Betlehem Kawangkoan Baru ini menambahkan, berbagai figur kini dijagokan melayani lima tahun kedepan. Ini tentunya harus sejalan dengan pelayanan yang maksimal nantinya. “Dengan adanya figur yang memiliki nama besar, sangat berpengaruh dalam Pelayanan W/KI kedepan. Karena bisa saja mereka termasuk dalam pengambil keputusan, sehingga program-program pelayanan W/KI dapat berjalan dengan baik,” katanya.(rez/gel)

MANADOPOST.ID— Pesta iman pemilihan pelayan khusus (pelsus) di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memasuki babak baru. Kali ini sedang digelar pemilihan di aras wilayah. Hasilnya juga nanti menjadi salah satu penentu siapa yang bisa dipilih di aras Sinode, khususnya Kompelka BIPRA.

Cukup menarik dinanti pemilihan Ketua Komisi Pelayanan Wanita/Kaum Ibu Sinode GMIM. Sejumlah figur mulai disebut-sebut suksesor Pnt Adriana Dondokambey (AD), di periode 2022-2027. Ada lima nama yang cukup mengkristal dan sangat sering disebut. Yakni pertama Pnt Ny. Irene Angouw-Pinontoan yang merupakan Ketua W/KI GMIM Yesus Memberkati. Diketahui juga saat ini Pinontoan adalah Ketua TP PKK Kota Manado. Kemudian Ketua W/KI GMIM Bukit Moria Rike Pnt Ny. Fenny Roring-Lumanauw yang adalah Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa.

Selanjutnya Pnt Ny. Jeand’arc Senduk-Karundeng dari GMIM Pniel Kakaskasen, istri Wali Kota Tomohon Caroll Senduk. Nama lain yang kerap disebut adalah istri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Pnt Ny Martina Dondokambey-Lengkong Ketua W/KI GMIM Petra Sawangan. Dari kalangan akademisi ada Rektor Unima Pnt Ny Deitje Pasandaran-Katuuk yang merupakan Ketua W/KI GMIM Bukit Karmel Batukota.

Kemudian di bursa calon Ketua P/KB Sinode GMIM, ada tiga nama yang santer disebut. Yakni Wali Kota Bitung Pnt Maurits Mantiri (GMIM Pniel Manembo-nembo), Bupati Minahasa Selatan Pnt Franky Wongkar (GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah), dan Sekprov Sulut Pnt Gammy Asiano Kawatu (GMIM Bukit Zaitun).

Diketahui sebelumnya Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel menyebut, pelaksanaan pemilihan di tingkat kategorial BIPRA Sinode GMIM dijadwalkan digelar di minggu terakhir bulan Maret 2022. “Minggu terakhir bulan Maret Tahun 2022, mudah-mudahan bisa dilaksanakan. Mohon topangan doa dan dukungannya,” ujar dia, sembari menambahkan, seluruh unsur panitia pemilihan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes). Guna menopang percepatan pemulihan kondisi daerah imbas pandemi Covid-19.

Untuk kriteria calon komisi kategorial Sinode GMIM sudah tercantum jelas di tata Gereja GMIM dan Keputusan BPMS tentang pemilihan di semua aras tahun 2021-2022. Adapun dalam bab IV tentang pemilihan aras Sinode bagian F poin 2, ditegaskan kriteria calon komisi dan keanggotaan komisi pelayanan kategorial Sinode. Yang sama kriterianya. Baik kategorial Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan pelayanan Anak (BIPRA).

Pada poin tersebut, lebih dipertegas lagi terkait dengan kriteria calon ketua. Yakni harus mempunyai pengalaman melayani, sekurang-kurangnya satu periode pelayanan. Artinya calon ketua komisi harus pernah menjadi pelayan khusus (Pelsus) minimal sekira 1 periode sebelumnya. Juga harus hadir saat pemilihan serta memiliki pengalaman organisatoris dan persyaratan lainnya.

Berbagai harapan disampaikan jemaat untuk calon terpilih. Baik di kategorial P/KB maupun W/KI. Seperti disampaikan Ketua P/KB GMIM Betlehem Kawangkoan Baru Pnt Dr Anthonius Raffel. Dia menegaskan, bukan dilihat siapa figur yang nantinya terpilih, tapi harus mampu membawa pelayanan lebih baik kedepannya. “Jadi bukan dilihat orang siapa. Namun harus orang yang memberi diri dan mau bekerja dalam pelayanan,” tegasnya.

Lanjutnya, jangan hanya melihat jabatannya saja, namun harus benar-benar memberi diri dalam melayani jemaat kedepan. “Bukan hanya untuk mengejar jabatan ketua komisi, namun harus memberi benar dalam pelayanan,” ungkapnya sembari menambahkan siapa saja bisa menduduki jabatan komisi P/KB Sinode. “Memang  sekarang ramai-ramai dibicarakan dan dicalonkan figur. Maka pelayanan yang perlu dipertimbangkan adalah program P/KB yang benar menyentuh anggota. Karena P/KB imam dan ujung tombok di tengah keluarga. Ada juga P/KB di bawah garis kemiskinan, agar bisa menyentuh kedepan. Ada lapangan kerja juga dapat diciptakan. Ini harapan untuk ketua dan komisi P/KB GMIM kedepan,” ungkapnya.

Ada juga harapan yang disampaikan ketua komisi kategorial W/KI jemaat GMIM Solafide Tinoor Pnt Syane Marentek. Dia berharap agenda pemilihan kategorial Sinode berjalan dengan baik. “Semoga berjalan dengan baik sesuai pilihan masing-masing,” singkatnya berharap pelayanan juga dapat lebih maksimal. “Lebih mantap lagi. Dan untuk kegiatan boleh-boleh saja, dengan catatan melihat situasi dan kondisi saat ini. Karena belum bisa mengumpulkan banyak orang,” tambahnya.

Juga harapan pelayanan yang maksimal di periode 2022-2026 disampaikan Pnt Debby Kamasaan. “Harapan untuk Pelayanan W/KI agar lebih baik. Pelayanan selama ini sudah baik, tapi ke depan hendaknya lebih baik lagi. Program-program pelayanan W/KI hendaknya lebih menyentuh kedalam lapisan pelayanan yang  paling bawah. sehingga dapat mencapai pertumbuhan Iman sesuai dengan kehendak Tuhan,” tegasnya.

Ketua W/KI GMIM Betlehem Kawangkoan Baru ini menambahkan, berbagai figur kini dijagokan melayani lima tahun kedepan. Ini tentunya harus sejalan dengan pelayanan yang maksimal nantinya. “Dengan adanya figur yang memiliki nama besar, sangat berpengaruh dalam Pelayanan W/KI kedepan. Karena bisa saja mereka termasuk dalam pengambil keputusan, sehingga program-program pelayanan W/KI dapat berjalan dengan baik,” katanya.(rez/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/