alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

MAKIN BERANI LAWAN LORD LUHUT! Natalius Pigai Beber Fakta dan Bukti Kegagalan Luhut Panjaitan

MANADOPOST.ID – Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai makin berani melawan Luhut Binsar Panjaitan. Hal itu dibuktikan dengan Pigai memberkan fakta dan bukti kegagalan Luhut sebagai Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).

“Data dan faktanya Luhut gagal menjalankan tugasnya,” kata Natalius kepada PojokSatu.id di Jakarta, Rabu (12/1/2021).

Seperti banyaknya tambang, batubara, timah, bauksit, nikel, tembaga, maupun emas ilegal.

Menurut Natalius, Luhut gagal dalam revitalisasi kegiatan pertambangan ilegal yang menyebabkan kerugian negara.

“Dianggap merugikan negara karena statusnya tanpa izin, tidak membayar royalti, menyebabkan keresahan sosial dan merusak lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, hasil-hasil pertambangan di Indonesia yang sebagian besar banyak diekspor ke luar negeri.

Itu diproduksi oleh pertambangan modern berskala besar seperti Freeport Indonesia (tembaga) di Papua, Vale (nikel) di Sulawesi Selatan.

Kemudian PT Aneka Tambang Bauksit dulu di pulau Bintan-Kepulauan Riau dan sekarang di Kalimantan Barat.

MANADOPOST.ID – Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai makin berani melawan Luhut Binsar Panjaitan. Hal itu dibuktikan dengan Pigai memberkan fakta dan bukti kegagalan Luhut sebagai Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).

“Data dan faktanya Luhut gagal menjalankan tugasnya,” kata Natalius kepada PojokSatu.id di Jakarta, Rabu (12/1/2021).

Seperti banyaknya tambang, batubara, timah, bauksit, nikel, tembaga, maupun emas ilegal.

Menurut Natalius, Luhut gagal dalam revitalisasi kegiatan pertambangan ilegal yang menyebabkan kerugian negara.

“Dianggap merugikan negara karena statusnya tanpa izin, tidak membayar royalti, menyebabkan keresahan sosial dan merusak lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, hasil-hasil pertambangan di Indonesia yang sebagian besar banyak diekspor ke luar negeri.

Itu diproduksi oleh pertambangan modern berskala besar seperti Freeport Indonesia (tembaga) di Papua, Vale (nikel) di Sulawesi Selatan.

Kemudian PT Aneka Tambang Bauksit dulu di pulau Bintan-Kepulauan Riau dan sekarang di Kalimantan Barat.

Most Read

Artikel Terbaru

/