24.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

MAKIN BERANI LAWAN LORD LUHUT! Natalius Pigai Beber Fakta dan Bukti Kegagalan Luhut Panjaitan

Selanjutnya, PT Timah (timah) di Bangka Belitung, PT Kaltim Prima Coal atau Adaro (batubara) di Kalimantan Timur.

“Sebagian dari mereka adalah perusahaan multinasional menanamkan modalnya tidak hanya di Indonesia,” ungkapnya.

Natalius Pigai juga menilai, apa yang dilakukan Luhut Binsar melaiu PT. Toba Sejahtera ikut berinvestasi dalam pengelolaan Blok Wabu Papua cenderung subjektif dan menyalahi aturan hukum dan moral.

Lalu, berdasarkan Data BPS 2021, investasi di Indonesia sejak tahun 2018 tidak mengalami peningkatan, malah menurun tiap tahunnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dari 2018 sebanyak 29.307,91 juta USD, 2019 sebanyak 28.208,76 juta USD, 2020 sebesar 28.666,30 juta USD.

Jumlah investasi tersebut dilihat dari Penanaman Modal Asing baik dari USA, kawasan Asia, kawasan Afrika, Eropa dan kawasan Amerika lainnya.

“Investasi asing juga hanya didominasi oleh Tiongkok dan Hongkong,” ucap Natalius Pigai.

Jumlah tersebut di atas adalah investasi murni tidak termasuk sektor minyak dan bumi, serta perbankan.

Lembaga keuangan non bank, asuransi, sewa guna usaha, investasi yang perizinannya dikeluarkan oleh instansi teknis atau sektor.

Selanjutnya, Investasi porto folio (pasar modal) dan rumah tangga, proyek dalam unit yang sudah berlangsung lama.

Berdasarkan data tersebut, kata Natalius Pigai, Luhut Binsar Panjaitan gagal menjalankan tugasnya sebagai Menko Marves.

“Dengan demikian Menko Marves gagal dalam usaha meningkatkan investasi, iklim investasi dan juga menjalin kemitraaan internasional,” tandasnya. (muf/pojoksatu)

Selanjutnya, PT Timah (timah) di Bangka Belitung, PT Kaltim Prima Coal atau Adaro (batubara) di Kalimantan Timur.

“Sebagian dari mereka adalah perusahaan multinasional menanamkan modalnya tidak hanya di Indonesia,” ungkapnya.

Natalius Pigai juga menilai, apa yang dilakukan Luhut Binsar melaiu PT. Toba Sejahtera ikut berinvestasi dalam pengelolaan Blok Wabu Papua cenderung subjektif dan menyalahi aturan hukum dan moral.

Lalu, berdasarkan Data BPS 2021, investasi di Indonesia sejak tahun 2018 tidak mengalami peningkatan, malah menurun tiap tahunnya.

Dari 2018 sebanyak 29.307,91 juta USD, 2019 sebanyak 28.208,76 juta USD, 2020 sebesar 28.666,30 juta USD.

Jumlah investasi tersebut dilihat dari Penanaman Modal Asing baik dari USA, kawasan Asia, kawasan Afrika, Eropa dan kawasan Amerika lainnya.

“Investasi asing juga hanya didominasi oleh Tiongkok dan Hongkong,” ucap Natalius Pigai.

Jumlah tersebut di atas adalah investasi murni tidak termasuk sektor minyak dan bumi, serta perbankan.

Lembaga keuangan non bank, asuransi, sewa guna usaha, investasi yang perizinannya dikeluarkan oleh instansi teknis atau sektor.

Selanjutnya, Investasi porto folio (pasar modal) dan rumah tangga, proyek dalam unit yang sudah berlangsung lama.

Berdasarkan data tersebut, kata Natalius Pigai, Luhut Binsar Panjaitan gagal menjalankan tugasnya sebagai Menko Marves.

“Dengan demikian Menko Marves gagal dalam usaha meningkatkan investasi, iklim investasi dan juga menjalin kemitraaan internasional,” tandasnya. (muf/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/