alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

TRAGIS! Bupati Meninggal Karena Covid-19, Wakil Bupati Meninggal Akibat Kanker Otak dan Paru-paru

MANADOPOST.ID – Wakil Bupati nonaktif Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Johan Anuar, meninggal dunia pada Senin, (10/1) di RS Siti Khadijah Palembang sekitar pukul 07.30 WIB.

 

Johan merupakan tersangka korupsi tahanan KPK yang mendekam di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Pakjo Palembang, Sumatera Selatan.

 

Tahanan dibantarkan berdasarkan penetapan Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 50/Tuaka.Pid/Pen.24/VIII/2021 Tentang pemberian izin pembantaran penahanan. Johan menjalani perawatan sejak Juni 2021 lalu setelah diketahui mengidap kanker otak dan paru-paru,.

 

Kuasa Hukum Johan, Titis Rachmawati mengatakan, mulanya kesehatan Johan mulai menurun sejak divonis penjara delapan tahun oleh hakim Palembang, Mei 2021 atas kasus korupsi lahan kuburan. Hingga akhirnya Juni mulai dirawat, dan Agustus 2021 hakim Pengadilan Tinggi Sumsel melakukan pembantaran terhadap Johan agar bisa menjalani operasi.

 

“Pertama di RSPAD Jakarta, Agustus 2021 Pak Johan menjalani operasi di kepala beliau. Diagnosa dokter memang kanker di kepala. Setelah menjalani pembedahan, CT Scan, MRI, itu sudah menjalar ke paru-paru sehingga dirawat di RSMH Palembang,” ujar Titis.

 

Setelah statusnya dibantarkan oleh Hakim Pengadilan TInggi Sumsel, Johan menjalani perawatan di RSMH Palembang sejak Agustus. Johan menjalani perawatan radioterapi dan kemoterapi setelah dinyatakan kanker otak dan paru-parunya stadium 4B.

 

Titis berujar, terkait perkara yang masih dijalani oleh Johan, saat ini masih dalam proses penuntutan jaksa di Mahkamah Agung.

MANADOPOST.ID – Wakil Bupati nonaktif Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Johan Anuar, meninggal dunia pada Senin, (10/1) di RS Siti Khadijah Palembang sekitar pukul 07.30 WIB.

 

Johan merupakan tersangka korupsi tahanan KPK yang mendekam di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Pakjo Palembang, Sumatera Selatan.

 

Tahanan dibantarkan berdasarkan penetapan Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 50/Tuaka.Pid/Pen.24/VIII/2021 Tentang pemberian izin pembantaran penahanan. Johan menjalani perawatan sejak Juni 2021 lalu setelah diketahui mengidap kanker otak dan paru-paru,.

 

Kuasa Hukum Johan, Titis Rachmawati mengatakan, mulanya kesehatan Johan mulai menurun sejak divonis penjara delapan tahun oleh hakim Palembang, Mei 2021 atas kasus korupsi lahan kuburan. Hingga akhirnya Juni mulai dirawat, dan Agustus 2021 hakim Pengadilan Tinggi Sumsel melakukan pembantaran terhadap Johan agar bisa menjalani operasi.

 

“Pertama di RSPAD Jakarta, Agustus 2021 Pak Johan menjalani operasi di kepala beliau. Diagnosa dokter memang kanker di kepala. Setelah menjalani pembedahan, CT Scan, MRI, itu sudah menjalar ke paru-paru sehingga dirawat di RSMH Palembang,” ujar Titis.

 

Setelah statusnya dibantarkan oleh Hakim Pengadilan TInggi Sumsel, Johan menjalani perawatan di RSMH Palembang sejak Agustus. Johan menjalani perawatan radioterapi dan kemoterapi setelah dinyatakan kanker otak dan paru-parunya stadium 4B.

 

Titis berujar, terkait perkara yang masih dijalani oleh Johan, saat ini masih dalam proses penuntutan jaksa di Mahkamah Agung.

Most Read

Artikel Terbaru

/