alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

UBEDILLAH BADRUN BISA KENA MENTAL! Gibran dan Kaesang Peluang Tuntut Balik, Independensi KPK Diuji

MANADOPOST.ID – Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep bisa saja menuntut balik Ubedilah Badrun yang telah melaporkan keduanya ke KPK.

Gibran dan Kaesang dilaporkan Ubedilah Badrun ke KPK atas tuduhan KKN.

Itu bisa terjadi jika KPK tidak menemukan bukti kuat dalam pelaporan yang dilayangkan Ubedilah Badrun.

“Dengan demikian bisa menuntut balik Ubedillah Badrun, tetapi itu hak Gibran dan Kaesang,” ujar pengamat politik Jamiluddin Ritonga kepada Pojoksatu.id (jaringan Manado Post), Rabu (12/1/2021).

Akan tetapi, kata Jamiluddin, kuncinya adalah sepenuhnya ada di lembaga antirasuah tersebut.

Begitu juga sebaliknya, jika dugaan laporan Ubedilah Badrun terbukti, maka KPK harus melakukan pengusutan.

“Ya, harus diproses sebagaimana mestinya aturan yang mengatur, tidak bisa terbang pilih,” kata Jamiluddin.

 

Menurut Jamiluddin, Ubedilah sedang menguji independensi KPK dengan melaporkan dua putra Presiden Jokowi.

“Menguji KPK, apakah benar-benar independensi atau hanya slogan,” katanya.

Jamiluddin menyebutkan, independensi lembaga antirusuah itu akan terbukti dalam kasus pelaporan Kaesang dan Gibran.

“Bagaimana nanti KPK memproses laporan itu, apakah akan diproses dengan serius atau sebaliknya,” ujarnya.

Dosen Universitas Esa Unggul itu menilai, kasus pelaporan tersebut merupakan bola panas dari Ubedillah untuk KPK.

“KPK mendapat bola panas dengan dilaporkannya Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi,” ucapnya.

Karena itu, demi menjaga nama baik lembaga pimpinan Firli Bahuri itu, KPK harus memproses sesuai dengan prosedur.

 

“Tidak boleh diintervensi, harus diproses secara demokrasi kasus Kaesang dan Gibran, tidak boleh ditarik keranah politis,” tuturnya. (muf/pojoksatu)

MANADOPOST.ID – Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep bisa saja menuntut balik Ubedilah Badrun yang telah melaporkan keduanya ke KPK.

Gibran dan Kaesang dilaporkan Ubedilah Badrun ke KPK atas tuduhan KKN.

Itu bisa terjadi jika KPK tidak menemukan bukti kuat dalam pelaporan yang dilayangkan Ubedilah Badrun.

“Dengan demikian bisa menuntut balik Ubedillah Badrun, tetapi itu hak Gibran dan Kaesang,” ujar pengamat politik Jamiluddin Ritonga kepada Pojoksatu.id (jaringan Manado Post), Rabu (12/1/2021).

Akan tetapi, kata Jamiluddin, kuncinya adalah sepenuhnya ada di lembaga antirasuah tersebut.

Begitu juga sebaliknya, jika dugaan laporan Ubedilah Badrun terbukti, maka KPK harus melakukan pengusutan.

“Ya, harus diproses sebagaimana mestinya aturan yang mengatur, tidak bisa terbang pilih,” kata Jamiluddin.

 

Menurut Jamiluddin, Ubedilah sedang menguji independensi KPK dengan melaporkan dua putra Presiden Jokowi.

“Menguji KPK, apakah benar-benar independensi atau hanya slogan,” katanya.

Jamiluddin menyebutkan, independensi lembaga antirusuah itu akan terbukti dalam kasus pelaporan Kaesang dan Gibran.

“Bagaimana nanti KPK memproses laporan itu, apakah akan diproses dengan serius atau sebaliknya,” ujarnya.

Dosen Universitas Esa Unggul itu menilai, kasus pelaporan tersebut merupakan bola panas dari Ubedillah untuk KPK.

“KPK mendapat bola panas dengan dilaporkannya Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi,” ucapnya.

Karena itu, demi menjaga nama baik lembaga pimpinan Firli Bahuri itu, KPK harus memproses sesuai dengan prosedur.

 

“Tidak boleh diintervensi, harus diproses secara demokrasi kasus Kaesang dan Gibran, tidak boleh ditarik keranah politis,” tuturnya. (muf/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/