30C
Manado
Kamis, 25 Februari 2021

Putra Nusa Utara Tiga Hari Pimpin Sulut

MANADOPOST.ID—Tampuk pimpinan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hari ini berganti. Putra Nusa Utara untuk sementara bakal menggantikan gubernur definitif Olly Dondokambey.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen didapuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Tugas tersebut bakal efektif diembannya per 12 Februari.

Penunjukan Plh dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Olly Dondokambey-Steven Kandouw yang seharusnya digelar besok tertunda.

Kepala Biro Pemerintahan Setprov Jemmy Kumendong mengatakan, surat dari Kemendagri terkait penunjukan Silangen telah diterima tetapi baru akan efektif berlaku besok. “Pak Sekprov sudah diberi tahu. Dan sudah menyatakan kesediaannya,” ungkap dia.

Silangen bakal menjalankan roda pemerintahan di Pemprov Sulut hingga Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih dilantik. “Belum ada surat resminya kapan. Tapi info yang kami dapatkan begitu (pelantikan 15 Februari, red),” pungkasnya. Silangen dilahirkan di Ulu Kabupaten Sitaro pada 22 Oktober 1961.

Perlu diketahui, pelantikan OD-SK bakal digelar di Jakarta. Pelantikan tersebut dibeberkan Kumendong, bakal dilakukan dengan menyesuaikan waktu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “Untuk gubernur dan wakil gubernur terpilih, dokumen persyaratan kelengkapan administratif telah disampaikan ke Presiden melalui Mendagri. Ketentuannya pelantikan gubernur/wagub dilaksanakan oleh Presiden di Jakarta. Untuk urusan pelantikan yang mengatur adalah Kemendagri. Aturannya, dilantik oleh presiden dan pelaksanaan di Jakarta,” ungkapnya.

Masa jabatan pasangan OD-SK pada periode pertama, habis hari ini. Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Jhony Lengkong menilai, pelantikan mau dilakukan secara virtual bisa juga, begitup jika dilakukan secara langsung.

“Kan jika dilakukan langsung di Jakarta, otomatis hanya keluarga istri dan anak yang akan hadir. Pasti akan dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Karena itu bagi saya, sudah tidak ada masalah untuk proses pelantikannya,” tandas akademisi Fispol Unsrat tersebut.(gnr)

Artikel Terbaru