24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

PANAS! Anis Baswedan Disebut Lakukan Pembohong Publik, PDIP Pegang Bukti Formula E Didanai APBD

“Lelang pelaksanaan pembangunan lintasan Formula E yang menetapkan lokasi lintasan di Ancol, terlihat tidak transparan dan tidak jelas sumber pendanaannya. Apakah dana dari sponsorship atau dana PT Jakpro sendiri,” jelasnya.

Gembong Warsono mengatakan, Gubernur Anies Baswedan dan pejabat Pemprov DKI terkait kerap mengeklaim tidak menggunakan APBD dalam pelaksanaan Formula E.

PDI Perjuangan juga berkeberatan lantaran tidak ada pengumuman peserta lelang yang lulus dan tidak lulus kualifikasi, tiba-tiba dinyatakan bahwa pelelangan batal dan diulang.

Lalu, seminggu kemudian PT Jakpro mengumumkan PT Jaya Konstruksi menjadi pemenang lelang, tanpa ada penjelasan alasan lelang batal.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Fakta bahwa sebetulnya lelang ini justru diatur sedemikian rupa sehingga menetapkan PT Jaya Konstruksi sebagai pemenang, karena pekerjaan pendahuluan sudah dilakukan sebelumnya oleh perusahaan itu berupa beton pembatas lintasan trek, namun belum dibayar oleh PT Jakpro,” tutur Gembong.

Anggota Komisi A ini mengindikasikan, pekerjaan sudah dilakukan terlebih dahulu berupa mencetak barrier pembatas lintasan oleh PT Jaya Konstruksi.

Karena ada keterkaitan pembangunan lintasan yang semula di Monas kemudian dialihkan ke Ancol, maka pemenang untuk pembangunan trek Ancol tetap diupayakan ke PT Jaya Konstruksi.

“Diduga itulah alasan mendasar sehingga lelang terpaksa dibatalkan terlebih dahulu, lalu PT Jaya Konstruksi dimenangkan Kembali melanjutkan pembangunan trek Formula E,” tambahnya. (mcr4/jpnn)

“Lelang pelaksanaan pembangunan lintasan Formula E yang menetapkan lokasi lintasan di Ancol, terlihat tidak transparan dan tidak jelas sumber pendanaannya. Apakah dana dari sponsorship atau dana PT Jakpro sendiri,” jelasnya.

Gembong Warsono mengatakan, Gubernur Anies Baswedan dan pejabat Pemprov DKI terkait kerap mengeklaim tidak menggunakan APBD dalam pelaksanaan Formula E.

PDI Perjuangan juga berkeberatan lantaran tidak ada pengumuman peserta lelang yang lulus dan tidak lulus kualifikasi, tiba-tiba dinyatakan bahwa pelelangan batal dan diulang.

Lalu, seminggu kemudian PT Jakpro mengumumkan PT Jaya Konstruksi menjadi pemenang lelang, tanpa ada penjelasan alasan lelang batal.

“Fakta bahwa sebetulnya lelang ini justru diatur sedemikian rupa sehingga menetapkan PT Jaya Konstruksi sebagai pemenang, karena pekerjaan pendahuluan sudah dilakukan sebelumnya oleh perusahaan itu berupa beton pembatas lintasan trek, namun belum dibayar oleh PT Jakpro,” tutur Gembong.

Anggota Komisi A ini mengindikasikan, pekerjaan sudah dilakukan terlebih dahulu berupa mencetak barrier pembatas lintasan oleh PT Jaya Konstruksi.

Karena ada keterkaitan pembangunan lintasan yang semula di Monas kemudian dialihkan ke Ancol, maka pemenang untuk pembangunan trek Ancol tetap diupayakan ke PT Jaya Konstruksi.

“Diduga itulah alasan mendasar sehingga lelang terpaksa dibatalkan terlebih dahulu, lalu PT Jaya Konstruksi dimenangkan Kembali melanjutkan pembangunan trek Formula E,” tambahnya. (mcr4/jpnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/