30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Cerita Warga Indonesia di Gaza Saat Serangan Udara Israel, Bikin Merinding

MANADOPOST.ID – Militer Israel, menggempur Jalur Gaza, Palestina dengan serangan udara pada Rabu (12/4) pagi.

Akibat serangan agresif itu, sedikitnya ada 35 warga Gaza termasuk 10 anak-anak yang dinyatakan meninggal dunia.

Dilansir dari iNews, begini kondisi di Jalur Gaza serangan udara militer Israel berlangsung.

Seorang aktivis kemanusiaan Indonesia di Gaza, Muhammad Husein, bersama istrinya, Jinan, dalam siaran di YouTube Rabu pagi, mengatakan, jet tempur Israel tak henti-hentinya melancarkan serangan di Gaza.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Bahkan drone-drone Israel terbang tanpa henti di wilayah berpenduduk sekitar 2 juta jiwa untuk terus memantau situasi.

Salah satu bangunan di Gaza yang runtuh akibat serangan tentara Israel

“Kondisi sekarang benar-benar mencekam karena pesawat-pesawat tempur Israel ini tak juga berhenti membombardir Gaza di beberapa titik dan targetnya sipil, rumah-rumah, gedung-gedung tempat tinggal,” ujar pria yang sudah 10 tahun lebih tinggal di Jalur Gaza itu.

Dia menambahkan, selain korban meninggal sekitar 250 warga mengalami luka. Kondisi saat ini sangat sulit dan warga tak berani keluar rumah.

Husein mengatakan, dia sudah tak keluar rumah 2 hari padahal ada donasi yang harus segera didistribusikan.

Sebelumnya Israel menggunakan 80 jet tempur untuk membombardir puluhan lokasi di Jalur Gaza, termasuk gedung permukiman.

Pada Selasa, jet tempur Israel mengebom gedung 13 lantai hingga runtuh. Bangunan di sekelilingnya juga rusak parah.

Serangan balasan Palestina atas agresi militer Israel

Militer Israel mengklaim beberapa bagian gedung yang berada di lingkungan Rimal itu digunakan sebagai kantor kelompok Hamas, termasuk tempat penelitian dan pengembangan militer serta intelijen.

Perumahan dan gedung perkantoran di lingkungan yang sama juga hancur akibat serangan Israel pada Rabu sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan jumlah korban tewas 32 orang, namun sebuah stasiun radio yang berafiliasi dengan Hamas menyatakan ada tambahan tiga orang lagi, termasuk masing-masing seorang perempuan dan anak.

Kedua korban dinyatakan meninggal dalam serangan udara Israel di bagian atas gedung yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz mengatakan, Israel melakukan ratusan kali serangan akan meruntuhkan lebih banyak gedung lagi. (tr-01/iNews)

MANADOPOST.ID – Militer Israel, menggempur Jalur Gaza, Palestina dengan serangan udara pada Rabu (12/4) pagi.

Akibat serangan agresif itu, sedikitnya ada 35 warga Gaza termasuk 10 anak-anak yang dinyatakan meninggal dunia.

Dilansir dari iNews, begini kondisi di Jalur Gaza serangan udara militer Israel berlangsung.

Seorang aktivis kemanusiaan Indonesia di Gaza, Muhammad Husein, bersama istrinya, Jinan, dalam siaran di YouTube Rabu pagi, mengatakan, jet tempur Israel tak henti-hentinya melancarkan serangan di Gaza.

Bahkan drone-drone Israel terbang tanpa henti di wilayah berpenduduk sekitar 2 juta jiwa untuk terus memantau situasi.

Salah satu bangunan di Gaza yang runtuh akibat serangan tentara Israel

“Kondisi sekarang benar-benar mencekam karena pesawat-pesawat tempur Israel ini tak juga berhenti membombardir Gaza di beberapa titik dan targetnya sipil, rumah-rumah, gedung-gedung tempat tinggal,” ujar pria yang sudah 10 tahun lebih tinggal di Jalur Gaza itu.

Dia menambahkan, selain korban meninggal sekitar 250 warga mengalami luka. Kondisi saat ini sangat sulit dan warga tak berani keluar rumah.

Husein mengatakan, dia sudah tak keluar rumah 2 hari padahal ada donasi yang harus segera didistribusikan.

Sebelumnya Israel menggunakan 80 jet tempur untuk membombardir puluhan lokasi di Jalur Gaza, termasuk gedung permukiman.

Pada Selasa, jet tempur Israel mengebom gedung 13 lantai hingga runtuh. Bangunan di sekelilingnya juga rusak parah.

Serangan balasan Palestina atas agresi militer Israel

Militer Israel mengklaim beberapa bagian gedung yang berada di lingkungan Rimal itu digunakan sebagai kantor kelompok Hamas, termasuk tempat penelitian dan pengembangan militer serta intelijen.

Perumahan dan gedung perkantoran di lingkungan yang sama juga hancur akibat serangan Israel pada Rabu sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan jumlah korban tewas 32 orang, namun sebuah stasiun radio yang berafiliasi dengan Hamas menyatakan ada tambahan tiga orang lagi, termasuk masing-masing seorang perempuan dan anak.

Kedua korban dinyatakan meninggal dalam serangan udara Israel di bagian atas gedung yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz mengatakan, Israel melakukan ratusan kali serangan akan meruntuhkan lebih banyak gedung lagi. (tr-01/iNews)

Most Read

Artikel Terbaru

/