alexametrics
24.4 C
Manado
Rabu, 20 Oktober 2021
spot_img

Yayasan GMIM Siapkan Gebrakan: Prodi Baru di UKIT, Sekolah Unggulan di Daerah

MANADOPOST.ID— Ketua Yayasan GMIM Ds AZR Wenas Ir David Sompie membeber, pihaknya terus berkomitmen mewujudkan sekaligus meningkatkan kualitas jalannya proses transformasi, literasi serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Tentunya sebelum Yayasan GMIM Ds AZR Wenas hadir, lebih lagi organisasi gereja terbesar di Sulut ini eksis hingga kini, tidak bisa lepas dari kedatangan misionaris Riedel dan Schwarz. Kami sebagai pimpinan dalam yayasan pendidikan yang dimiliki GMIM akan terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten kota, dalam hal peningkatan kualitas institusi pendidikan,” katanya, tadi malam (11/6).

Beberapa gebrakan tengah disiapkan. Di bidang pendidikan tinggi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), tengah dipersiapkan untuk membuka program studi baru.

“Masing-masing jurusan baru yaitu Fakultas Kedokteran, serta Manajemen Kewirausahaan. Termasuk peningkatan Akademik Perawatan, menjadi Politeknik Kesehatan atau paling tidak Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Kesehatan (STIKES). Ini sementara berproses, mudah-mudahan direstui pemangku kebijakan,” beber Sompie.

Disentil soal bagaimana momentum perayaan HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen, dapat mendongkrak kualitas literasi dan penciptaan SDM yang berdaya saing dan selaras dengan RPJMD Pemerintah Provinsi Sulut. Sompie bilang, pihaknya kini tengah berencana menambah sekolah-sekolah unggulan yang telah lama hadir di Kota Tomohon. 

“Ada penetapan dan rencana sekolah-sekolah unggulan, semisal SMA Kristen 2 Tomohon. Atau lama dikenal masyarakat dengan sekolah berstandar khusus. Di Kabupaten Minahasa, Mitra, Bitung serta Minsel. Apalagi kepemimpinan eksekutif saat ini dimudahkan dengan sinergitas yang terjalin. Nanti teknisnya dibicarakan bersama pemerintah setempat dan SKPD terkait. Dan perlu diketahui juga, tiap tahunnya ada peningkatan kompetensi dan keterampilan seluruh tenaga pendidik di bawah koordinasi kita. Ada sertifikasi yang diselenggarakan pemerintah kabupaten kota. Nah, dari sini turut membantu para guru kita, yang kurang lebih berjumlah 5.000 orang. Bisa menerima pendapatan bulanan yang lebih baik,” papar dia.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Yayasan Pendidikan Ds AZR Wenas terkendala dalam hal anggaran. Jika kita komparasikan dengan penyediaan pendidikan seperti di Yayasan Eben Haezar di Manado. Mereka memiliki potensi untuk meningkatkan sarana dan kualitas pendidikan, karena ada pembiayaan yang dipungut dari peserta didik. Beda dengan SD GMIM di Kabupaten Minahasa misalnya, yang sepenuhnya tidak dipungut biaya sama sekali,” tambah dia.(yol/tan)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru