28 C
Manado
Kamis, 3 Desember 2020

DEBAT PILGUB SULUT: Lanjutkan Vs Rencanakan, Pengamat: Ada Jawaban Paslon tak Sesuai Konteks

MANADOPOST.JAWAPOS.COM—Debat publik tahap II Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara kembali digelar semalam. Tiga pasangan calon, Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Lanjar (CEP-Sehan), Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-HR) dan Olly Dondokambey-Steven Kandouw (Olly-Steven), lagi-lagi ‘perang’ program.

Debat publik bertema ‘Kesejahteraan Masyarakat, Pendidikan dan Penanggulangan Kemiskinan, Ekonomi Industri, Pendidikan, Perdagangan dan Teknologi, UMKM dan Koperasi, Gender, Disabilitas dan Anak’. Pada sesi pertama ketiga paslon langsung ‘bertempur’, dengan durasi waktu 4 menit 30 detik. Pada sesi satu tersebut, CEP-Sehan menyampaikan visi-misinya ketika terpilih.

CEP-Sehan memaparkan visi-misi yang dirangkum dalam rencana 9 program unggulan karya CS-Sehan. Seperti mengentaskan kemiskinan dan angka pengangguran, serta mengalokasikan dana sebesar Rp200 juta kepada setiap desa, dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan masyarakat. “Kami bakal memastikan masyarakat Sulut yang cerdas dan tentunya sejahtera,” kata CEP. VAP-HR juga berkerinduan, Sulut ke depan lebih maju dan sejahtera. Mereka berkeinginan menjadi gubernur dan wakil yang diberkati, serta komitmen menyejahterakan 15 kabupaten/kota dengan konsep kebersamaan atau keseteraan. “Bagi kami yang terpenting adalah bagaimana menyejahterakan masyarakat di 15 kabupaten/kota tanpa ada pilih kasih. Persamaan wajib diberikan bagi semua masyarakat,” kata VAP.

Sementara paslon Olly-Steven memaparkan keunggulan yang sudah dicapai selama menjabat. Berbagai capaian disampaikan Olly-Steven berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Olly-Steven mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sulut tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 5,6%, inflasi di bawah 4 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 7 persen. Selama 5 tahun melayani rakyat Olly-Steven mengaku, sudah mengawal visi-misi Sulut yang berdikari dalam bidang ekonomi berdaulat dalam pemerintahan dan bagian dalam budaya. “Kita bukan berencana lagi, tapi kita sudah jalankan program kerja dalam menyejahterakan masyarakat. Baik itu pemberian bantuan, perlindungan asuransi dan pelatihan. Itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi Sulut yang bertumbuh 5-6% setiap tahun dari 2015-2019,” ungkap Olly.

Sesi kedua masuk pada tanya jawab. Menggunakan pertanyaan dari tim penyusun yang terdiri dari akademisi ternama di Sulut. Sesuai undian, paslon Olly-Steven mendapat kesempatan pertama. Dengan pertanyaan terkait tingkat kemiskinan yang turun di angka 7 persen, dan di masa pandemi naik menjadi 7,3 persen. Olly-Steven dicerca bagaimana nanti jika terpilih kembali menjadi gubernur dan wakil gubernur. Olly-Steven mengungkap, banyak program yang sudah dikerjakan, dan berkeyakinan pada semester keempat angka kemiskinan akan kembali turun seperti tahun 2019.

Kesempatan kedua, paslon nomor 1 ditanya terkait komitmen strategi kebijakan CEP-Sehan, jika terpilih untuk memajukan kesejahteraan umum, termasuk melakukan perlindungan dan penstabilan gender kaum minoritas. Menurut CEP-Sehan, jika terpilih, pertama akan melakukan sinergitas dengan bupati/wali kota. Bekerja sama meminta koordinasi dengan daerah, yang merupakan tanggung jawab gubernur dan wakil gubernur, guna menyelesaikan persoalan, termasuk menjamin kesejahteraan umum dan perlindungan gender kaum minoritas.

Kesempatan ketiga, pasangan VAP-HR mendapat pertanyaan terkait bagaimana cara memberi perlindungan dan hak-hak kepada kaum disabilitas. Seperti kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan yang layak bagi kaum disabilitas. Menurut VAP-HR, jika terpilih, apa yang menjadi kebutuhan kaum disabilitas bakal diwujudkan, dengan pemberian yang didukung dengan sarana pembangunan khusus kaum disabilitas.

Pada sesi ketiga, paslon mendapat kesempatan memberi pertanyaan kepada masing-masing calon. Saling mengungkap data dan singgung-menyinggung. Kesempatan pertama, paslon Olly-Steven bertanya kepada paslon 1 dan 2, dengan pertanyaan melingkupi gini ratio, karena menurut Olly-Steven dua kabupaten yakni Minahasa Selatan dan Minahasa Utara, angka gini ratio-nya tertinggi.

CEP-Sehan mengaku bakal menyejahterakan petani dan nelayan dengan pemberian bantuan akan menjadi tugas, untuk meningkatkan kesejahteraan dari desa. “Kami juga bakal menyalurkan bantuan Rp200 juta, guna menekan angka gini rasio, dengan mendorong ekonomi masyarakat dari desa. Karena Sulut harus bangkit dari desa,” ungkap CEP.

Hal lain diungkapkan VAP. Menurut VAP, dalam membangun Sulut ke depan, mereka akan menarik investor guna membuka pubrik yang dapat mengelola komoditas unggulan. “Hal ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru, yang pastinya mendorong ekonomi Sulut berhasil ke depan,” tegas VAP. Usai menerima jawaban dari masing-masing paslon, pasangan Olly-Steven langsung menanggapi. “Minta maaf, menurut saya paslon nomor dua tidak paham apa itu gini ratio. Menurut hemat saya juga, jawaban paslon nomor satu dan dua tidak ada upaya ikhtiar yang bisa mengurangi disparitasi,” timpal Steven.

Berikut, CEP-Sehan dalam pertanyaannya menyinggung soal hal investasi, menurut CEP bagaimana investasi yang akan dilaksanakan nanti jika terpilih dengan melihat principal ekuator. VAP menyebut, nantinya jika terpilih dalam mengeluarkan izin, harus sesuai aturan. “Dalam membuat apa saja harus sesuai pasal dan izin yang berlaku. Jangan sembarangan mengeluarkan izin yang melanggar hukum. Saya sudah pernah masuk penjara hanya kesalahan tanda tangan, maka dari itu saya harus sesuai pasal-pasal yang berlalu dalam mengekuarkan izin,” sebutnya.

Paslon nomor 3 menanggapi, bahwa dalam pemerintahan yang sedang berjalan, ekonomi rata-rata Sulut di atas angka nasional. Menurur Olly, multiplier efek dari ekuator principal sangat menguntungkan masyarakat. “Ekonomi kita tumbuh karena geliat investor yang masuk sangat membantu. Selama lima tahun kami memimpin, iklim investasi Sulut meningkat tajam,” sebut Olly.

Menanggapi jawaban kedua paslon, Sehan menyebut ekuator principal, yang dimaksud adalah keseimbangan lingkungan. “Saya kira ini perlu dipahami adanya CSR, dari setiap investasi, tanpa melihat dampak dan resiko,” ujarnya. Sementara, pasangan VAP-HR menyinggung soal pendidikan Sulut, yang tingkat kelulusannya dua terakhir. Dia meminta bagaimana langkah paslon no urut 1 dan 3 ketiga memimpin Sulut.

Olly-Steven menjawab, bahwa dalam menilai suksesnya pendidikan daerah, tidak hanya melihat angka kelulusan. Menurut dia, variabel kelulusan tahun ini ditiadakan, karena sukses tidaknya pendidikan tidak melihat dari kelulusan. Tetapi bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dengan menghasilkan sdm yang berintegritas. “Yang jadi modal yakni menghasilkan anak-anak yang memiliki integritas kedepan, dengan mendukung juga setiap tenaga pendidik dengan kesejahteraan yang diberikan,” papar Steven.

CEP ketika menanggapi, menyebut memang angka kelulusasn siswa Sulut sangat memprihatinkan. Dia mengatakan ada yang salah dalam pendidikan Sulut. “Kami akan berikan program bagi anak didik di Sulut dengan memberikan pembelajaran dengan berbasis IT di seluruh tingkatan sekolah, guna terus meningkatkan pendidikan di Sulut,” tuturnya.

Kembali ke CEP-Sehan, keduanya menanyakan terkait dampak Covid-19 di sektor industri. Bagaimana strategi menghadapi dampak tersebut selain subsidi dan stimulus. VAP-HR pun mengaku kurang paham atau kurang tanggap dengan pertanyaan CEP-Sehan. Kemudian langsung dilanjutkan dengan paslon nomor 3. “Kami sudah melakukan semua dengan subsidi makanan, serta yang belum pernah ada di daerah lain yakni asuransi kesehatan, petani dan nelayan. Ini sudah kami lakukan,” kata Olly-Steven.

Berdasarkan tema yang diangkat, Pakar Politik Sulut Dr Goinoeace Tumbel melihat, debat yang terjadi masih banyak seputaran membeber program dari masing-masing paslon. Menurutnya, debat kali ini masih belum memuaskan. Kebanyakan jawaban yang keluar tidak sesuai. “Saya lihat, paslon nomor urut dua belum terlalu siap. Pasangan nomor 1 dan 3 masih unggul dalam debat kali ini. Ada beberapa pertanyaan yang jawaban tidak sesuai, bahkan paslon dua terlihat kurang siap akan pertanyaan yang diberikan paslon lain,” ungkapnya.

Dia berharap ke depan, dalam debat terakhir, para paslon dapat memanfaatkan dengan meningkatkan opini publik, dengan menyajikan debat berkualitas, bermutu serta tidak keluar dari substansi tema. “Sebaiknya ada koordinasi dari tim setiap paslon dengan KPU, agar ke depan masyarakat dapat melihat debat yang berkualitas,” kata dia.

Pakar politik lainnya Dr Stefanus Sampe mengaku, debat ini masih terasa kaku dan procedural, dan tidak memberikan cukup kesempatan kepada masing-masing paslon untuk saling menanggapi pendapat dan komentar. “Debat ini terasa seperti sebuah acara protokoler yang membosankan. Untunglah tema debat malam ini mengupas baik pengetahuan maupun program-program kerja dari calon gubernur di beberapa bidang seperti pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan sebagainya,” tandas Sampe.

Hal lainnya disampaikan Prof Dolfie Mokoagouw. Dia melihat paslon Olly-Steven sangat siap dengan paparan program pencapaian yang sudah dicapai selama lima tahun. “Pasangan Olly-Steven ini jelas dan berdasarkan data. Pasangan lain saya lihat baru sebatas janji, belum ada bukti nyata, atau baru akan memulai. Jelas sudah tertinggal,” kata Prof Dolfie.

Olly-Steven juga kata dia, mampu menunjukan angka kenaikan dalam beberapa indeks yang intinya menyejahterakan masyarakat. “Sekarang berbicara harus berdasarkan data, kalau baru sebatas janji, kita sudah lihat banyak contoh. Oleh sebab itu masyarakat harus jeli melihat hasil nyata, daripada hanya disugukan janji semata,” tutur dia.

Sulut ke depan dikatakan Prof Dolfie bakal terus bangkit menunjukan kemajuan yang nyata diikut masyarakat yang sejahtera turut didukung SDM yang mumpuni ditambah pemanfaatan kekayaan alam yang dipastikan mulai dikerjakan Olly-Steven. “Kalau dilihat, seluruh rencana kerja Olly-Steven sudah dimulai bukan baru akan dimulai. Ini sudah unggul duluan, tinggal meneruskan saja pembangunan di Sulut,” tutur dia.(cw-01/gnr)

-

Artikel Terbaru

Personel Polda Sulut Dibekali Vitamin-APD, Kombes Abast: Upaya Mendukung Suksesnya Pilkada

Menjelang serpas (pergeseran pasukan) pengamanan Pilkada Serentak 2020 ke Polresta dan Polres jajaran, mulai Jum’at (04/12), seluruh personel Polda Sulut yang di-BKO (Bawah Kendali Operasi) mendapatkan bekal APD (Alat Pelindung Diri) serta suplemen multi vitamin.

Kelangkaan LPG Jelang Nataru, ROR: Izin Agen Nakal Dicabut

MANADOPOST.ID--Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, Gas LPG subsidi 3 kilogram sering langkah jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk itu Pemkab Minahasa berupaya melakukan upaya antisipasi menjaga kelangkaan LPG subsidi pemerintah tersebut.

132 CPNS Siap Jalankan Magang

MANADOPOST.ID— Pemerintah Kotamobagu sambut 132 CPNS 2019 yang akan mulai magang di instansi kelulusan mereka.

SNVT Sulut Awasi Program BSPS

MANADOPOST.ID— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Rumah Swadaya, melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengadakan evaluasi akhir pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), belum lama ini.

Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3Kg, ASN Diwarning

MANADOPOST.ID—Mengantisipasi kelangkaan gas menyabut Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) memastikan dalam waktu dekat pihaknya berencana launching penggunaan bright gas 5 kg untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).