24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Alarm BMKG Berbunyi, Prakirakan Hujan Lebat Terjadi di Banyak Daerah, Awas Banjir Besar

MANADOPOST.ID–Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

 

Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG di Jakarta, cuaca tersebut diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Prakiraan cuaca itu juga berlaku bagi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Hujan lebat juga diprakirakan terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

 

BMKG juga memberikan peringatan gelombang tinggi 2,5–4 meter antara lain di perairan selatan Jawa hingga Lombok, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Perairan Enggano-Bengkulu, dan Perairan Utara Manokwari-Pulau Biak. Selain itu, perlu juga diwaspadai gelombang sangat tinggi 4–6 meter di Laut Natuna Utara.

 

Bidang pelayaran diharapkan memperhatikan peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG tersebut, yang berlaku dari Minggu (12/12) pukul 07.00 hingga Senin (13/12) pukul 07.00 WIB. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diimbau agar tetap selalu waspada.

 

Sementara itu sebelumnya, BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memantau perkembangan pusat tekanan rendah di sekitar Laut Arafura yang diidentifikasi sebagai potensi Bibit Siklon 95S.

 

”Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tanggal 11 Desember 2021 pukul 07.00 WIB, Sistem 95S tersebut terbentuk di sekitar wilayah perairan Laut Arafura bagian tengah, tepatnya di perairan sebelah timur Saumlaki dimana posisi pusatnya di sekitar 8.4 LS–133.5 BT,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto seperti dilansir dari Antara.

 

Kecepatan angin maksimum di sekitar Sistem 95S tersebut mencapai 15 knots atau 28 kilometer per jam dan tekanan udara di pusatnya sekitar 1.004 hPa. Sistem 95S tersebut diprediksikan masih cukup persisten untuk periode 24 jam ke depan dengan pergerakan sistem ke arah timur-tenggara dan masih berada dalam kategori rendah untuk menjadi Siklon Tropis.

 

Dalam periode 24 jam ke depan, Sistem 95S dapat mengakibatkan hujan sedang sampai lebat di wilayah Maluku dan Papua. Sistem juga dapat menyebabkan angin kencang berkecepatan 15-20 knot di Tual, Kepulauan Aru, Papua Bagian Selatan, dan Perairan Arafura.

 

BMKG melalui Jakarta TCWC juga terus memantau perkembangan Sistem 95S tersebut dan aktivitas dinamika atmosfer lain beserta dampak cuaca ekstremnya. Terkait dengan potensi cuaca ekstrem akibat Sistem 95S, BMKG mengimbau masyarakat menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak, mewaspadai potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, banjir pesisir, tanah longsor, dan menghindari daerah yang rentan mengalami bencana-bencana tersebut.(jawapos)

MANADOPOST.ID–Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

 

Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG di Jakarta, cuaca tersebut diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Prakiraan cuaca itu juga berlaku bagi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

 

Hujan lebat juga diprakirakan terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

 

BMKG juga memberikan peringatan gelombang tinggi 2,5–4 meter antara lain di perairan selatan Jawa hingga Lombok, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Perairan Enggano-Bengkulu, dan Perairan Utara Manokwari-Pulau Biak. Selain itu, perlu juga diwaspadai gelombang sangat tinggi 4–6 meter di Laut Natuna Utara.

 

Bidang pelayaran diharapkan memperhatikan peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG tersebut, yang berlaku dari Minggu (12/12) pukul 07.00 hingga Senin (13/12) pukul 07.00 WIB. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diimbau agar tetap selalu waspada.

 

Sementara itu sebelumnya, BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memantau perkembangan pusat tekanan rendah di sekitar Laut Arafura yang diidentifikasi sebagai potensi Bibit Siklon 95S.

 

”Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tanggal 11 Desember 2021 pukul 07.00 WIB, Sistem 95S tersebut terbentuk di sekitar wilayah perairan Laut Arafura bagian tengah, tepatnya di perairan sebelah timur Saumlaki dimana posisi pusatnya di sekitar 8.4 LS–133.5 BT,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto seperti dilansir dari Antara.

 

Kecepatan angin maksimum di sekitar Sistem 95S tersebut mencapai 15 knots atau 28 kilometer per jam dan tekanan udara di pusatnya sekitar 1.004 hPa. Sistem 95S tersebut diprediksikan masih cukup persisten untuk periode 24 jam ke depan dengan pergerakan sistem ke arah timur-tenggara dan masih berada dalam kategori rendah untuk menjadi Siklon Tropis.

 

Dalam periode 24 jam ke depan, Sistem 95S dapat mengakibatkan hujan sedang sampai lebat di wilayah Maluku dan Papua. Sistem juga dapat menyebabkan angin kencang berkecepatan 15-20 knot di Tual, Kepulauan Aru, Papua Bagian Selatan, dan Perairan Arafura.

 

BMKG melalui Jakarta TCWC juga terus memantau perkembangan Sistem 95S tersebut dan aktivitas dinamika atmosfer lain beserta dampak cuaca ekstremnya. Terkait dengan potensi cuaca ekstrem akibat Sistem 95S, BMKG mengimbau masyarakat menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak, mewaspadai potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, banjir pesisir, tanah longsor, dan menghindari daerah yang rentan mengalami bencana-bencana tersebut.(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/