alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dengar Baik-baik Habib Rizieq! Wapres Tegaskan Bukan Zamannya Terjemahkan Bahasa Arab ke Indonesia

MANADOPOST.ID – Eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab wajib dengar apa yang dikatakan Wapres RI Ma’ruf Amin. Ya, Ma’ruf yang juga eks Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menegaskan tidak zamannya lagi menerjemahkan Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia.

 

Menurutnya, salah satu tokoh dari Majelis Hukam Al Muslimin suatu organisasi di dunia yang berpusat di Abu Dhabi datang ke Indonesia untuk belajar bagaimana Indonesia begitu damai dan toleransi. Adanya momentum itu, kata Wapres, harus dijadikan acuan untuk meningkatkan Islam Indonesia di mata dunia.

 

“Karena itu, ini akan kita jadikan sebagai semacam acuan di dalam rangka membangun melalui islam di dunia, dan tidak zamannya lagi menerjemahkan bahasa arab ke dalam bahasa indonesia, tapi sekarang adalah bahasa indonesia yang harus diterjemahkan ke bahasa arab,” kata Wapres dikutip dari okezone, saat memberikan Orasi Ilmiah dalam rangka Wisuda S1 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Kamis (13/01/2022).

 

Bahkan, kata Wapres, para cendikiawan dunia dari Arab Saudi juga Mesir, dan negara Islam lainnya untuk belajar ke Indonesia untuk belajar toleransi. “Para cendikiawan dunia dari Saudi, dari Mesir, dari Emirat, mereka ke sini untuk belajar bagaimana cara mengembangkan Islam dengan cara yang wasathaniyah yang toleran, yang rahmatan lil alamin, oleh karena itu kita ini harus menjadi bagian daripada cara kita mengembangkan Islam dengan bersikap wasathaniyah, itulah saya kita patut kita syukuri,” papar Wapres. (okz)

 

MANADOPOST.ID – Eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab wajib dengar apa yang dikatakan Wapres RI Ma’ruf Amin. Ya, Ma’ruf yang juga eks Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menegaskan tidak zamannya lagi menerjemahkan Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia.

 

Menurutnya, salah satu tokoh dari Majelis Hukam Al Muslimin suatu organisasi di dunia yang berpusat di Abu Dhabi datang ke Indonesia untuk belajar bagaimana Indonesia begitu damai dan toleransi. Adanya momentum itu, kata Wapres, harus dijadikan acuan untuk meningkatkan Islam Indonesia di mata dunia.

 

“Karena itu, ini akan kita jadikan sebagai semacam acuan di dalam rangka membangun melalui islam di dunia, dan tidak zamannya lagi menerjemahkan bahasa arab ke dalam bahasa indonesia, tapi sekarang adalah bahasa indonesia yang harus diterjemahkan ke bahasa arab,” kata Wapres dikutip dari okezone, saat memberikan Orasi Ilmiah dalam rangka Wisuda S1 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Kamis (13/01/2022).

 

Bahkan, kata Wapres, para cendikiawan dunia dari Arab Saudi juga Mesir, dan negara Islam lainnya untuk belajar ke Indonesia untuk belajar toleransi. “Para cendikiawan dunia dari Saudi, dari Mesir, dari Emirat, mereka ke sini untuk belajar bagaimana cara mengembangkan Islam dengan cara yang wasathaniyah yang toleran, yang rahmatan lil alamin, oleh karena itu kita ini harus menjadi bagian daripada cara kita mengembangkan Islam dengan bersikap wasathaniyah, itulah saya kita patut kita syukuri,” papar Wapres. (okz)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/