24.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

Ingat Valentine Moniung, Korban Lakalantas Desember Silam? Ada yang Janggal, Keluarga Gali Kubur

MANADOPOST.ID—Akhirnya permintaan Yos Moniung, ayah Valentine Moniung, seorang pelajar yang meninggal dalam lakalantas di Jalan Trans Sulawesi, Desa Aergale, Kecamatan Sinonsayang, pada Desember 2020 dikabulkan. Terkait digalinya kembali kubur sang putri, untuk diotopsi agar bisa mengetahui penyebab kematian remaja 16 tahun itu.

Anggota DPRD Sulut dapil Minsel-Mitra Sandra Rondonuwu ikut memfasilitasi penggalian kubur remaja ini. Disampaikan politikus PDI Perjuangan tersebut, Yos Moniung sudah melayangkan permohonan dan menyampaikan hal itu pada Saron, sapaan akrabnya.

“Om Yos sudah menyampaikan pada saya beberapa waktu lalu. Karena memang tidak punya biaya, saya ikut mencari pengacara yang bisa membantu om Yos,” ujar Saron. Anggota Komisi II DPRD Sulut ini menuturkan, pada awal kejadian ini keluarga menemukan hal-hal yang janggal.

“Mereka bertemu saya dan meminta dia agar boleh mendapatkan keadilan pada apa yang terjadi pada anaknya,” tukas Saron. Sabtu (12/6) kemarin, pembongkaran kubur sudah dilakukan. “Ini juga hasil kerja sama dengan Pemprov Sulut, Pak Olly Dondokambey dan Pak Steven Kandouw, melalui Dinas Kesehatan,” tandasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, kecelakaan yang menewaskan Valentine Moniung terjadi akhir Desember lalu. Kronologis kejadian berawal saat kendaraan sepeda motor jenis Honda Revo warna silver hitam nomor polisi DB 3650 MH, dikendarai oleh lelaki Fahmi Sumba (23), warga Desa Tanamon Utara, Kecamatan Sinonsayang, membonceng korban dan lelaki Suwisto Mokoagow (29).

Mereka bergerak melaju dari arah Desa Tanamon menuju Desa Boyongpante. Saat melintas di Jalan Trans Sulawesi, Desa Aergale, kendaraan sepeda motor Honda Revo DB 3650 MH, bergerak reflex ke kiri karena ada kendaraan lain dari arah belakang bergerak melambung yang nyaris menyenggol sepeda motor tersebut.

Dari keterangan polisi, Valentine mengalami benturan di bagian kepala, patah tangan sebelah kanan dan meninggal dunia di lokasi kejadian dan dibawa ke RSUD Teep. Sementara untuk lelaki Fahmi Sumba dan lelaki Suwisto Mokoagow mengalami luka ringan.(gel)

MANADOPOST.ID—Akhirnya permintaan Yos Moniung, ayah Valentine Moniung, seorang pelajar yang meninggal dalam lakalantas di Jalan Trans Sulawesi, Desa Aergale, Kecamatan Sinonsayang, pada Desember 2020 dikabulkan. Terkait digalinya kembali kubur sang putri, untuk diotopsi agar bisa mengetahui penyebab kematian remaja 16 tahun itu.

Anggota DPRD Sulut dapil Minsel-Mitra Sandra Rondonuwu ikut memfasilitasi penggalian kubur remaja ini. Disampaikan politikus PDI Perjuangan tersebut, Yos Moniung sudah melayangkan permohonan dan menyampaikan hal itu pada Saron, sapaan akrabnya.

“Om Yos sudah menyampaikan pada saya beberapa waktu lalu. Karena memang tidak punya biaya, saya ikut mencari pengacara yang bisa membantu om Yos,” ujar Saron. Anggota Komisi II DPRD Sulut ini menuturkan, pada awal kejadian ini keluarga menemukan hal-hal yang janggal.

“Mereka bertemu saya dan meminta dia agar boleh mendapatkan keadilan pada apa yang terjadi pada anaknya,” tukas Saron. Sabtu (12/6) kemarin, pembongkaran kubur sudah dilakukan. “Ini juga hasil kerja sama dengan Pemprov Sulut, Pak Olly Dondokambey dan Pak Steven Kandouw, melalui Dinas Kesehatan,” tandasnya.

Diketahui, kecelakaan yang menewaskan Valentine Moniung terjadi akhir Desember lalu. Kronologis kejadian berawal saat kendaraan sepeda motor jenis Honda Revo warna silver hitam nomor polisi DB 3650 MH, dikendarai oleh lelaki Fahmi Sumba (23), warga Desa Tanamon Utara, Kecamatan Sinonsayang, membonceng korban dan lelaki Suwisto Mokoagow (29).

Mereka bergerak melaju dari arah Desa Tanamon menuju Desa Boyongpante. Saat melintas di Jalan Trans Sulawesi, Desa Aergale, kendaraan sepeda motor Honda Revo DB 3650 MH, bergerak reflex ke kiri karena ada kendaraan lain dari arah belakang bergerak melambung yang nyaris menyenggol sepeda motor tersebut.

Dari keterangan polisi, Valentine mengalami benturan di bagian kepala, patah tangan sebelah kanan dan meninggal dunia di lokasi kejadian dan dibawa ke RSUD Teep. Sementara untuk lelaki Fahmi Sumba dan lelaki Suwisto Mokoagow mengalami luka ringan.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/