25.9 C
Manado
Rabu, 28 Oktober 2020

Pejabat DPRD Terkonfirmasi Positif, Demo Ciptaker Potensi Tambah Kasus Covid

MANADOPOST.ID-Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang ikut merembet ke Sulut, berpotensi meningkatkan kasus Covid-19. Apalagi salah satu lokasi demo, yakni DPRD Sulut kini sedang disterilkan akibat salah satu pejabat terkonfirmasi positif. Kemarin sejumlah pimpinan dan pegawai di-Swab Test. Calon Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen juga ikut dites.

Swab test langsung dilakukan di lingkungan DPRD Sulut, Senin (12/10). Pasca Sekwan terkonfirmasi positif Covid akhir pekan lalu. Dari pantauan Manado Post, puluhan orang menjalani swab tes di lobi kantor dewan. Dari pagi hingga siang hari. Sore harinya, dari informasi dilaksanakan penyemprotan desinfektan di semua ruangan.

Sekira 86 orang menjalani swab tes. Baik ASN bersama anggota dan para legislator. Yakni 65 pegawai dan 5 anggota dan pimpinan dewan. Serta 16 orang keluarga sekwan, yang melakukan swab test di rumah.

Asisten III Setprov Sulut Gamy Kawatu, ditunjuk sebagai penangung jawab Setwan Provinsi. Dan siang kemarin, terlihat sudah berada di kantor dewan. “45 anggota dan pimpinan dewan wajib melakukan swab tes,” sebut Calon Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen, ketika diwawancarai.

Menurutnya sudah dilakukan tracing untuk memutus rantai penyebaran. “3 T dilakukan di institusi. Dalam hal ini Dinas Kesahatan. Kalau Sekwan sudah masuk di treatment. Yang saat ini dilakukan adalah tracing, untuk menelusuri siapa saja yang kontak erat dengan dia (Sekwan). Agar bisa diputuskan rantai penyebaran. Dan kalau lewat tracing ini negatif, kita masuk di 4 M ini,” ungkapnya usai menjalankan swab tes di kantor dewan.

“Saya kira untuk anggota dewan ada baiknya. Menjadi kewajiban. Supaya tracing itu bisa efektif. Dan untuk pemeriksan ini tidak susah, hanya perlu beberapa detik. Dan juga tidak dipungut biaya. Ada baiknya semua datang untuk ikut ini (swab tes). Kalau hari ini belum berkesempatan, nanti bisa juga langsung ke Dinas Kesehatan,” terang politisi PDI Perjuangan ini.

Terpisah, disampaikan Kabag Umum Setwan Jhon Paerunan, koordinasi terus dilakukan dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 Sulut. “Ibu Sekwan melakukan swab test. Sabtu (10/10) pekan lalu, hasilnya positif. Dan ibu Sekwan sudah kirimkan melalui pesan WA,” katanya. “Maka pada hari itu juga, kami langsung koordinasi dengan Satgas gugus tugas, melalui pak Steven Dandel. Pertama kami minta semua di swab tes. Sekira 300 orang keseluruhan. Termasuk ASN dan anggota dewan, namun peralatan terbatas,” terangnya.

Lanjutnya, sudah ditugaskan mendata orang yang pernah berinteraksi dengan sekwan seminggu terakhir. “Karena masa inkubasinya sekira seminggu. Pasca ibu Sekwan masuk Senin lalu, waktu Paripurana. Berarti sekarang sudah seminggu,” terangnya menambahkan sekira 60 orang yang akan dilakukan swab stes. “Kami sudah meminta data kepada teman-teman untuk di swab. Dan kami data sekira 60an orang. Mudah-mudahan dan kita berdoa hasilnya negatif. Kami sehat semua. Kami juga sudah meminta kalau bisa hasilnya cepat keluar. Untuk anggota Dewan lainnya, kami juga kerjasama dengan Prodia. Dan bisa medikal cek kesana. Sudah komunikasi dengan Prodia,” ungkapnya. “Akan juga dilaksanakan penyemrotan desinfektan di semua ruangan dewan. Kami telah berkoordinasi dengan BPBD. Rencananya dilaksanakan hari ini (kemarin) setelah selesai semua aktivitas,” terangnya.

Tambah Paerunan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Asisten III Setprov sebagai penanggung jawab. “Dan kami yang di swab ini, sesuai informasi, isolasi mandiri. Berarti kan tidak masuk kantor. Nanti akan koordinasi dengan asisten 3, yang akan datang disini untuk sementara. Karena beliau yang ditugaskan sebagai penanggungjawab disini. Kami tunggu bagaimana nantinya,” terangnya.

Di sisi lain, aksi demonstrasi menolak pengesahan Omnibus Law yang dilakukan mahasiswa juga diprediksi memicu klaster Covid-19. Dalam aksi tersebut bisa dilihat tidak sedikit para mahasiswa yang mengalami ketidakstabilan emosi saat aksi turun ke jalan. Akibatnya banyak pihak yang mengabaikan protokol kesehatan sehingga memudahkan seseorang tertular Covid.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr Steven Dandel menyebutkan, tak dapat dimungkiri jika aksi demonstrasi yang terjadi di Gedung Cengkih Sulut pekan laku dapat memicu adanya orang yang dapat terjangkit Covid-19. “Peluang tertular Covid-19 dalam pelaksaanaan aksi demonstarasi sangatlah mungkin. Karena kebanyakan protokol Covid-19 telah dilanggar,” kata dia.

Pihaknya pun sementara melakukan pemantauan intensif. Kepada pihak-pihak yang terlibat dalam aksi demonstrasi. “Kami tetap melakukan pemantauan, karena bisa saja akan ada orang yang tanpa gejala ada dalam aksi tersebut,” jelas dia.

Pengamat pemerintahan, selaku dosen di Universitas Sam Ratulangi Stefanus Sampe turut berkomentar atas aksi tersebut. Disampaikannya demonstrasi yang terjadi memang membuka peluang terjadinya penyebaran virus di antara peserta. Selanjutnya akan menyebar dibawa oleh mereka ke tempat-tempat lain usai demontrasi.

“Peluang penyebaran itu sangat besar dan sangat berisiko. Apalagi mereka turun demo tanpa mengindahkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” sebut dia.

Lanjutnya, mungkin ide para mahasiswa sangat bagus untuk disampaikan kepada DPR dalam membantu masyarakat menyalurkan aspirasi dan kepentingan masyarakat. “Tetapi kalau dilakukan dengan cara demikian pada saat wabah Covid-19, justru akan menjadi kontra produktif untuk memberikan hal-hal yang terbaik masyarakat. Mereka justru akan menjadi sumber penderitaan bagi masyarakat karena akan menyebarluaskan Covid-19 dengan tindakan turun ke jalan beramai-ramai tanpa menghiraukan protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” tuturnya

Selaku tenaga pendidik, dia menyarankan ke depan bisa dicari cara yang lebih aman untuk menyampaikan aspirasi masyarakat tanpa harus turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.

“Sebagai insan kampus, mahasiswa bisa menggunakan cara-cara intelektual untuk menyalurkan aspirasi mereka. Turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi bukanlah tindakan yang tepat di masa pandemi Covid-19 ini. Ini bukan memberikan kebaikan umum tapi malahan akan memberikan mudarat atau kerugian bagi masyarakat,” pungkas Sampe.(ctr-02/gnr)

-

Artikel Terbaru

Warga Minut Kepulauan Antusias Sambut VAP

Calon gubernur dan wakil gubernur Sulut, Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP) dan Dr Hendry Runtuwene STh (HR), terus mendapat dukungan.

Samsung Home Appliances Hadirkan Solusi Hidup Sehat

MANADOPOST.ID—Samsung Electronics Indonesia hari ini resmi meluncurkan rangkaian Home Appliances terbaru untuk mendukung konsumen Indonesia yang kini melakukan sebagian besar kegiatan di rumah. Samsung Refrigerator Multidoor RF60 ciptakan kemudahan penyimpanan banyak bahan makanan dengan pengaturan suhu spesifik sesuai tipe makanan untuk menjaga kesegarannya.

Operasi Zebra di Minahasa Jaring Puluhan Pelanggar

MANADOPOST.ID--Senin (26/10) kemarin adalah hari pertama digelarnya Operasi Zebra Samrat 2020. Khusus untuk wilayah Polres Minahasa, puluhan personil terlibat dalam operasi tersebut.

80-an Pasangan Bulutangkis Ramaikan GOR Betania Teling

Pecinta bulutangkis Sulawesi Utara memang dahaga. Terbukti, 80-an pasangan ikut serta dalam iven bertitel Manado Post Open 2020.

Belum 17 Tahun Bisa Memilih, Begini Penjelasan KPU

MANADOPOST.ID--Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020, saat ini tengah memasuki pelaksanaan tahapan kampanye. Meski begitu, literasi dan edukasi, tentang data pemilih terus menjadi concern KPU Kota Tomohon.