28C
Manado
Selasa, 19 Januari 2021

Diabetes Hingga Hipertensi tak Divaksin

MANADOPOST.ID—Selasa (13/1) kemarin, penyuntikan vaksin Covid-19 sudah dilakukan. Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri, Panglima TNI, Rafi Ahmad dan beberapa tokoh berpengaruh lainnya, menjadi penerima vaksin di sesi pertama.

Di Sulut sendiri, jadwal penyuntikan vaksin akan dimulai, Jumat (15/1) esok. Hal ini dibeberkan langsung Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut Steaven Dandel. “Vaksin di Sulut akan dimulai Jumat. Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam dan jajaran Forkopimda lainya, akan menjadi orang pertama penerima vaksin Covid-19,” sebutnya.

Dandel pun menegaskan, pemberian vaksin tidak dilakukan secara sembarangan, dan memperhatikan banyak hal. Termasuk kondisi kesehatan.

Dia menekankan, ada syarat kesehatan bagi setiap penerima vaksin Covid-19. Bahkan sesuai SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes 02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19, sedikitnya ada 14 kondisi tubuh yang tidak bisa diberi vaksin Covid-19 produksi sinovac.

“Mulai dari pernah terkonfirmasi positif Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penyakit jantung, autoimun (lulus, sjogre, vasculitis), penyakit ginjal, reumatik autoimun, penyakit saluran pencernaan kronis, penyakit hipertiroid, penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi imun, penerima transfusi, gejala ISPA (Batuk, pilek, sesak napas) 7 hari sebelum vaksinasi, diabetes melitus, HIV dan penyakit paru (asma, tuberkolosis),” sebutnya.

Menurut Dandel, untuk komorbid atau penyakit bawaan, seperti hipertensi dan diabetes, pada kondisi tertentu bisa diberikan vaksin.

“Kondisi tertentu itu adalah kalau hipertensi dan gula darahnya sudah terkontrol. Kemudian bagi penyintas Covid-19 juga tidak divaksin karena dianggap telah kebal terhadap virus. Penyintas asumsinya sudah ada kekebalan terhadap virus. Sementara vaksin tujuannya adalah untuk membentuk kekebalan. Jadi kalau sudah ada kekebalan di dalam tubuh, tidak logis untuk menyuntikkan vaksin supaya dicetus lagi proses pembentukan kekebalannya,” imbuhnya.

Dandel juga menjelaskan bahwa, 14 poin tadi hanya untuk vaksin jenis Sinovac. “Kemungkinan akan berbeda aturan untuk vaksin jenis lainnya. Tapi nanti menunggu petunjuk pusat. Kita di daerah pasti mengikuti apa yang telah diinstruksikan pusat. Begitu juga dengan pemberian vaksin. Jika sudah ada instruksi, maka langsung kita berikan. Nanti pasti akan kita update terus informasinya,” tutupnya.

Diketahui, Selasa kemarin sebanyak 8.760 dosis vaksin Covid-19 telah tiba di Sulut. Kedatangan vaksin tersebut melengkapi 15.000 dosis yang telah datang sebelumnya. Sehingga total dosis vaksin yang telah diterima Sulut sebanyak 23.760 dosis.(*)

Artikel Terbaru