30C
Manado
Rabu, 20 Januari 2021

Industri Peternakan Sapi Digenjot

MANADOPOST.ID—Sektor pertanian dan peternakan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun ini akan terus digalakkan. Bahkan sektor industri peternakan sapi juga akan berdiri di Bumi Nyiur Melambai ini.

Hal tersebut diketahui usai Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) menghadiri zoom meeting kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kemitraan triple helix untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan, Rabu (13/1) kemarin.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa ini turut dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Sekprov Sulut Edwin Silangen dan seluruh peserta acara peluncuran kemitraan.

Pada kesempatan itu, Gubernur OD mengapresiasi dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pertanian RI, Rektor Central Queensland University, dan Pimpinan Trade and Investment Queensland, serta Rektor Universitas Sam Ratulangi Mando yang terlibat dalam mewujudkan sinergi triple helix ketahanan pangan di Sulut.

“Terima kasih atas dukungannya sehingga satu kesepahaman sudah dapat terbentuk hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri PPN/Kepala Bappenas, atas fasilitasi dalam pembentukan kesepahaman ini.

Harapan kedepan, apa yang kita sepakati bersama pada hari ini akan terus berlanjut untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia khususnya Sulawesi Utara melalui pengembangan industri peternakan sapi,” tuturnya.

OD menerangkan kolaborasi dan sinergitas pembangunan mulai dari tingkat nasional sampai ke daerah adalah kekuatan untuk bersama-sama mencapai tujuan pembangunan nasional.

Dalam Perpres 18/2020 tentang Rencana RPJMN 2020-2024 telah ditetapkan salah satu agenda nasional yaitu peningkatan cadangan pangan, dimana ini juga adalah bagian dari agenda global dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goal’s (SDG’s).

“Sebagai bagian dari integral Negara Kesatuan Republik Indonesia, Provinsi Sulut turut berkontribusi dalam pencapaian agenda pembangunan bidang peningkatan cadangan pangan ini,” ungkapnya.

Menurut OD, dalam seluruh urusan pembangunan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dengan kemampuan sumberdaya baik dana dan manusia yang terbatas.

“Karena itu pola kemitraan adalah salah satu wayout atau terobosan untuk keluar dari keterbatasan ini. Hal ini sangat didukung dengan keberadaan bidang pertanian di dalamnya peternakan sapi yang sangat potensial di Sulut.

Sehingga kesepahaman yang akan ditandatangani saat ini menjadi sangat strategis dan penting untuk dilakukan dan ditindaklanjuti. Jadi dengan ditandatangani nota kesepahaman ini, diharapkan semua pihak yang berkomitmen dialamnya, akan mampu menindaklanjuti. Lebih khusus Pemprov Sulut yang di dalamnya ada Kabupaten Bolmut sebagai lokasi pengembangan peternakan sapi di Sulut,” tambahnya.

OD menerangkan, Sulut merupakan salah satu provinsi kepulauan dari 8 provinsi kepulauan di Indonesia yang memiliki 287 pulau dengan garis pantai 2.395,99 Km, terdiri dari 15 kabupaten/kota.

Sulut sangat kaya dengan potensi pertanian, kelautan dan perikanan dan kehutanan, hal ini juga ditunjukkan dengan paling besarnya kontribusi lapangan usaha pertanian, perikanan dan kehutanan dalam pembentukan struktur ekonomi Sulut, di tahun 2019 memberikan kontribusi sebesar 20,83 persen, dan di masa pandemi ini tetap berkontribusi positif sebesar 21,66 persen triwulan III tahun 2020.

“Saya berharap kemitraan ini bukan hanya diatas kertas atau selebrasi saja, tindak lanjut yang sudah direncanakan harus diimplementasikan, sehingga daya ungkit potensi ini benar-benar akan membawa indikasi yang baik dalam pembangunan masyarakat Sulut bangkit akibat pandemi Covid-19.

Tentu menjadi harapan, kemitraan triple helix untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan khususnya pengembangan peternakan sapi di Sulut ini dapat berjalan dengan baik untuk membawa Sulut semakin maju dan sejahtera,” tandasnya. (ewa/gel)

Artikel Terbaru