30C
Manado
Rabu, 20 Januari 2021

Jika Disetujui DPR dan Dilantik Jokowi

Listyo Prabowo Kapolri Nasrani Ketiga

MANADOPOST.ID-Komjen Listyo Sigit Prabowo (LSP) resmi diusulkan Presiden Joko Widodo, menjadi calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Nama LSP telah disodorkan orang nomor satu di Indonesia tersebut ke DPR RI.

Jika disetujui DPR RI, LSP bakal menjadi Kapolri beragama Nasrani ketiga sejak Indonesia merdeka. Sebelumnya kapolri selang tahun 1963-1965 dijabat oleh Jenderal Pol Soetjipto Danoekoesoemo, beragama Kristen. Lalu Kapolri periode 1984-1978 dijabat oleh Jenderal Pol Widodo Budidarmo, juga beragama Kristen.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Marsudi Syuhud buka suara soal penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri oleh Jokowi. Marsudi menilai Presiden Jokowi sudah melakukan pertimbangan yang matang terkait sosok calon Kapolri. Pihaknya pun tak mempermasalahkan calon Kapolri yang non-muslim.

Menurut dia yang terpenting dalam pengangkatan pembantu Presiden adalah amanah, kafaah dan kifayah. “Tiga hal ini yang penting,” ujar Marsudi kepada wartawan, Rabu (13/1).

Marsudi menambahkan, latar belakang agama tak bermasalah berdasarkan undang-undang dan hukum. Dia memberi contoh, negara-negara Islam yang menunjuk pejabat mereka dari latar belakang non-muslim. Rasulullah, menurut Marsudi, juga pernah menunjuk seseorang yang beragama non-muslim saat hijrah ke Mekkah dari Madinah.

“Kalau dilihat negara Islam mana pun, Islam pun banyak yang mengangkat pembantu-pembantunya dari non-muslim. Itu saja. Cukup secara pengalaman, kafaah itu cakap. Cakap itu mempunyai segalanya, kepandaian, ilmunya, integritasnya,” tegas Marsudi.

Apalagi, kata Marsudi, Komjen Listyo yang saat ini masih menjabat sebagai Kabareskrim Polri itu punya banyak pengalaman. “Amanah, cakap, dan cukup. Mempunyai pengalaman, yang banyak dan mampu untuk melaksanakan tugasnya. Itu intinya. Saya yakin, presiden sudah memilah dan memilih hal itu,” tandas dia

Di tempat lain, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan hal yang tepat jika memilih Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri. Listyo dinilai sebagai polisi reformis dan profesional. ’’Pilihan Presiden ke Bang Sigit merupakan pilihan tepat, karena selama ini memang beliau dikenal sebagai polisi reformis dan profesional,’’ kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap dalam keterangannya.

Yudi menyampaikan, bukti Listyo sebagai polisi reformis dan profesional dilihat pada kesuksesannya dalam menangani kasus-kasus korupsi. Dia meyakini, Korps Bhayangkara akan semakin maju di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo. ’’Kami berharap bahwa kerjasama Kepolisian dan KPK semakin baik dalam upaya bersama mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi,’’ tegas Yudi.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan mengaku sudah mendengar Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bakal menggantikan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Bahkan Trimedya menyebut, Listyo juga telah dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai bursa Kapolri tersebut.
’’Memang saya dengar. Sudah tiga hari yang lalu sudah final. Seminggu lalu dia sudah dipanggil Jokowi. Tapi kita lihat aja kan, buktinya nanti,’’ ujar Trimedya kepada wartawan, Selasa (12/1).

Trimedya berujar, Listyo memang sudah memenuhi kriteria sebagai calon Kapolri. Karena dia salah satu jenderal bintang tiga yang kapasitasnya tidak perlu diragukan. ’’Mudah-mudahan Pak Sigit ini bisa melaksanakan tugasnya,’’ harap dia.

Sebagaimana diketahui, Kompolnas telah menyerahkan lima nama calon Kapolri kepada Presiden Jokowi sejak Kamis (7/1). Ketua Kompolnas Mahfud MD memaparkan kelima calon penerus kepemimpinan Jenderal Pol Idham Azis, seluruhnya menyandang bintang tiga.

Kelimanya adalah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafly Amar, Kepala Bareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Jokowi mengajukan Listyo Sigit Prabowo yang pernah menjadi ajudannya. Nama Listyo menjadi calon kuat Kapolri berdasarkan surat presiden Surat Presiden (Surpres) yang diantarkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke pimpinan DPR, Rabu (13/1).

“Karena itu pada hari ini seperti yang saya sampaikan tadi bahwa surpres telah kami terima dari bapak Presiden yang mana bapak Presiden menyampaikan usulan pejabat kapolri yang akan datang dengan nama tunggal yaitu Bapak Listyo Sigit Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim,” kata Ketua DPR dari PDI Perjuangan Puan Maharani di DPR. Setelah menerima surat presiden, DPR akan memprosesnya.

DPR memiliki waktu 20 hari untuk menjalankan mekanisme pengambilan persetujuan calon Kapolri. “Artinya tanggal 1 Februari 2021 akan ada kapolri baru yang akan mengemban jabatannya,” katanya. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengatakan apabila surat presiden telah diterima, DPR akan rapat badan musyawarah, kemudian rapat pimpinan.

Pembahasan akan dilanjutkan ke sidang paripurna serta uji kelayakan dan kepatutan calon kapolri. “Fit and proper test minggu depan.”
Mesti diwaspadai. Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridwan Habib menyarankan pemerintah mewaspadai kelompok teroris yang anti terhadap calon kapolri baru.

Sigit menyambut baik atas usulan Presiden Jokowi tersebut yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin Korps Bhayangkara menggantikan Jenderal Idham Azis. “Terima kasih atas dukungan dan supportnya, mohon doanya agar bisa melaksanakan rangkaian fit and proper test dengan baik,” kata Sigit saat dikonfirmasi wartawan. Sebagaimana diketahui, Sigit merupakan salah satu dari 5 nama yang diusulkan Kompolbas ke Presiden Jokowi.

Jenderal bintang tiga kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu, memiliki prestasi mentereng sejak bergabung dengan kepolisian pada 1991 (lulus Akpol) tersebut. Jawa Tengah menjadi provinsi yang penting dalam perjalanan karier Listyo. Pada 2009, ia menjadi Kapolres Pati. Satu tahun kemudian, Listyo dimutasi sebagai Kapolres Sukaharjo. Selanjutnya, Listyo diangkat menjadi Wakapolrestabes Semarang. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kapolres Solo.

Saat Listyo bertugas di Solo, Jokowi menjabat Wali Kota Solo. Saat menjadi Kapolres Solo, ia pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, Jawa Tengah. Listyo kemudian digeser ke Jakarta, mengisi posisi Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri, bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Satu tahun berikutnya, ia ditugaskan menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara. Tak lama, Listyo kembali ditarik ke Ibu Kota bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden pada 2014. Listyo pun dipercaya menjadi ajudan presiden. Sekitar dua tahun ia mendampingi Jokowi dalam beraktivitas.

Bebas dari penugasan sebagai ajudan, Listyo diangkat menjadi Kapolda Banten. Ia bertugas dua tahun di Banten. Pengangkatannya sebagai Kapolda Banten yang baru ditolak oleh MUI Banten, karena dia beragama Kristen.

Namun pada akhirnya, Listyo meminta dukungan terhadap kalangan ulama dalam rangka menciptakan kondusivitas. Setelah itu, Polri menarik Listyo untuk menjadi Kadiv Propam. Selang satu tahun kemudian, Listyo diangkat menjadi Kabareskrim per Desember 2019.(gnr)

Komjen Listyo Sigit Prabowo:

Lahir: 5 Mei 1969

Almamater: Akpol 1991

Karir:

– Kabareskrim (2019)

– Kadivpropam (2018)

– Kapolda Banten (2016)

– Ajudan Presiden Jokowi (2014)

– Direskrimum Polda Sultra (2013)

– Kapolres Surakarta (2011)

– Kapolres Sukoharjo (2010)

 

Kasus yang ditangani sebagai Kabareskrim:

– Jumlah: 455 kasus (2020)

– Kasus menonjol:

• Kasus suap dan penyalahgunaan surat jalan Djoko Tjandra

• Kasus korupsi dan pencucian uang TPPI

• Kasus kerumunan Rizieq Syihab (proses)

• Kasus penembakan enam pengawal Rizieq Syihab (proses)

 

Sumber: Reportase Jawa Pos

Artikel Terbaru