28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Setahun Covid-19 di Sulut, Pertambahan Kasus Positif Melandai

MANADOPOST.ID— Hari ini (14/3), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memasuki satu tahun menghadapi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pada tanggal yang sama setahun lalu, warga Bumi Nyiur Melambai dikejutkan dengan keberadaan satu kasus terkonfirmasi positif virus Corona. Kasus Nomor 58 di Indonesia ini, selanjutnya menjadi Kasus Nomor 1 di Sulut.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulut, ada dua gelombang besar kasus di Sulut yakni Juli sampai Agustus 2020, yang kemudian melandai di bulan September dan Oktober. “Terjadinya penurunan ini disebabkan karena protokol kesehatan sudah menjadi bagian dari gaya hidup bermasyarakat di Sulawesi Utara sehingga transmisi bisa ditekan,” tutur Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH, Minggu malam.

Tetapi kemudian lanjutnya, mulai meningkat lagi dan mencapai puncak pada Desember 2020 dan Januari 2021. “Peningkatan ini dikontribusikan oleh tahapan Pilkada seperti halnya terjadi juga di seluruh Indonesia yang kemudian diikuti dengan masa liburan hari raya,” jelasnya.

Dandel melanjutkan, setelahnya sampai hari ini pelandaian telah terjadi. “Pelandaian ini sangat dipengaruhi oleh menurunnya jumlah swab RT PCR yang diambil selama bulan Februari dan Maret 2021,” tuturnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara lalu membeber, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 rupanya mempengaruhi performa testing dan tracing, karena perhatian petugas tersita untuk membangun sistem vaksinasi di seluruh layanan kesehatan. “Akan tetapi optimisme terkait pelandaian ini juga bisa terlihat pada Indikator epidemiologis, yang menunjukkan bahwa transmisi mulai terkendali. Indikator di maksud adalah Positivity Rate yang mulai tertekan dibawah 10%, sementara pada kondisi puncak di bulan Januari, Positivity Rate berada dikisaran 20%-30%. Angka keterisian Ruang Isolasi juga makin menurun dibawah 20%, padahal di bulan Desember hampir mencapai 65%,” jelasnya.

Dandel pun menegaskan, saat ini pandemi belum selesai. Beberapa negara di dunia, seperti Brazil, Italia, Hungaria dan bahkan India melaporkan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan, yang ditakuti akan menjadi gelombang ketiga pandemi, karena kehadiran beberapa varian baru virus dengan kemampuan tular tinggi.

“Oleh karenanya kesiapsiagaan sistem pengendalian tetap dioptimalkan disamping upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Walaupun penurunan kasus cukup bermakna di Sulawesi Utara, tetapi kita belum bisa menanggalkan kebiasaan hidup baru dengan kepatuhan protokol kesehatan,” ucapnya.

Oleh karenanya Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap mengedepankan himbauan bagi masyarakat untuk patuh terhadap semua peraturan terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Mengantisipasi juga hal diatas, maka Satgas Covid-19 telah melaksanakan Pilot Porject Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala micro di desa Warembuangan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Pilot Project ini dimaksudkan sebagai wahana untuk menilai kelayakan PPKM di Sulawesi Utara bila memang perlu di perluas ketempat lain, apabila terjadi lagi peningkatan kasus. Pembelajaran dari proyek ini akan bermanfaat untuk mitigasi dan manajemen respons wabah di lokasi lainnya,” tandasnya.(mpid)

MANADOPOST.ID— Hari ini (14/3), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memasuki satu tahun menghadapi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pada tanggal yang sama setahun lalu, warga Bumi Nyiur Melambai dikejutkan dengan keberadaan satu kasus terkonfirmasi positif virus Corona. Kasus Nomor 58 di Indonesia ini, selanjutnya menjadi Kasus Nomor 1 di Sulut.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulut, ada dua gelombang besar kasus di Sulut yakni Juli sampai Agustus 2020, yang kemudian melandai di bulan September dan Oktober. “Terjadinya penurunan ini disebabkan karena protokol kesehatan sudah menjadi bagian dari gaya hidup bermasyarakat di Sulawesi Utara sehingga transmisi bisa ditekan,” tutur Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH, Minggu malam.

Tetapi kemudian lanjutnya, mulai meningkat lagi dan mencapai puncak pada Desember 2020 dan Januari 2021. “Peningkatan ini dikontribusikan oleh tahapan Pilkada seperti halnya terjadi juga di seluruh Indonesia yang kemudian diikuti dengan masa liburan hari raya,” jelasnya.

Dandel melanjutkan, setelahnya sampai hari ini pelandaian telah terjadi. “Pelandaian ini sangat dipengaruhi oleh menurunnya jumlah swab RT PCR yang diambil selama bulan Februari dan Maret 2021,” tuturnya.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara lalu membeber, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 rupanya mempengaruhi performa testing dan tracing, karena perhatian petugas tersita untuk membangun sistem vaksinasi di seluruh layanan kesehatan. “Akan tetapi optimisme terkait pelandaian ini juga bisa terlihat pada Indikator epidemiologis, yang menunjukkan bahwa transmisi mulai terkendali. Indikator di maksud adalah Positivity Rate yang mulai tertekan dibawah 10%, sementara pada kondisi puncak di bulan Januari, Positivity Rate berada dikisaran 20%-30%. Angka keterisian Ruang Isolasi juga makin menurun dibawah 20%, padahal di bulan Desember hampir mencapai 65%,” jelasnya.

Dandel pun menegaskan, saat ini pandemi belum selesai. Beberapa negara di dunia, seperti Brazil, Italia, Hungaria dan bahkan India melaporkan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan, yang ditakuti akan menjadi gelombang ketiga pandemi, karena kehadiran beberapa varian baru virus dengan kemampuan tular tinggi.

“Oleh karenanya kesiapsiagaan sistem pengendalian tetap dioptimalkan disamping upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Walaupun penurunan kasus cukup bermakna di Sulawesi Utara, tetapi kita belum bisa menanggalkan kebiasaan hidup baru dengan kepatuhan protokol kesehatan,” ucapnya.

Oleh karenanya Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap mengedepankan himbauan bagi masyarakat untuk patuh terhadap semua peraturan terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Mengantisipasi juga hal diatas, maka Satgas Covid-19 telah melaksanakan Pilot Porject Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala micro di desa Warembuangan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Pilot Project ini dimaksudkan sebagai wahana untuk menilai kelayakan PPKM di Sulawesi Utara bila memang perlu di perluas ketempat lain, apabila terjadi lagi peningkatan kasus. Pembelajaran dari proyek ini akan bermanfaat untuk mitigasi dan manajemen respons wabah di lokasi lainnya,” tandasnya.(mpid)

Most Read

Artikel Terbaru

/