alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Jika Calon Berlatar PNS Terpilih jadi BPMS GMIM, Kandouw: Wajib Mundur!

MANADOPOST.ID— 36 nama Pelayan Khusus (Pelsus) ditetapkan panitia pemilihan dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, sebagai Daftar Calon Sementara (DCS) nominasi pengurus organisasi gereja terbesar di Nyiur Melambai.

Sesuai dengan aturan dan mekanisme yang diatur panitia dan BPMS, ereka yang ditetapkan nantinya sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) BPMS dan berhak dipilih di tanggal 30 Maret mendatang usai diverifikasi lebih lanjut oleh BPMS, apakah sesuai dengan Tata Gereja dan aturan turunannya. Lebih lagi terpilih sebagai pengurus baru dalam pemilihan. Dan saat ini berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif.

Ditegaskan Wakil Ketua Umum Panitia Pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial Sinode Badan Pekerja Majelis Sinode dan Kelompok Pelayanan Sinode Lansia GMIM Periode Pelayanan 2022-2027 Pnt Steven Kandouw wajib mundur sebagai abdi negara.

Sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. Dan sebelum tim kerja melakukan tahapan pemilihan. Mereka yang nantinya ditetapkan dan terpilih sebagai pengurus BPMS Periode 2022-2027 dan saat ini masih terdaftar sebagai PNS, diwajibkan untuk mundur.

“Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang disepakati bersama, sebelum pelaksanaan pemilihan dilakukan. Mereka yang nantinya terpilih dan saat ini berprofesi sebagai PNS, wajib mundur,” ungkap Kandouw, ketika diwawancarai Manado Post, Senin (14/3), di sela pengumuman nominasi DCS, di Aula Lantai III Kantor Sinode GMIM.

“Jika melihat komposisi DCS saat ini kan, ada dua nama pelsus yang masuk. Masing-masing Dkn Deysie Lumowa MPd dan Dkn Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes. Tapi jika nantinya tidak terpilih, tidak diwajibkan untuk mundur,” ujarnya lagi.

Sembari meminta dukungan dan doa dari seluruh warga GMIM, biar nantinya pelaksanaan tahapan pemilihan mulai dari Kategorial Fungsional Lansia di tanggal 20 Maret, BIPRA tanggal 25 Maret dan Sidang Majelis Sinode di tanggal 30 Maret nanti. (yol)

MANADOPOST.ID— 36 nama Pelayan Khusus (Pelsus) ditetapkan panitia pemilihan dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, sebagai Daftar Calon Sementara (DCS) nominasi pengurus organisasi gereja terbesar di Nyiur Melambai.

Sesuai dengan aturan dan mekanisme yang diatur panitia dan BPMS, ereka yang ditetapkan nantinya sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) BPMS dan berhak dipilih di tanggal 30 Maret mendatang usai diverifikasi lebih lanjut oleh BPMS, apakah sesuai dengan Tata Gereja dan aturan turunannya. Lebih lagi terpilih sebagai pengurus baru dalam pemilihan. Dan saat ini berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif.

Ditegaskan Wakil Ketua Umum Panitia Pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial Sinode Badan Pekerja Majelis Sinode dan Kelompok Pelayanan Sinode Lansia GMIM Periode Pelayanan 2022-2027 Pnt Steven Kandouw wajib mundur sebagai abdi negara.

Sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. Dan sebelum tim kerja melakukan tahapan pemilihan. Mereka yang nantinya ditetapkan dan terpilih sebagai pengurus BPMS Periode 2022-2027 dan saat ini masih terdaftar sebagai PNS, diwajibkan untuk mundur.

“Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang disepakati bersama, sebelum pelaksanaan pemilihan dilakukan. Mereka yang nantinya terpilih dan saat ini berprofesi sebagai PNS, wajib mundur,” ungkap Kandouw, ketika diwawancarai Manado Post, Senin (14/3), di sela pengumuman nominasi DCS, di Aula Lantai III Kantor Sinode GMIM.

“Jika melihat komposisi DCS saat ini kan, ada dua nama pelsus yang masuk. Masing-masing Dkn Deysie Lumowa MPd dan Dkn Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes. Tapi jika nantinya tidak terpilih, tidak diwajibkan untuk mundur,” ujarnya lagi.

Sembari meminta dukungan dan doa dari seluruh warga GMIM, biar nantinya pelaksanaan tahapan pemilihan mulai dari Kategorial Fungsional Lansia di tanggal 20 Maret, BIPRA tanggal 25 Maret dan Sidang Majelis Sinode di tanggal 30 Maret nanti. (yol)

Most Read

Artikel Terbaru

/