24 C
Manado
Minggu, 25 Oktober 2020

BMKG: La Nina Landa Sulut

MANADOPOST.ID—Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) harus terus berdoa agar terhindar dari bencana alam. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Sulut, sedang mewaspadai fenomena alam La Nina yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. Curah hujan disebut meningkat hingga 40 persen.

Bencana hidrometeorologi diantaranya adalah banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan sejenisnya. Dijelaskan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror, warga harus waspada.

“La Nina itu luas, sebenarnya bukan hanya Sulut. Indonesia secara umum terdampak La Nina. Seluruh Indonesia suhu penguapan laut saat ini tinggi, maka memicu awan-awan konvektif yang mengandung hujan,” jelas dia saat dikonfirmasi Manado Post.

Lanjut Aror, La Nina mengakibatkan hujan sering muncul. Terkait dampak dari La Nina, katanya bisa memicu bencana hidrometeorologi. Namun kata Aror, bencana Hidrometeorogi hanya efek lanjut dari La Nina, jadi selama mitigasi dilakukan dengan baik seperti membuang sampah dengan baik, dapat mencegah bencana.

“Jadi ini kembali lagi ke kita sebagai masyarakat. Bila kita mampu menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, bencana Hidrometeorologi ini dapat dihindari,” saran dia.

Bencana tersebut lanjut Aror akan sangat berdampak bagi masyarakt yang bermukim di bantaran sungai atau lereng bukit. Untuk itu, dia menyarankan agar kewaspadaan lebih ditingkatkan. “Kembali lagi ke kita. Kewaspadaan jika hujan turun harus lebih ditingkatkan. Dan bagi pengembang dan pemerintah diharapkan dapat menjaga kelestarian alam sekitar. Seperti tidak lagi melakukan penebangan hutan lindung,” tutup Aror.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin, bahkan secara khusus menggelar rapat terbatas (ratas) tentang antisipasi bencana hidrometeorologi di Jakarta. Sebab adanya fenomena La Nina diperkirakan dapat meningkatkan curah hujan di Indonesia antara 20 persen sampai 40 persen. ’’(Kenaikan curah hujan, Red) Ini bukan kenaikan yang kecil,’’ kata Jokowi. Dia meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mulai menyiapkan diri untuk antisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Jokowi meminta supaya dihitung bentul adanya potensi dampak La Nina terhadap produksi pertanian. Kemudian juga di sektor perikanan dan perhubungan. Dia juga meminta supaya informasi mengenai perkembangan cuaca disebarluaskan ke seluruh daerah dengan semakin cepat. Sehingga masyarakat bisa segera mengetahui curah hujan bulanan ke depan mengalami kenaikan seperti apa.

Usai ratas Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan selama enam bulan ke depan Indonesia mengalami anomaly curah hujan disebabkan adanya La Nina di pasifik. ’’Di Indonesia curah hujan naik sampai 40 persen. Dan ini perlu dilakukan antisipasi,’’ katanya.

Selain itu Luhut mengatakan peningkatkan curah hujan itu juga dapat memicu terjadinya multi becana alam. Seperti hujan deras, bahkan gempa dan tsunami. Dia menyampaikan bahwa Presiden Jokowi mengingatkan supaya laporan BMKG menjadi acuan dalam antisipasi.

Dengan adanya laporan dari BMKG itu diharapkan dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam. ’’Contohnya Oktober ini mulai banyak hujan deras. Bisa memicu longsor. Bisa juga gempa bumi dan tsunami,’’ tuturnya. Adanya bencana alam itu juga harus diantisipasi dampaknya terhadap kasus Covid-19. Sebab adanya pengungsian bisa berpengaruh pada penularan Covid-19.

Luhut juga menyampaikan supaya masyarakat turut membantu mitigasi bencana alam. Seperti aktif memperhatikan peringatan dini yang disampaikan BMKG atau otoritas terkait lainya. Jangan sampai ada masyarakat tidak menuruti warning yang dikeluarkan orotitas terkait. Menurut Luhut sistem BMKG saat ini semakin canggih. Sehingga informasi perkembangan cuaca dapat disampaikan ke masyarakat dengan cepat.

Diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan sejak Oktober hingga November 2020. Meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah bagian barat.

Kemudian Gorontalo, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Pulau Buru bagian utara, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah. Adapun puncak musim hujan diprakirakan umumnya akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.(cw-01/gnr)

DAMPAK DAN ANTISIPASI LA NINA:

  1. Bencana hidrometeorologi diantaranya adalah banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan sejenisnya.
  2. Fenomena La Nina diperkirakan dapat meningkatkan curah hujan di Indonesia antara 20 persen sampai 40 persen.
  3. Seluruh kementerian dan lembaga/pemerintah diminta mulai menyiapkan diri untuk antisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
  4. Informasi mengenai perkembangan cuaca disebarluaskan ke seluruh daerah dengan semakin cepat. Sehingga masyarakat bisa segera mengetahui curah hujan bulanan ke depan mengalami kenaikan seperti apa.
  5. Selama enam bulan ke depan Indonesia mengalami anomaly curah hujan disebabkan adanya La Nina di pasifik.
  6. Peningkatkan curah hujan itu juga dapat memicu terjadinya multi becana alam. Seperti hujan deras, bahkan gempa dan tsunami.
  7. Dengan adanya laporan dari BMKG diharapkan dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam.
  8. Masyarakat diminta turut membantu mitigasi bencana alam. Seperti aktif memperhatikan peringatan dini yang disampaikan BMKG atau otoritas terkait lainya.
  9. Jangan sampai ada masyarakat tidak menuruti warning yang dikeluarkan orotitas terkait.

*Sumber: Diolah Manado Post

-

Artikel Terbaru

Ibadah Sabat di GMAHK Tompaso, Hamba Tuhan Doakan VAP Jadi Gubernur Sulut

Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP), Sabtu (24/10) beribadah Sabat di Gereja Advent Hari Ke Tujuh (GMAHK) Jemaat Pioner Kamanga, Tompaso, Minahasa.

SGR-NAP Nomor Satu di Minut, Pemimpin Tanah Tonsea 2021

Calon Bupati Shintia Gelly Rumumpe dan Calon Wakil Bupati Netty Agnes Pantouw (SGR - NAP) nomor satu di Minahasa Utara (Minut).

Avanza Terbalik di Turunan Senduk, Penumpang Ada Anak Kecil dan Lansia

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Senduk, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sabtu malam (24/10).

Massa Membludak, WL Tunda Kampanye Dialogis di Tara-Tara

Tahapan kampanye calon peserta pilkada sementara berlangsung. Termasuk para pasangan calon di Pilwako Tomohon. Ketatnya aturan kampanye untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membuat paslon ikut hati-hati menggelar tahapan ini.