26.2 C
Manado
Rabu, 28 Oktober 2020

Reyen Gratis Tol Manado-Bitung Berakhir

MANADOPOST.ID—Kemarin tarif Tol Manado-Bitung Ruas Jalan Manado-Danowudu beredar via pesan berantai. Mulai dari tarif golongan 1 hingga golongan 5. Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Manado-Bitung George Manarung mengatakan, untuk tarif per Kilometer (KM) direncanakan untuk golongan 1 Rp1.111/Km.

“Namun untuk nilai pastinya antar gerbang tol, kami masih menunggu SK tarif Tol yang akan dikeluarkan pemerintah melalui Menteri PUPR,” jelasnya saat dikonfirmasi Manado Post. “Untuk golongan satu itu sudah termasuk sedan, jeep, pick up dan bus,” sebut Manurung, yang tak menjelaskan lagi soal tarif golongan lainnya.

Diketahui, Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu telah diresmikan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (29/9) siang. Kemudian diresmikan penggunaannya oleh Plt Gubernur Sulut Agus Fatoni, Rabu (30/9) pagi.

Dan selama dua minggu masyarakat pengguna jalan yang melewati jalan tol sepanjang 26 kilometer ini tidak perlu mengeluarkan biaya, alias masih gratis. Jika dihitung sejak diresmikan, gratisnya hanya sampai Selasa (14/10) kemarin (14 hari/dua pekan). Sayang terkait hal tersebut (masa berlaku gratis, red), Dirut Jasa Marga belum memberikan keterangan terbarunya.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra telah mengedukasi aturan dan tata cara penggunaan jalan tol. Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, dua minggu menjadi sarana uji coba dan edukasi kepada masyarakat terkait tata cara penggunaan jalan tol sesuai aturan yang berlaku.

Dijelaskan Irjen Panca Putra, berdasarkan Undang-Undang Nomor 38/2004 tentang Jalan dan PP Nomor 15/2005 tentang Jalan Tol, sudah diisyaratkan untuk beberapa syarat. “Antara lain, yang pertama jenis kendaraan yang lewat adalah kendaraan roda empat dan selebihnya. Artinya di bawah itu tidak boleh,” terangnya.

Yang kedua tentang kecepatan, yaitu kecepatan minimal adalah 80 km/jam dan maksimal 100 km/jam. “Kendaraan yang mesinnya tidak mampu melaju dalam kecepatan tersebut, maka tidak boleh lewat jalan tol,” kata Irjen Pol Panca Putra.

Kemudian tentang penggunaan jalur, lanjutnya, di jalan tol ini ada 3 jalur yaitu jalur 1, 2, dan 3. Jalur 1 untuk mendahului dengan kecepatan tinggi, jalur 2 untuk kendaraan yang mendahului dengan kecepatan yang lebih rendah dari jalur 3. “Untuk kendaraan truk, harus menggunakan jalur paling kiri atau jalur 3,” tegas kapolda.

Dirinya pun mengingatkan, bahwa bahu jalan hanya digunakan untuk keadaan darurat, seperti mobil mogok, berhenti karena tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dibantu pihak pengelola jalan tol. Kapolda meminta aturan dan tata cara tersebut harus dipahami masyarakat pengguna jalan.

“Sejak diresmikannya jalan tol Manado-Bitung ini masyarakat tidak boleh lagi menggunakan jalan tol untuk kepentingan pribadi, seperti berolahraga dan berjalan kaki,” tegasnya.(ayu/gnr)

 

-

Artikel Terbaru

SGR Kunjungi Pasar Tradisional dan Posko Pemenangan Likupang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Tradisional Likupang.

Berbelanja di Pasar Sukur dan Kema, SGR Cek Kondisi Pedagang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja dan menyapa pedagang di Pasar Sukur dan Kema, Rabu (28/10).

Bahaya! Sudah Enam Bulan, Bekas Longsor Belum Diperbaiki

MANADOPOST.ID—Bekas longsoran di salah satu badan jalan penghubung Kecamatan Tahuna Barat dan Kecamatan Kendahe terus membesar.

Pekan Depan, Sekolah Tatap Muka Kembali Aktif

MANADOPOST.ID--Proses belajar tatap muka di  Kota Kotamobagu mulai diperbolehkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) daerah setempat, sebagaimana surat edaran bernomor 400/DISDIK-KK01424/2020.

50 Desa Kembali Aktifkan Gugus Tugas

MANADOPOST.ID--- Guna memaksimalkan pencegahan penularan covid-19 di setiap desa, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) membentuk Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 di setiap Desa.