27.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Sosok Haji Lulung, dari Pemulung, Kelola Keamanan Tanah Abang, Hingga Dipecat Karena Ahok

MANADOPOST.ID–Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung meninggal dunia, pada Selasa (14/12) akibat sakit jantung yang dideritanya tersebut.

Haji Lulung menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 10.51 WIB di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita. Lantas siapakah Haji Lulung?

Berdasarkan dari data yang dikumpulkan JawaPos.com, Haji Lulung pernah menjadi pemulung kardus di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Dia adalah pria kelahiran 24 Juli 1959.

Haji Lulung adalah seorang pengusaha yang memiliki sejumlah perusahaan yang mengelola keamanan, perpakiran di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Selain jadi pengusaha, Lulung juga memiliki kantor advokat bernama Lunggana Advocate dan Friends yang berlokasi di Tanah Abang.

Di awal karier politiknya, Lulung merupakan anggota PPP. Dia bergabung ke PPP sejak 2002 silam. Setelah itu di tahun yang sama dia berpindah ke Partai Bintang Reformasi (PBR) ketika PPP mengalami konflik internal, sekaligus mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2004, namun ia dikalahkan.

Bahkan, Lulung sempat menjabat sebagai Ketua DPC PBR Jakarta Barat. Setelah pemilu 2004, ia kembali menjadi kader PPP dan terpilih menjadi Ketua DPC PPP Jakarta Pusat.

Kemudian, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2009 dan berhasil memenangkan pemilihan. Pada 2009, ia diangkat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Akan tetapi, pada 2018 Lulung diberhentikan sebagai kader setelah memihak kepada kubu Djan Faridz. Termasuk dia juga tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Kemudian, pada 20 Juni 2018, ia menyatakan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai tersebut.

Saat menjadi mencalonkan menjadi anggota DPR, Lulung ada di Dapil DKI Jakarta III yang meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Barat dan Jakarta Barat. Kala itu dia mendapatkan 69 ribu lebih suara.

Sejak menjadi anggota dewan pada 2019, PAN menempatkan Haji Lulung di Komisi VII DPR. Namun pada September 2021 akhirnya Lulung meninggalkan PAN dan kembali bergabung dengan PPP.

Lulung kembali bergabung di partai berlambang Kakbah mendapatkan jabatan Ketua DPW PPP DKI Jakarta.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung meninggal dunia, pada Selasa (14/12) akibat sakit jantung yang dideritanya tersebut.

Haji Lulung menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 10.51 WIB di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita. Lantas siapakah Haji Lulung?

Berdasarkan dari data yang dikumpulkan JawaPos.com, Haji Lulung pernah menjadi pemulung kardus di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Dia adalah pria kelahiran 24 Juli 1959.

Haji Lulung adalah seorang pengusaha yang memiliki sejumlah perusahaan yang mengelola keamanan, perpakiran di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Selain jadi pengusaha, Lulung juga memiliki kantor advokat bernama Lunggana Advocate dan Friends yang berlokasi di Tanah Abang.

Di awal karier politiknya, Lulung merupakan anggota PPP. Dia bergabung ke PPP sejak 2002 silam. Setelah itu di tahun yang sama dia berpindah ke Partai Bintang Reformasi (PBR) ketika PPP mengalami konflik internal, sekaligus mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2004, namun ia dikalahkan.

Bahkan, Lulung sempat menjabat sebagai Ketua DPC PBR Jakarta Barat. Setelah pemilu 2004, ia kembali menjadi kader PPP dan terpilih menjadi Ketua DPC PPP Jakarta Pusat.

Kemudian, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2009 dan berhasil memenangkan pemilihan. Pada 2009, ia diangkat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Akan tetapi, pada 2018 Lulung diberhentikan sebagai kader setelah memihak kepada kubu Djan Faridz. Termasuk dia juga tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Kemudian, pada 20 Juni 2018, ia menyatakan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai tersebut.

Saat menjadi mencalonkan menjadi anggota DPR, Lulung ada di Dapil DKI Jakarta III yang meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Barat dan Jakarta Barat. Kala itu dia mendapatkan 69 ribu lebih suara.

Sejak menjadi anggota dewan pada 2019, PAN menempatkan Haji Lulung di Komisi VII DPR. Namun pada September 2021 akhirnya Lulung meninggalkan PAN dan kembali bergabung dengan PPP.

Lulung kembali bergabung di partai berlambang Kakbah mendapatkan jabatan Ketua DPW PPP DKI Jakarta.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/