26.4 C
Manado
Senin, 27 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Topang Pemerintah Atasi Banjir Manado, Sondakh: Semua Masyarakat Harus Setuju untuk Ganti Untung

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Upaya pemerintah pusat untuk melindungi warga Kota Manado dari banjir, terus berlanjut. Dalam hal ini, menurut Kepala SNVT PJSA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian PUPR Novie Ilat, tahapan yang dilakukan saat ini yakni tahap konsultasi masyarakat. Dimana masyarakat secara terbuka tanpa ada paksaan untuk menyatakan persetujuannya atas rencana pemerintah tersebut.

“Disini kita akan melihat, apakah masyarakat setuju dilakukan proses ganti untung atas kepemilikan tanah serta bangunan yang nantinya akan dibangun bangunan pengendali banjir atau tidak,” kata Ilat seraya berharap masyarakat dapat menyatakan persetujuannya demi kepentingan umum.

Suasana kegiatan konsultasi masyarakat yang mendiami area Sungai Tondano di Kecamatan Singkil Kelurahan Ternate Tanjung yang berlangsung di Aula Kantor Walikota Manado, kemarin.

“Kami berharap masyarakat dapat setuju. Karena ini untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di Manado. Serta masyarakat Kota Manado harus bersyukur, karena dari lima daerah di seluruh Indonesia, Manado adalah salah satu Kota yang mendapatkan program pembangunan bangunan pengendali banjir yang akan didanai oleh Bank Dunia,” sebut Ilat.

Adapun hingga hari ke lima kegiatan konsultasi masyarakat yang berlangsung kemarin (13/12), Menurut PPK Tanah BWSS I Daisy Tinangon bahwa ada beberapa masyarakat yang belum menyatakan setuju atas rencana pemerintah untuk mengatasi banjir di Manado. “Kira-kira, dari 100 persen masyarakat yang kami undang sebagai pemilik tanah/bangunan di bantaran sungai Tikala dan Tondano, 90 persen sudah menyatakan setuju. Jadi kira-kira 10 persen belum setuju,” ungkap Tinangon. Ia pun berharap agar masyarakat dapat memahami akan pentingnya program tersebut.

Daisy Tinangon
- Advertisement -

“Ini sangat penting untuk kepentingan masyarakat secara umum. Jadi diharapkan semua masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat menyetujui akan rencana pemerintah ini,” katanya.

Menanggapi akan hal tersebut, Asisten II Setda Kota Manado Recky Philips Sondakh mewakili Wali Kota Manado Andrei Angouw, menyatakan akan mengakomodir semua masyarakat agar menyetujui program pembebasan tanah guna pembangunan bangunan pengendali banjir pada tiga sungai di Manado.

“Jadi masyarakat yang tidak setuju, akan kita akomodir. Harapan kita supaya masyarakat bisa membantu pemerintah dalam pembangunan bangunan pengendali banjir. Jadi diharapkan semua masyarakat di bantaran Sungai di Kota Manado, baik di Sungai Tikala, Tondano dan juga Sario semuanya bisa setuju untuk ganti untung agar Manado bisa bebas banjir,” tegas Sondakh.

Adapun kegiatan konsultasi masyarakat untuk warga yang tinggal di bantaran Sungai Tondano akan berakhir hari ini (14/12) di Aula Kantor Walikota Manado.

“Untuk itu, kami mengundang semua warga yang tinggal di bantaran Sungai Tondano yang telah mendapatkan undangan untuk hadir dalam kegiatan yang berlangsung dari jam 09.00 Wita hingga sore nanti,” tutup Tinangon, seraya menyebutkan jadwal konsultasi masyarakat (14/12), antara lain warga Kelurahan Ternate Baru, Kairagi Weru, Singkil Satu, Calaca, Wawonasa, Sindulang Satu, Istiqlal, Komo Luar, Pinaesaan dan Kairagi Satu. (des)

MANADOPOST.ID—Upaya pemerintah pusat untuk melindungi warga Kota Manado dari banjir, terus berlanjut. Dalam hal ini, menurut Kepala SNVT PJSA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian PUPR Novie Ilat, tahapan yang dilakukan saat ini yakni tahap konsultasi masyarakat. Dimana masyarakat secara terbuka tanpa ada paksaan untuk menyatakan persetujuannya atas rencana pemerintah tersebut.

“Disini kita akan melihat, apakah masyarakat setuju dilakukan proses ganti untung atas kepemilikan tanah serta bangunan yang nantinya akan dibangun bangunan pengendali banjir atau tidak,” kata Ilat seraya berharap masyarakat dapat menyatakan persetujuannya demi kepentingan umum.

Suasana kegiatan konsultasi masyarakat yang mendiami area Sungai Tondano di Kecamatan Singkil Kelurahan Ternate Tanjung yang berlangsung di Aula Kantor Walikota Manado, kemarin.

“Kami berharap masyarakat dapat setuju. Karena ini untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di Manado. Serta masyarakat Kota Manado harus bersyukur, karena dari lima daerah di seluruh Indonesia, Manado adalah salah satu Kota yang mendapatkan program pembangunan bangunan pengendali banjir yang akan didanai oleh Bank Dunia,” sebut Ilat.

Adapun hingga hari ke lima kegiatan konsultasi masyarakat yang berlangsung kemarin (13/12), Menurut PPK Tanah BWSS I Daisy Tinangon bahwa ada beberapa masyarakat yang belum menyatakan setuju atas rencana pemerintah untuk mengatasi banjir di Manado. “Kira-kira, dari 100 persen masyarakat yang kami undang sebagai pemilik tanah/bangunan di bantaran sungai Tikala dan Tondano, 90 persen sudah menyatakan setuju. Jadi kira-kira 10 persen belum setuju,” ungkap Tinangon. Ia pun berharap agar masyarakat dapat memahami akan pentingnya program tersebut.

Daisy Tinangon

“Ini sangat penting untuk kepentingan masyarakat secara umum. Jadi diharapkan semua masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat menyetujui akan rencana pemerintah ini,” katanya.

Menanggapi akan hal tersebut, Asisten II Setda Kota Manado Recky Philips Sondakh mewakili Wali Kota Manado Andrei Angouw, menyatakan akan mengakomodir semua masyarakat agar menyetujui program pembebasan tanah guna pembangunan bangunan pengendali banjir pada tiga sungai di Manado.

“Jadi masyarakat yang tidak setuju, akan kita akomodir. Harapan kita supaya masyarakat bisa membantu pemerintah dalam pembangunan bangunan pengendali banjir. Jadi diharapkan semua masyarakat di bantaran Sungai di Kota Manado, baik di Sungai Tikala, Tondano dan juga Sario semuanya bisa setuju untuk ganti untung agar Manado bisa bebas banjir,” tegas Sondakh.

Adapun kegiatan konsultasi masyarakat untuk warga yang tinggal di bantaran Sungai Tondano akan berakhir hari ini (14/12) di Aula Kantor Walikota Manado.

“Untuk itu, kami mengundang semua warga yang tinggal di bantaran Sungai Tondano yang telah mendapatkan undangan untuk hadir dalam kegiatan yang berlangsung dari jam 09.00 Wita hingga sore nanti,” tutup Tinangon, seraya menyebutkan jadwal konsultasi masyarakat (14/12), antara lain warga Kelurahan Ternate Baru, Kairagi Weru, Singkil Satu, Calaca, Wawonasa, Sindulang Satu, Istiqlal, Komo Luar, Pinaesaan dan Kairagi Satu. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/