alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Puluhan Dokter Residen Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan RSUP Kandou

MANADOPOST.ID— Direktur Utama RSUP Kandou Manado dr Jimmy Panelewen membenarkan puluhan dokter residen Unsrat, terpapar Covid-19.

“Total residen sebanyak 506 orang. Yang baru diperiksa 430 orang, yang positif Covid-19 ada 42. Jadi positivity ratenya sekira 9,77 persen,” bebernya.

Dia melanjutkan, dari total 42 yang positif tersebut, sekira 30 diantaranya merupakan dokter residen penyakit dalam.

“Memang sampai sekarang ini ada sekitar 30 dokter residen spesialis penyakit dalam yang terpapar,” ungkapnya.

Menurut dia, paparan covid-19 terhadap tenaga kesehatan di lingkup rumah sakit  memang beragam. “Tapi memang kan kami periksa duluan tenaga residen, perawat dan dokter,” timpanya.

Kata dia, mengantisipasi ini ada beberapa hal yang sudah dan sementara dilakukan termasuk didalamnya disiapkan strategi internal dan eksternal. “Salah satunya adalah penyiapan jumlah tempat tidur. Kami fokus akan pelayanan pasien covid kalau kemungkinan dia bertambah lebih banyak,” paparnya.

Menurut dia, kalau paparan semakin luas makan, pihak rumah sakit akan memprioritaskan  pasien covid yang menonjol seperti komorbid dan koinsiden. Rata rata nakes RSUP Kandou yang terpapar lanjutnya, banyak masuk dalam orang tak bergejala (OTG) dan gejala ringan. “Sehingga saat ini mereka banyak yang melakukan isoman,” terangnya.

Kedepan, kata dia, apabila lonjakan terus terjadi, pihaknya akan melakukan mobilisasi tenaga kesehatan yang masih sehat. “Alat proteksi diri akan diperlengkapi bagi mereka yang dilokasi terdepan. Kalau sudah banyak nakes yang terpapar kami akan mengurangi jumlah pasien. Yang penanganan nya bisa ditunda. Tetapi emergency mutlak harus dilayani,” ucap dia.

Dari sisi eksternal dia menambahkan, akan dilakukan perekrutan baik relawan atau mereka yang selesai study tapi belum mendapat pekerjaan. “Bisa jadi kami minta di rumah sakit yang lain. Atau bikin perekrutan sendiri,” sebutnya.

Terkait jenis Covid-19 yang menjangkiti nakes di RSUL Kandou, dia melanjutkan ada kemungkinan berasal dari cluster keluarga. “Karena di Jawa juga begitu. Kami pun belum tau ini jenis omicron atau apa sebab untuk menentukan itu kami harus kirim lagi  ke Jawa untuk diperiksa disana,” timpanya.

Di sisi lain, Jubir Covid-19 RSUP Kandou Manado dr Handry Takasenseran mengaku akan memperketat larangan besuk. Pengunjung untuk membesuk pasien di rumah sakit. “Kami pastikan sekali lagi, kita tidak ada jam kunjungan untuk membesuk. Ini sudah dari awal kami kebijakan,” ucapnya.

Dia menambahkan, pasien yang ada hanya diperkenankan didampingi satu orang penjaga. “Kami ada kebijakan semua pasien melalui screening terlebih dahulu, satu orang yang menjaga juga harus di swab antigen juga, intinya semua harus berjalan sesuai protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. (asr/tan)

MANADOPOST.ID— Direktur Utama RSUP Kandou Manado dr Jimmy Panelewen membenarkan puluhan dokter residen Unsrat, terpapar Covid-19.

“Total residen sebanyak 506 orang. Yang baru diperiksa 430 orang, yang positif Covid-19 ada 42. Jadi positivity ratenya sekira 9,77 persen,” bebernya.

Dia melanjutkan, dari total 42 yang positif tersebut, sekira 30 diantaranya merupakan dokter residen penyakit dalam.

“Memang sampai sekarang ini ada sekitar 30 dokter residen spesialis penyakit dalam yang terpapar,” ungkapnya.

Menurut dia, paparan covid-19 terhadap tenaga kesehatan di lingkup rumah sakit  memang beragam. “Tapi memang kan kami periksa duluan tenaga residen, perawat dan dokter,” timpanya.

Kata dia, mengantisipasi ini ada beberapa hal yang sudah dan sementara dilakukan termasuk didalamnya disiapkan strategi internal dan eksternal. “Salah satunya adalah penyiapan jumlah tempat tidur. Kami fokus akan pelayanan pasien covid kalau kemungkinan dia bertambah lebih banyak,” paparnya.

Menurut dia, kalau paparan semakin luas makan, pihak rumah sakit akan memprioritaskan  pasien covid yang menonjol seperti komorbid dan koinsiden. Rata rata nakes RSUP Kandou yang terpapar lanjutnya, banyak masuk dalam orang tak bergejala (OTG) dan gejala ringan. “Sehingga saat ini mereka banyak yang melakukan isoman,” terangnya.

Kedepan, kata dia, apabila lonjakan terus terjadi, pihaknya akan melakukan mobilisasi tenaga kesehatan yang masih sehat. “Alat proteksi diri akan diperlengkapi bagi mereka yang dilokasi terdepan. Kalau sudah banyak nakes yang terpapar kami akan mengurangi jumlah pasien. Yang penanganan nya bisa ditunda. Tetapi emergency mutlak harus dilayani,” ucap dia.

Dari sisi eksternal dia menambahkan, akan dilakukan perekrutan baik relawan atau mereka yang selesai study tapi belum mendapat pekerjaan. “Bisa jadi kami minta di rumah sakit yang lain. Atau bikin perekrutan sendiri,” sebutnya.

Terkait jenis Covid-19 yang menjangkiti nakes di RSUL Kandou, dia melanjutkan ada kemungkinan berasal dari cluster keluarga. “Karena di Jawa juga begitu. Kami pun belum tau ini jenis omicron atau apa sebab untuk menentukan itu kami harus kirim lagi  ke Jawa untuk diperiksa disana,” timpanya.

Di sisi lain, Jubir Covid-19 RSUP Kandou Manado dr Handry Takasenseran mengaku akan memperketat larangan besuk. Pengunjung untuk membesuk pasien di rumah sakit. “Kami pastikan sekali lagi, kita tidak ada jam kunjungan untuk membesuk. Ini sudah dari awal kami kebijakan,” ucapnya.

Dia menambahkan, pasien yang ada hanya diperkenankan didampingi satu orang penjaga. “Kami ada kebijakan semua pasien melalui screening terlebih dahulu, satu orang yang menjaga juga harus di swab antigen juga, intinya semua harus berjalan sesuai protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. (asr/tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/