24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Lebanon dan Suriah Bantu Teroris Hamas Keroyok Israel, Sejarah Perang Enam Hari Akan Terulang?

MANADOPOST.ID – Konflik antara Israel dan kelompok teroris Hamas, di Jalur Gaza, Palestina, kian memanas.

Pasalnya konflik tersebut telah menyebar dan membuat dua negara arab lainnya, Lebanon dan Suriah, turut membantu teroris Hamas menggempur pertahanan Israel.

Dilansir dari era.id, sedikitnya tiga roket ditembakkan dari Suriah menuju Israel. Roket-roket itu mendarat di area terbuka.

Militer Israel lalu mengeluarkan pernyataan bahwa salah satu roket jatuh di dalam wilayah Suriah.

Roket-roket yang ditembakkan dari Beit Lahia, Jalur Gaza, ke wilayah Israel (14/5). (ANAS BABA/AFP)
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sebelumnya, empat roket juga ditembakkan ke Israel dari Lebanon Selatan pada Kamis (13/5) malam.

Militer zionis menyatakan, tiga roket dari Lebanon ditembakkan ke arah pantai Israel, namun tidak ada korban yang dilaporkan.

The Daily Star mengutip sumber-sumber keamanan melaporkan, dua roket jatuh di Lebanon. Sementara dua lainnya ditujukan ke kota-kota di Israel Utara.

Pesawat-pesawat tempur Israel kembali menggempur Gaza, Palestina, Sabtu (15/5) pagi.

Kelompok militan Hamas pun menanggapinya dengan menembakkan roket ke Israel, saat pertempuran memasuki malam kelima.

Sampai hari ini, belum ada tanda-tanda akan berakhirnya pertempuran antara para pejuang di Gaza melawan Israel. Jumlah korban pun terus bertambah.

Iron Dome yang menjadi sistem keamanan andalan Israel untuk menghalau roket Hamas

Palestina melaporkan 11 orang tewas di Tepi Barat di tengah bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Israel.

Sedikitnya 128 orang telah tewas di Gaza sejak Senin (10/5), termasuk 31 anak-anak dan 20 perempuan, dan 950 lainnya terluka, kata pejabat medis Palestina.

Militer zionis mengatakan, lebih dari 2.000 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel sejak lima hari lalu.

Sekitar setengah dari jumlah itu dapat dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel. Sementara 350 di antaranya dikatakan jatuh di Jalur Gaza.

Sejarah Perang Enam Hari

Sebagian negara-negara Arab memiliki luka lama pada Israel atas kekalahan mereka dalam Perang Enam Hari yang terjadi pada Juni 1967

Ketika itu, Israel dikeroyok oleh Mesir, Turki, Suriah, Libanon, Irak, plus Front Pembebasan Palestina (PLO).

Namun ternyata perang tidak seimbang itu, tetap dimenangkan negara tanpa bantuan dan secara kilat, hanya dalam tempo enam hari.

Menjelang perang berakhir, dikutip dari History, Suriah berhasil diselamatkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) lewat gencatatan senjata secara menyeluruh. Ini terjadi menjelang detik-detik terakhir militer Israel memasuki Damaskus, Ibu Kota Suriah.(era/tr-01).

MANADOPOST.ID – Konflik antara Israel dan kelompok teroris Hamas, di Jalur Gaza, Palestina, kian memanas.

Pasalnya konflik tersebut telah menyebar dan membuat dua negara arab lainnya, Lebanon dan Suriah, turut membantu teroris Hamas menggempur pertahanan Israel.

Dilansir dari era.id, sedikitnya tiga roket ditembakkan dari Suriah menuju Israel. Roket-roket itu mendarat di area terbuka.

Militer Israel lalu mengeluarkan pernyataan bahwa salah satu roket jatuh di dalam wilayah Suriah.

Roket-roket yang ditembakkan dari Beit Lahia, Jalur Gaza, ke wilayah Israel (14/5). (ANAS BABA/AFP)

Sebelumnya, empat roket juga ditembakkan ke Israel dari Lebanon Selatan pada Kamis (13/5) malam.

Militer zionis menyatakan, tiga roket dari Lebanon ditembakkan ke arah pantai Israel, namun tidak ada korban yang dilaporkan.

The Daily Star mengutip sumber-sumber keamanan melaporkan, dua roket jatuh di Lebanon. Sementara dua lainnya ditujukan ke kota-kota di Israel Utara.

Pesawat-pesawat tempur Israel kembali menggempur Gaza, Palestina, Sabtu (15/5) pagi.

Kelompok militan Hamas pun menanggapinya dengan menembakkan roket ke Israel, saat pertempuran memasuki malam kelima.

Sampai hari ini, belum ada tanda-tanda akan berakhirnya pertempuran antara para pejuang di Gaza melawan Israel. Jumlah korban pun terus bertambah.

Iron Dome yang menjadi sistem keamanan andalan Israel untuk menghalau roket Hamas

Palestina melaporkan 11 orang tewas di Tepi Barat di tengah bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Israel.

Sedikitnya 128 orang telah tewas di Gaza sejak Senin (10/5), termasuk 31 anak-anak dan 20 perempuan, dan 950 lainnya terluka, kata pejabat medis Palestina.

Militer zionis mengatakan, lebih dari 2.000 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel sejak lima hari lalu.

Sekitar setengah dari jumlah itu dapat dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel. Sementara 350 di antaranya dikatakan jatuh di Jalur Gaza.

Sejarah Perang Enam Hari

Sebagian negara-negara Arab memiliki luka lama pada Israel atas kekalahan mereka dalam Perang Enam Hari yang terjadi pada Juni 1967

Ketika itu, Israel dikeroyok oleh Mesir, Turki, Suriah, Libanon, Irak, plus Front Pembebasan Palestina (PLO).

Namun ternyata perang tidak seimbang itu, tetap dimenangkan negara tanpa bantuan dan secara kilat, hanya dalam tempo enam hari.

Menjelang perang berakhir, dikutip dari History, Suriah berhasil diselamatkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) lewat gencatatan senjata secara menyeluruh. Ini terjadi menjelang detik-detik terakhir militer Israel memasuki Damaskus, Ibu Kota Suriah.(era/tr-01).

Most Read

Artikel Terbaru

/