24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ini Penyebab Amblasnya Jalan, Jembatan dan Belasan Rumah di Amurang

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Peristiwa amblasnya jalan dan jembatan serta beberapa pemukiman warga di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang sementara viral dibagikan di media sosial dan Whatsapp, ternyata menurut Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, I Komang Sudana penyebabnya masih belum dapat dipastikan.

“Belum tahu pasti apakah itu karena abrasi pantai, atau ada hal lain yang terjadi. Mengenai hal itu akan dirapatkan besok,” kata Sudana saat dihubungi Manado Post yang saat itu juga bersama dengan Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) Sulut Hendro Satrio melakukan peninjauan langsung di lokasi bencana tersebut.

TURUT PANTAU: Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana dan Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio turun langsung melakukan pemantauan di lokasi bencana.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio pun saat dimintai keterangan terkait status jalan dan jembatan yang amblas tersebut menyebutkan bahwa jalan tersebut bukan berstatus jalan nasional.

“Jalan itu bukan jalan Trans Sulawesi. Bukan jalan utama, jadi itu adalah jalan Kabupaten dan bukan jalan Nasional,” kata Hendro. Meski demikian pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

- Advertisement -

“Tapi tetap kami akan meninjau kondisi yang terjadi,” tambah Hendro. Dilain tempat, Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut Alexander Wattimena saat dikonfirmasi.

AMBRUK: Tampak detik-detik terjadinya bencana yang mengakibatkan jalan penghubung Desa Bitung dan Uwuran Satu putus.

“Ya sudah ada laporan terkait jalan putus di Amurang dan itu bukan jalan Provinsi. Jalan itu dibuat oleh Kabupaten. Tapi saya sudah utus staf untuk cek langsung ke lokasi,” tutur Watimena.

Sementara itu, Akademisi sekaligus Pemerhati Lingkungan Prof. Dr. Treesje Londa, Msi saat dimintai tanggapan terkait bencana yang terjadi di Amurang, menyebutkan bahwa hal yang terjadi bisa saja diakibatkan oleh abrasi pantai yang diakibatkan oleh dua faktor.

“Bisa akibat faktor alam dan kedua akibat ulah manusia,” kata Londa.

Dijelaskan Londah bahwa faktor alam antara lain terjadinya pasang surut air laut dan gelombang serta arus laut yang berpotensi mengakibatkan kerusakan sebagai akibat angin yang kencang di atas lautan.

“Fenomena alam tersebut tidak dapat dihindari karena laut memiliki siklus tersendiri. Adakalanya angin berhebus kencang dan berpotensi menghasilkan gelombang yang merusak,” urai Londa.

Sedangkan abrasi yang diakibatkan oleh ulah manusia, Londa menyebutkan bahwa adanya eksploitasi terhadap sumber daya alam di sekitar area pantai.

“Misalnya pengrusakan mangrove, yang berfungsi untuk mencegah erosi dan pembangunan di sempadan pantai,” Jelas Londa.

Diketahui bencana ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita Rabu (15/6) sore, jalan penghubung antara Kelurahan Bitung dan Uwuran Satu di pesisir pantai Amurang putus. Mengakibatkan, jembatan ambruk Jalan Boulevard putus, serta kurang lebih belasan rumah warga dan penginapan terdampak bencana. Namun tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. (Desmianti Babo)

MANADOPOST.ID—Peristiwa amblasnya jalan dan jembatan serta beberapa pemukiman warga di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang sementara viral dibagikan di media sosial dan Whatsapp, ternyata menurut Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, I Komang Sudana penyebabnya masih belum dapat dipastikan.

“Belum tahu pasti apakah itu karena abrasi pantai, atau ada hal lain yang terjadi. Mengenai hal itu akan dirapatkan besok,” kata Sudana saat dihubungi Manado Post yang saat itu juga bersama dengan Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) Sulut Hendro Satrio melakukan peninjauan langsung di lokasi bencana tersebut.

TURUT PANTAU: Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana dan Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio turun langsung melakukan pemantauan di lokasi bencana.

Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio pun saat dimintai keterangan terkait status jalan dan jembatan yang amblas tersebut menyebutkan bahwa jalan tersebut bukan berstatus jalan nasional.

“Jalan itu bukan jalan Trans Sulawesi. Bukan jalan utama, jadi itu adalah jalan Kabupaten dan bukan jalan Nasional,” kata Hendro. Meski demikian pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Tapi tetap kami akan meninjau kondisi yang terjadi,” tambah Hendro. Dilain tempat, Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut Alexander Wattimena saat dikonfirmasi.

AMBRUK: Tampak detik-detik terjadinya bencana yang mengakibatkan jalan penghubung Desa Bitung dan Uwuran Satu putus.

“Ya sudah ada laporan terkait jalan putus di Amurang dan itu bukan jalan Provinsi. Jalan itu dibuat oleh Kabupaten. Tapi saya sudah utus staf untuk cek langsung ke lokasi,” tutur Watimena.

Sementara itu, Akademisi sekaligus Pemerhati Lingkungan Prof. Dr. Treesje Londa, Msi saat dimintai tanggapan terkait bencana yang terjadi di Amurang, menyebutkan bahwa hal yang terjadi bisa saja diakibatkan oleh abrasi pantai yang diakibatkan oleh dua faktor.

“Bisa akibat faktor alam dan kedua akibat ulah manusia,” kata Londa.

Dijelaskan Londah bahwa faktor alam antara lain terjadinya pasang surut air laut dan gelombang serta arus laut yang berpotensi mengakibatkan kerusakan sebagai akibat angin yang kencang di atas lautan.

“Fenomena alam tersebut tidak dapat dihindari karena laut memiliki siklus tersendiri. Adakalanya angin berhebus kencang dan berpotensi menghasilkan gelombang yang merusak,” urai Londa.

Sedangkan abrasi yang diakibatkan oleh ulah manusia, Londa menyebutkan bahwa adanya eksploitasi terhadap sumber daya alam di sekitar area pantai.

“Misalnya pengrusakan mangrove, yang berfungsi untuk mencegah erosi dan pembangunan di sempadan pantai,” Jelas Londa.

Diketahui bencana ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita Rabu (15/6) sore, jalan penghubung antara Kelurahan Bitung dan Uwuran Satu di pesisir pantai Amurang putus. Mengakibatkan, jembatan ambruk Jalan Boulevard putus, serta kurang lebih belasan rumah warga dan penginapan terdampak bencana. Namun tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. (Desmianti Babo)

Most Read

Artikel Terbaru

/