alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Mau Bantu Tekan Transmisi Covid-19 di Sulut? Lakukan Hal-hal Berikut Ini!

MANADOPOST.ID—  Pemprov Sulut meminta warga bumi Nyiur Melambai, untuk berkontribusi secara aktif dalam menekan transimisi Covid-19 di Sulut.

“Pemerintah Sulawesi Utara berdasarkan instruksi dari gubernur telah mengupayakan kesiap siagaan menghadapi melonjaknya kasus ini. Akan tetapi, pemerintah juga menyadari bahwa dengan kecepatan transmisi dari Variant of Concern yang begitu cepat, maka upaya yang dilakukan akan sia-sia, bila tidak diikuti dengan kedisplinan masyarakat dalam mengikuti panduan pelaksanaan PPKM Mikro yang telah diterbitkan,” kata Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH.

Karenanya pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi secara aktif dalam menekan transimisi penyakit ini, dengan langkah langkah konkrit yang bisa dilakukan secara individu, yakni:

  1. Disiplin memakai masker
  2. Menghindari kerumunan
  3. Menghindari lokasi atau ruangan dengan sirkulasi udara yang tidak baik
  4. Mematuhi perintah dan jadwal kerja dari rumah
  5. Mengurangi pertemuan pertemuan sosial yang tidak urgen
  6. Sedapat mungkin untuk bisa diam di rumah, bila tidak ada aktivitas atau pekerjaan yang harus dilakukan
  7. Mencuci tangan dan membersihkan diri setiba di rumah
  8. Segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan bila mengalami gejala dan atau pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Bagi mereka yang telah terkonfirmasi positif, disarankan untuk tidak menjalani isolasi mandiri di rumah, bila terdapat orang lanjut usia atau Balita
  9. Istirahat cukup dan makan makanan bergizi untuk menjaga imunitas tubuh.

Seperti diketahui, Kamis hari ini (15/7), Covid-19 di Sulut pecah rekor, bertambah 367 kasus terkonfirmasi positif.

“Penambahan kasus harian hari ini merupakan rekor tertinggi selama pandemi berlangsung di Sulawesi Utara. Sebenarnya selama seminggu terakhir ini telah 3 kali pertambahan kasus harian melampui puncak pandemi pertama di bulan Januari yang paling tinggi adalah 242 kasus,” beber Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara itu.

“Tentunya hal ini menjadi kekhawatiran kita bersama. Tetapi hal yang paling utama yang harus kita lakukan adalah kerja sama antar pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu menyelesaikan permasalahan ini,” tambahnya.

Pemerintah Sulawesi Utara lanjutnya, berdasarkan instruksi dari gubernur telah mengupayakan kesiap siagaan menghadapi melonjaknya kasus ini. Adapun tindakan konkrit yang telah dilaksanakan adalah:

  1. Membuka Rumah Isolasi yang sebelumnya dalam kondisi stand by yakni Balai Diklat Maumbi dengan kapasitas 250 bed,Pusat Krisis Kesehatan yang berkapasitas 30 bed dan segera di tambah dengan Asrama haji sebesar 150 bed
  2. Gubernur Sulawesi Utara juga telah menginstruksikan kepada Bupati dan Walikota se Provinsi Sulawesi Utara untuk membuka tempat isolasi di Kabupaten/Kota masing masing dengan kapasitas 200 bed per Kab/Kota
  3. Rumah Sakit se Provinsi Sulawesi Utara telah diperintahkan untuk mengkonversi sebagain bed Rawat inap biasa (30 %) menjadi tempat perawatan kasus Covid 19
  4. Para penyuply Oksigen medis maupun Industri yang ada di Provinsi Sulawesi Utara telah diperintahkan untuk menyiagakan dan memprioritaskan peruntukkan oksigennya bagi perawatan Pasien Covid 19.(tan)

MANADOPOST.ID—  Pemprov Sulut meminta warga bumi Nyiur Melambai, untuk berkontribusi secara aktif dalam menekan transimisi Covid-19 di Sulut.

“Pemerintah Sulawesi Utara berdasarkan instruksi dari gubernur telah mengupayakan kesiap siagaan menghadapi melonjaknya kasus ini. Akan tetapi, pemerintah juga menyadari bahwa dengan kecepatan transmisi dari Variant of Concern yang begitu cepat, maka upaya yang dilakukan akan sia-sia, bila tidak diikuti dengan kedisplinan masyarakat dalam mengikuti panduan pelaksanaan PPKM Mikro yang telah diterbitkan,” kata Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH.

Karenanya pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi secara aktif dalam menekan transimisi penyakit ini, dengan langkah langkah konkrit yang bisa dilakukan secara individu, yakni:

  1. Disiplin memakai masker
  2. Menghindari kerumunan
  3. Menghindari lokasi atau ruangan dengan sirkulasi udara yang tidak baik
  4. Mematuhi perintah dan jadwal kerja dari rumah
  5. Mengurangi pertemuan pertemuan sosial yang tidak urgen
  6. Sedapat mungkin untuk bisa diam di rumah, bila tidak ada aktivitas atau pekerjaan yang harus dilakukan
  7. Mencuci tangan dan membersihkan diri setiba di rumah
  8. Segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan bila mengalami gejala dan atau pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Bagi mereka yang telah terkonfirmasi positif, disarankan untuk tidak menjalani isolasi mandiri di rumah, bila terdapat orang lanjut usia atau Balita
  9. Istirahat cukup dan makan makanan bergizi untuk menjaga imunitas tubuh.

Seperti diketahui, Kamis hari ini (15/7), Covid-19 di Sulut pecah rekor, bertambah 367 kasus terkonfirmasi positif.

“Penambahan kasus harian hari ini merupakan rekor tertinggi selama pandemi berlangsung di Sulawesi Utara. Sebenarnya selama seminggu terakhir ini telah 3 kali pertambahan kasus harian melampui puncak pandemi pertama di bulan Januari yang paling tinggi adalah 242 kasus,” beber Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara itu.

“Tentunya hal ini menjadi kekhawatiran kita bersama. Tetapi hal yang paling utama yang harus kita lakukan adalah kerja sama antar pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu menyelesaikan permasalahan ini,” tambahnya.

Pemerintah Sulawesi Utara lanjutnya, berdasarkan instruksi dari gubernur telah mengupayakan kesiap siagaan menghadapi melonjaknya kasus ini. Adapun tindakan konkrit yang telah dilaksanakan adalah:

  1. Membuka Rumah Isolasi yang sebelumnya dalam kondisi stand by yakni Balai Diklat Maumbi dengan kapasitas 250 bed,Pusat Krisis Kesehatan yang berkapasitas 30 bed dan segera di tambah dengan Asrama haji sebesar 150 bed
  2. Gubernur Sulawesi Utara juga telah menginstruksikan kepada Bupati dan Walikota se Provinsi Sulawesi Utara untuk membuka tempat isolasi di Kabupaten/Kota masing masing dengan kapasitas 200 bed per Kab/Kota
  3. Rumah Sakit se Provinsi Sulawesi Utara telah diperintahkan untuk mengkonversi sebagain bed Rawat inap biasa (30 %) menjadi tempat perawatan kasus Covid 19
  4. Para penyuply Oksigen medis maupun Industri yang ada di Provinsi Sulawesi Utara telah diperintahkan untuk menyiagakan dan memprioritaskan peruntukkan oksigennya bagi perawatan Pasien Covid 19.(tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/