28.9 C
Manado
Jumat, 27 November 2020

UMP 2021 Masih Bisa Naik, Ini Syaratnya

MANADO— Kabar gembira bagi buruh se-Sulut. Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP), berpeluang naik. Namun ada syaratnya.

Hal itu diungkapkan Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni. Baginya, UMP Sulut yang sebelumnya ditetapkan sama seperti tahun lalu, yakni Rp 3.310.722 akan kembali dikaji. Itu bisa terjadi bila ekonomi Bumi Nyiur Melambai berangsur normal.

“Jika perekonomian berangsur normal. UMP Sulut bisa saja dikaji kembali, dan dinaikkan,” ungkap dia.

Kenaikan UMP bisa diusul kembali ke Dewan Pengupahan Nasional. Kata Fatoni, itu bisa terjadi asalkan pandemi Covid-19 cepat teratasi dan pemulihan ekonomi bisa dilakukan.

“Tentu bisa. Kita terus berdoa, dan saling dukung agar perekonomian kembali normal. Serta tetap memperhatikan anjuran pemerintah di masa pandemi,” kata dia.

Ditambahkannya, pada sektor yang tidak terlalu terdampak Covid-19, tetap diberi kenaikan sebesar 30 persen. “Bagi sektor yang tidak terdampak, diputuskan tetap diberi kenaikan UMP sebesar 30 persen,” sebutnya.

Sebelumnya terkait tidak naiknya UMP, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut Erny Tumundo mengatakan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut tahun 2021 tidak naik dikarenakan pertimbangan kondisi perekonomian.

“Hal ini, dilakukan karena pertimbangan kondisi perekonomian yang terkontraksi akibat pandemi Covid-19,” kata Tumundo.

Keputusan tersebut kata dia, sesuai rekomendasi Rapat Konsolidasi Dewan Pengupahan Nasional bahwa UMP tahun depan tak ada kenaikan. Erny menjelaskan sesuai rekomendasi Dewan Pengupahan dan Kementerian Tenaga Kerja, penetapan UMP dikembalikan ke daerah.

“Mengacu rumus pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi dikali UMP tahun berjalan. Kita ketahui angka pertumbuhan ekonomi dan inflasi turun. Dengan demikian keputusan di masing-masing daerah sesuai rekomendasi, UMP tidak naik dan tidak boleh turun,” jelas Erny.

Menurutnya rekomendasi UMP tetap di tengah kondisi ekonomi tengah kontraksi saat ini memberi keuntungan bagi pekerja di Sulut. “Ini langkah bijaksana sebab standar upah kita relatif tinggi dibanding daerah lain,” tukasnya.

Sementara, salah satu pekerja swasta Alfa Petrus berharap pemerintah tetap menaikkan UMP pada 2021. Dia menyebut, saat ini pekerja swasta golongan menengah kebawah sangat terdampak pandemi Covid-19. “Kami sebagai pekerja swasta, paling terdampak. Jika UMP naik pada tahun depan, pastinya meski ditengah pandemi, kami bisa menghidupi keluarga kami,” pungkasnya.(*)

-

Artikel Terbaru

Tiga Tahun,  Pemkab Bagikan 11.819 Sertifikat Tanah

MANADOPOST.ID---Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong Selatan (Bolsel) berhasil membagikan sertifikat tanah gratis kurang lebih 11.819 sertifikat.

Kotamobagu Akan Terapkan Elektronifikasi Transaksi Pemda

MANADOPOST.ID--Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotamobagu, Ahmad Yani Umar, mengatakan pemerintah akan mengeluarkan regulasi Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Bolmong Mulai Salurkan Bantuan Bantuan Tahap VII

MANADOPOST.ID--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menyalurkan Bantuan tahap VII bagi masyarakat terdampak akibat pandemi Covid-19.

1.600 Tenaga Kerja Tercover BPJS Ketenagakerjaan

MANADOPOST.ID—Untuk melindungi tenaga kerja baik formal maupun informal, Pemkab Sangihe melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sangihe mengakomodir 1.600 tenaga kerja dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Tahun Depan Pembangunan Depot Pertamina Talaud Running

MANADOPOST.ID-- Pembangunan Depot Pertamina di Talaud direncanakan running tahun  depan. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Drs Moktar Arunde Parapaga.