27C
Manado
Kamis, 4 Maret 2021

3 Tahun OD-SK Kerja Cepat

MANADOPOST.ID—Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Senin (15/2). Berbeda dengan periode pertama kepemimpinan OD-SK yang memiliki waktu lima tahun, kali ini pasangan bernomor urut 3 di pemilihan gubernur 2020 lalu itu, hanya diberi kesempatan tiga tahun pimpin Sulut.

Ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21/P Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara. Dengan masa jabatan mulai 2021 hingga 2024.

“Demi Tuhan saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-sebaiknya dan seadil-adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturan dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” ujar Presiden Jokowi, menuntun sumpah OD-SK, di Istana Negara, Jakarta.

Gubernur Olly mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sulut serta Presiden Jokowi atas suksesnya pelantikan ini. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan, sehingga agenda demokrasi ini bisa selesai dengan baik. Hari ini (kemarin, Red) saya dan Pak Wagub Steven Kandouw bisa secara langsung dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur untuk periode kedua. Semoga apa yang diharapkan masyarakat, dan jalannya program bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Rasa syukur juga diungkap Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw atas proses pelantikan telah dilalui. Kandouw mengucapkan terima kasih ke masyarakat Sulut sudah memberi kepercayaan kembali mendampingi Gubernur Olly Dondokambey di periode kedua.

“Terima Kasih atas masyarakat Sulut yang saya cintai atas kepercayaan untuk mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Gubernur Sulut periode yang kedua ini. Penyertaan Tuhan di periode pertama saya dan pak gubernur pasti juga akan tetap demikian di periode kami yang kedua. Pakatuan wo pakalewiran,” sebutnya.

Pemandangan menarik tampak terlihat usai pelantikan. Ketika sesi ucapan selamat pada gubernur dan wakil gubernur. Presiden Jokowi ‘menghadiahi’ Olly-Steven dengan dua jempol. Setelah sebelumnya memberikan salam Namaste.

Sementara masa tiga tahun yang diberi untuk OD-SK dinilai pengamat pemerintahan dan politik Sulut Dr Johny Lengkong cukup untuk melanjutkan pembangunan di bumi Nyiur Melambai. “Asalkan dilakukan dengan perencanaan matang serta kerja cepat. Bukan saja OD-SK yang bekerja cepat. Jajaran SKPD harus mengikuti ritme kerja sang pemimpin,” tukasnya.

Kemudian Lengkong mengatakan, kerja OD-SK di periode kedua ini akan lebih mudah. Karena sebagian besar kepala daerah ‘sedarah’ dengan OD-SK. “Kemenangan PDI Perjuangan di Pilkada serentak 2020 memantapkan langkah OD-SK membangun Sulut. Ini harus dimaksimalkan. Agar tiga tahun waktu yang dimiliki OD-SK bisa cukup untuk mengimplementasikan visi dan misi yang sudah disusun,” tandasnya.

Sedangkan Pakar Politik Sulut Dr Ferry Liando menyampaikan tiga tugas awal yang harus dilakukan OD-SK adalah pertama konsolidasi. Sebab, tidak semua elemen masyarakat mendukung OD-SK pada Pilkada 2020. OD-SK hanya didukung 57,10 persen suara, artinya ada 42,90 persen masyarakat Sulut tidak memilih OD-SK.

“Masyarakat Sulut yang tidak memilih OD-SK harus dikonsolidasi. Sebagus apapun program OD-SK namun jika tidak didukung oleh sebagian masyarakat maka program itu tidak akan optimal. Kemudian bangun komunikasi politik dengan semua fraksi di DPRD. Sebab, tak semua fraksi mendukung OD-SK,” katanya.

Kedua menurut Liando adalah, membentuk kelembagaan birokrasi yang kuat. Sebagus apapun program OD-SK jika tidak didukung birokrasi yang kuat maka akan tidak ideal. Birokrasi mesin kerja pemerintah.

“Jika mesin tak bagus maka tata kelola pemerintahan tak akan maksimal. Harus pilih Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional. Tidak juga selamanya salah memilih birokrat yang memiliki andil saat kampanye, namun yang harus diutamakan adalah kapasitas dan kejujuran,” kata Akademisi Fispol Unsrat tersebut.

Ketiga juga menurut Liando adalah, membangun sinergitas dengan pemerintah kabupaten/kota. Banyak program pemerintah provinsi tidak berjalan maksimal karena tak mendapat dukungan pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, selama ini pemerintah kabupaten/kota tidak merasa bahwa pemerintahan provinsi sebagai atasan. Sebagian besar langsung berurusan dengan pemerintah pusat.

Ini proses tata kelola yang menghambat. “Hanya dengan tiga cara ini OD-SK akan mampu melakukan pencegahan penularan Covid-19, memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien dan memastikan kebutuhan ekonomi tidak terganggu dari dampak Covid-19,” kuncinya.

Di sisi lain, dukungan penuh disuarakan partai politik di DPRD Sulut. Misalnya dari Partai Gerindra. “Selamat atas pelantikan OD-SK di periode kedua kepemimpinan. Petugas medis, petani, nelayan, buruh, pegawai, pekerja harian, tenaga kontrak, para pensiunan, guru, dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara, berharap di periode kedua kepemimpinan OD-SK kita bisa melalui masa pandemi Covid-19 secepatnya dan perekonomian kembali pulih,” urai Ketua DPD Gerindra Sulut Melki Suawah. Lanjutnya, Partai Gerindra yakin kepemimpinan OD-SK di Sulawesi Utara akan lebih maju. “OD-SK adalah orang dengan segudang kemampuan. Partai Gerindra akan bekerja bersama OD-SK untuk membangun Sulut,” tandasnya.

Senada disampaikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sebagai salah satu partai pengusung yang mengantarkan OD-SK memenangkan pilgub Sulawesi Utara, PSI berkomitmen terus mendukung dan mengawal pemerintahan OD-SK yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah.

“Namun PSI akan tetap melakukan fungsi kontrol dengan memberikan koreksi dan kritikan yang konstruktif bagi keberlangsungan pemerintahan yang sehat dan demokratis untuk mencapai Sulawesi Utara yang berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kunci Ketua PSI Sulut Melky Pangemanan.

Diketahui, selain Olly-Steven, Jokowi juga melantik Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Kaltara Zainal Arifin Paliwang dan Yansen TP. (ewa/gel)

Artikel Terbaru