31C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

65,5 Ton Komoditas Sulut Tembus Pasar Jepang

MANADOPOST.ID—Selama Januari 2021, sebanyak 65,5 ton komoditas asal Sulawesi Utara (Sulut) menembus pasaran Jepang, melalui direct call ekspor udara. Angka ini terus mengalami peningkatan, sejak dibuka pertama kali pada 23 September 2020, dengan total muatan sebesar 12,12 ton.

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara, Dr Cerah Bangun menyebutkan, realisasi ekspor tersebut berhasil menyumbang devisa sebesar 232.706 USD atau setara dengan Rp3.234.369.058 (asumsi kurs 13.897).

Cerah pun bersyukur, adanya direct call ekspor semakin membuat proses ekspor kian cepat. Setelah sebelumnya, ekspor komoditas Sulut masih melalui pelabuhan udara di Jakarta atau Surabaya.

Padahal, lanjutnya, negara yang menjadi tujuan ekspor adalah jepang yang secara geografis lebih dekat Manado dibanding dari Jakarta/Surabaya sehingga tidak efisien dan menyebabkan tingginya biaya logistic.

“Biaya logistik yang tinggi menyebabkan harga produk di pasar luar negeri menjadi mahal dan sulit bersaing dengan produk lainnya. Selain itu lamanya waktu perjalanan dan adanya kegiatan transit sekitar 24-30 jam menyebabkan barang ekspor ke Jepang membuat kualitas barang turun, apalagi komoditas perikanan yang butuh kondisi segar,”bebernya.

Dia menuturkan, sejak dilakukan direct call ekspor via udara, ada banyak keuntungan yang diperoleh antara lain biaya logistik menjadi rendah. Penghematan biaya pengiriman ini mencapai 50 persen dibanding transit di Jakarta/Surabaya. Selain itu kualitas komoditas perikanan juga terjaga kesegarannya karena waktu tempuh yang singkat hanya 5-6 jam.

“Direct call ekspor ini juga turut membantu Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya dimasa pandemi Covid-19 ini” kuncinya. (ayu)

Artikel Terbaru