26.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Komnas HAM Kutuk Serangan KKB Papua yang Sebabkan Nakes Meninggal

MANADOPOST.ID – Kecaman keras datang dari Komnas HAM terkait serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dilansir dari Pojoksatu, Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey mengecam dan mengutuk atas pembakaran fasilitas publik serta pelecehan yang dilakukan kelompok bersenjata kepada tenaga kesehatan (nakes) di Pegunungan Bintang.

“Dengan melukai petugas nakes dan melakukan tindakan pelecehan sangat kita kecam dan menyesalkan tindakan yang tidak berprikemanusiaan terhadap pekerja kemanusiaan,” ucapnya.

(Baca Juga: Perawat Cantik yang Diserang dan Dilecehkan KKB Papua Meninggal, Jasadnya Masih di Jurang)

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ini tindakan yang menciderai pekerja kemanusiaan. Tindakan seperti ini tidak mendapat tempat apapun dalam mekanisme HAM di semua level,” tegas Frits.

Menurut Frits, kejadian ini dikategorikan sebagai tindakan kriminal.

Untuk itu, negara melalui kepolisian segera hadir untuk memulihkan situasi keamanan dan memastikan pelayanan publik berjalan baik dan melakukan penegakan hukum di wilayah Pegunungan Bintang.

(Baca Juga: Kasihan, Nakes Cantik Korban KKB Papua Belum Dievakuasi, Ini Penyebabnya)

“Membakar fasilitas publik, sekolah dan Puskesmas bukan metode dari perjuangan TPN-OPM. Merusak fasilitas publik untuk kepentingan pelayanan pemenuhan hak atas pendidikan dan kesehatan adalah perbuatan yang melanggar prinspip-prinsip pemenuhan HAM,” tegasnya.

MANADOPOST.ID – Kecaman keras datang dari Komnas HAM terkait serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dilansir dari Pojoksatu, Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey mengecam dan mengutuk atas pembakaran fasilitas publik serta pelecehan yang dilakukan kelompok bersenjata kepada tenaga kesehatan (nakes) di Pegunungan Bintang.

“Dengan melukai petugas nakes dan melakukan tindakan pelecehan sangat kita kecam dan menyesalkan tindakan yang tidak berprikemanusiaan terhadap pekerja kemanusiaan,” ucapnya.

(Baca Juga: Perawat Cantik yang Diserang dan Dilecehkan KKB Papua Meninggal, Jasadnya Masih di Jurang)

“Ini tindakan yang menciderai pekerja kemanusiaan. Tindakan seperti ini tidak mendapat tempat apapun dalam mekanisme HAM di semua level,” tegas Frits.

Menurut Frits, kejadian ini dikategorikan sebagai tindakan kriminal.

Untuk itu, negara melalui kepolisian segera hadir untuk memulihkan situasi keamanan dan memastikan pelayanan publik berjalan baik dan melakukan penegakan hukum di wilayah Pegunungan Bintang.

(Baca Juga: Kasihan, Nakes Cantik Korban KKB Papua Belum Dievakuasi, Ini Penyebabnya)

“Membakar fasilitas publik, sekolah dan Puskesmas bukan metode dari perjuangan TPN-OPM. Merusak fasilitas publik untuk kepentingan pelayanan pemenuhan hak atas pendidikan dan kesehatan adalah perbuatan yang melanggar prinspip-prinsip pemenuhan HAM,” tegasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/