33.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Kasus Positif Covid-19 di Sulut Meningkat 2 Minggu Terakhir, Ini Penyebabnya

MANADO— Hari ini (16/11), Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut mencatat penambahan 101 kasus positif di bumi Nyiur Melambai. Sehingga total kasus terkonfirmasi virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok ini, mencapai 6.061 kasus. Dengan jumlah kasus aktif 857, 4.977 sembuh, dan meninggal dunia 227 pasien.

Penambahan kasus positif beberapa minggu terakhir ini, patut diwaspadai warga Sulut. Pasalnya, dikatakan juru bicara Satgas Covid-19 Pemprov Sulut dr Steaven Dandel MPH, selama dua minggu terakhir ini ada lompatan penambahan kasus positif yang tinggi. “Gambaran epidemiologik ini perlu mendapatkan perhatian seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.

Lanjutnya, terdapat 3 penyebab utama dari peningkatan kasus ini. Yang pertama, jumlah hasil swab yang keluar dari Laboratorium PCR (milik pemerintah dan swasta) mencapai 4.000 hasil per minggu. “Dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya yang mencapai 2.500 sampai dengan 3.000 sampel,” jelas Dandel.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Yang kedua, terjadinya lonjakan kasus suspek yang dirawat di rumah sakit yang kemudian di-follow up dengan tracing meluas oleh tim surveilans kabupaten/kota terhadap kontak erat kasus suspek ini. “Yang menghasilkan kasus-kasus kontak erat yang terkonfirmasi positif,” kata Dandel.

Yang terakhir, terpantau disiplin dan ketaatan dalam melaksanakan protokol kesehatan, makin kendor di masyarakat. “Kerumunan masal makin sering terlihat dan kebanyakan tanpa menggunakan masker,” tambahnya.

Dandel melanjutkan, masyarakat Sulawesi Utara perlu meningkatkan ketaatan dan kedisiplinan dalam melaksanakan Protokol Kesehatan 3M; Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan sesering mungkin. “Kita perlu sesegera mungkin menjadikan 3M ini menjadi kebiasaan hidup kita yang mendarah daging. Jangan nanti saat ada Operasi Yustisia baru kebiasaan ini muncul. Hendaknya kesadaran ini datang dari masyrakat dan bukan karena hanya adanya ancaman hukum baru diterapkan,” tandasnya.(tan)

MANADO— Hari ini (16/11), Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut mencatat penambahan 101 kasus positif di bumi Nyiur Melambai. Sehingga total kasus terkonfirmasi virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok ini, mencapai 6.061 kasus. Dengan jumlah kasus aktif 857, 4.977 sembuh, dan meninggal dunia 227 pasien.

Penambahan kasus positif beberapa minggu terakhir ini, patut diwaspadai warga Sulut. Pasalnya, dikatakan juru bicara Satgas Covid-19 Pemprov Sulut dr Steaven Dandel MPH, selama dua minggu terakhir ini ada lompatan penambahan kasus positif yang tinggi. “Gambaran epidemiologik ini perlu mendapatkan perhatian seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.

Lanjutnya, terdapat 3 penyebab utama dari peningkatan kasus ini. Yang pertama, jumlah hasil swab yang keluar dari Laboratorium PCR (milik pemerintah dan swasta) mencapai 4.000 hasil per minggu. “Dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya yang mencapai 2.500 sampai dengan 3.000 sampel,” jelas Dandel.

Yang kedua, terjadinya lonjakan kasus suspek yang dirawat di rumah sakit yang kemudian di-follow up dengan tracing meluas oleh tim surveilans kabupaten/kota terhadap kontak erat kasus suspek ini. “Yang menghasilkan kasus-kasus kontak erat yang terkonfirmasi positif,” kata Dandel.

Yang terakhir, terpantau disiplin dan ketaatan dalam melaksanakan protokol kesehatan, makin kendor di masyarakat. “Kerumunan masal makin sering terlihat dan kebanyakan tanpa menggunakan masker,” tambahnya.

Dandel melanjutkan, masyarakat Sulawesi Utara perlu meningkatkan ketaatan dan kedisiplinan dalam melaksanakan Protokol Kesehatan 3M; Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan sesering mungkin. “Kita perlu sesegera mungkin menjadikan 3M ini menjadi kebiasaan hidup kita yang mendarah daging. Jangan nanti saat ada Operasi Yustisia baru kebiasaan ini muncul. Hendaknya kesadaran ini datang dari masyrakat dan bukan karena hanya adanya ancaman hukum baru diterapkan,” tandasnya.(tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/