31.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Dorong Energi Baru Terbarukan, PLN Pastikan 2060 Capai Karbon Netral

MANADOPOST. ID—-PLN Terus berkomitmen untuk melakukan transisi energi dengan meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan hingga mencapai karbon netral pada 2060.

Kebijakan ini ditetapkan seiring dengan upaya pemerintah menekan emisi karbon dan meningkatkan penggunaan energi bersih di dalam negeri. Hal ini juga telah disepakati bersama oleh negara G20 dalam Kesepakatan Paris (Paris Agreement).

Sepanjang tahun 2021 EBT menyumbangkan porsi 34.4 % MW dari total produksi energi listrik 8753.6 GWh di Pulau Sulawesi. Sumber EBT tersebut berasal dari sebaran pembangkit berbasis tenaga Hidro, Angin, Surya, dan Panas Bumi.

Manajer PLN UPDK Minahasa Andreas Arthur mengatakan PLN Berkomitmen melakukan optimalisasi kinerja pembangkit khususnya EBT, 2 Pembangkit EBT pada sistem kelistrikan Sulutgo yakni PLTA Tonsealama dan PLTA Tanggari berhasil meningkatkan produksinya lebih dari 30%. Produksi KWH PLTA Tonsealama berhasil meningkat 37.78% pada tahun 2021 (50,935 Juta kWH) dibanding tahun 2020 (36,957 Juta KWH) Beberapa upaya yang dilakukan oleh PLN UPDK Minahasa dalam mengoptimalkan Kinerja PLTA Tonsea Lama dan PLTA Tanggari adalah dengan melakukan optimalisasi pengangkatan eceng gondok dan sampah di daerah kolam penampungan air sementara.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Selain itu, juga dilakukan optimalisasi pola pembebanan di mulut danau atau PDAO dan elevasi intake. Selanjutnya yang terakhir adalah optimalisasi manuver beban agar tiga unit pembangkit dapat beroperasi pada line transmisi.

“Peningkatan produksi kedua pembangkit tersebut tentunya berdampak pada efisiensi biaya pokok produksi tambah andreas, yakni berhasil dilakukan efisiensi senilai 45 Miliar Rupiah,” tutupnya.

MANADOPOST. ID—-PLN Terus berkomitmen untuk melakukan transisi energi dengan meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan hingga mencapai karbon netral pada 2060.

Kebijakan ini ditetapkan seiring dengan upaya pemerintah menekan emisi karbon dan meningkatkan penggunaan energi bersih di dalam negeri. Hal ini juga telah disepakati bersama oleh negara G20 dalam Kesepakatan Paris (Paris Agreement).

Sepanjang tahun 2021 EBT menyumbangkan porsi 34.4 % MW dari total produksi energi listrik 8753.6 GWh di Pulau Sulawesi. Sumber EBT tersebut berasal dari sebaran pembangkit berbasis tenaga Hidro, Angin, Surya, dan Panas Bumi.

Manajer PLN UPDK Minahasa Andreas Arthur mengatakan PLN Berkomitmen melakukan optimalisasi kinerja pembangkit khususnya EBT, 2 Pembangkit EBT pada sistem kelistrikan Sulutgo yakni PLTA Tonsealama dan PLTA Tanggari berhasil meningkatkan produksinya lebih dari 30%. Produksi KWH PLTA Tonsealama berhasil meningkat 37.78% pada tahun 2021 (50,935 Juta kWH) dibanding tahun 2020 (36,957 Juta KWH) Beberapa upaya yang dilakukan oleh PLN UPDK Minahasa dalam mengoptimalkan Kinerja PLTA Tonsea Lama dan PLTA Tanggari adalah dengan melakukan optimalisasi pengangkatan eceng gondok dan sampah di daerah kolam penampungan air sementara.

Selain itu, juga dilakukan optimalisasi pola pembebanan di mulut danau atau PDAO dan elevasi intake. Selanjutnya yang terakhir adalah optimalisasi manuver beban agar tiga unit pembangkit dapat beroperasi pada line transmisi.

“Peningkatan produksi kedua pembangkit tersebut tentunya berdampak pada efisiensi biaya pokok produksi tambah andreas, yakni berhasil dilakukan efisiensi senilai 45 Miliar Rupiah,” tutupnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/