27.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Ini Keputusan MUI Soal Ucapan dan Atribut Natal, Tetap Pelihara Kerukunan Anak Bangsa

MANADOPOST.ID-Penggunaan atribut Natal tak sembarangan dipergunakan oleh umat Muslim.

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengeluarkan fatwa terkait dengan aturan ini menjelang Natal 2021.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sekretaris Umum MUI Sulsel Kiai Muammar Bakry mengatakan masalah penggunaan atribut Natal dapat mengganggu akidah sebagaimana Fatwa MUI Nomor 56/2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim.

 

“Atribut keagamaan non muslim atau aksesoris yang mencirikan umat lain agar tidak dipaksakan, khususnya para pekerja, sebab ini bisa mengganggu akidah,” ucapnya pada konferensi pers di Sekretariat MUI Sulsel, Masjid Raya Makassar dikutip dari ANTARA, Kamis (16/12).

 

Selain penggunaan atribut, Dewan Pimpinan MUI Sulawesi Selatan menyampaikan pula tausiyah sehubungan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, khususnya di tengah suasana pandemi COVID-19.

 

Perbedaan pendapat ulama tentang hukum mengucapkan selamat hari raya kepada umat lain agar disikapi dengan arif dan bijaksana. “Ucapan Selamat Hari Raya kepada umat lain atas dasar hubungan kekeluargaan, bertetangga, dan relasi antar umat manusia, jika dilakukan maka harus tetap menjaga nilai-nilai akidah Islamiyah,” paparnya.

 

MUI Sulsel juga berharap seluruh komponen utama masyarakat bersama pemerintah saling membantu dalam menjaga dan memelihara kerukunan dan persaudaraan antarsesama anak bangsa.

 

Selain itu, juga penting merawat dan menjaga Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathaniah (persaudaraan sesama bangsa Indonesia), dan Ukhuwah Basyariah (persaudaraan sesama umat manusia), agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai.(antaranews)

MANADOPOST.ID-Penggunaan atribut Natal tak sembarangan dipergunakan oleh umat Muslim.

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengeluarkan fatwa terkait dengan aturan ini menjelang Natal 2021.

 

Sekretaris Umum MUI Sulsel Kiai Muammar Bakry mengatakan masalah penggunaan atribut Natal dapat mengganggu akidah sebagaimana Fatwa MUI Nomor 56/2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim.

 

“Atribut keagamaan non muslim atau aksesoris yang mencirikan umat lain agar tidak dipaksakan, khususnya para pekerja, sebab ini bisa mengganggu akidah,” ucapnya pada konferensi pers di Sekretariat MUI Sulsel, Masjid Raya Makassar dikutip dari ANTARA, Kamis (16/12).

 

Selain penggunaan atribut, Dewan Pimpinan MUI Sulawesi Selatan menyampaikan pula tausiyah sehubungan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, khususnya di tengah suasana pandemi COVID-19.

 

Perbedaan pendapat ulama tentang hukum mengucapkan selamat hari raya kepada umat lain agar disikapi dengan arif dan bijaksana. “Ucapan Selamat Hari Raya kepada umat lain atas dasar hubungan kekeluargaan, bertetangga, dan relasi antar umat manusia, jika dilakukan maka harus tetap menjaga nilai-nilai akidah Islamiyah,” paparnya.

 

MUI Sulsel juga berharap seluruh komponen utama masyarakat bersama pemerintah saling membantu dalam menjaga dan memelihara kerukunan dan persaudaraan antarsesama anak bangsa.

 

Selain itu, juga penting merawat dan menjaga Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathaniah (persaudaraan sesama bangsa Indonesia), dan Ukhuwah Basyariah (persaudaraan sesama umat manusia), agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai.(antaranews)

Most Read

Artikel Terbaru

/