24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Pemkot Manado Kawal Masyarakat Bantaran Sungai Sario Sepakat

MANADOPOST.ID—Rencana pemerintah pusat untuk melakukan pembebasan tanah dan bangunan guna pembangunan bangunan pengendali banjir di Kota Manado terus mendapatkan dukungan warga dan pemerintah Kota Manado.

Tampak hingga hari ke tujuh, pelaksanaan konsultasi publik bersama warga yang bermukim di area bantaran Sungai Tikala, Tondano dan Sario terus dikawal Pemerintah Kota Manado melalui Asisten II Recky Philips Sondakh.

“Saya mengimbau kepada seluruh Ketua Lingkungan diharapkan dapat membantu secara maksimal masyarakat yang membutuhkan bantuan. Misalnya surat-surat yang hilang atau yang bersengketa untuk cepat dituntaskan warga. Harapan dari Walikota adalah semua sepakat agar pembangunan bangunan pengendali banjir ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga Manado bisa aman dari banjir,” kata Sondakh disela-sela konsultasi publik bersama masyarakat di Kelurahan Ranotana Weru dan Ranotana, kemarin (15/12).

Senada, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana selaku perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Sulut pun mengimbau agar masyarakat yang memiliki perkara tanah dapat menyelesaikan hal tersebut, guna mempercepat proses pembayaran atas pembebasan tanah oleh pemerintah pusat sehingga dapat berjalan dengan baik. “Kadang yang membuat proses pengadaan tanah itu lama adalah banyaknya perkara lahan di masyarakat yang belum tuntas. Misalnya tanah tersebut dimiliki oleh beberapa pemilik, sengketa ahli waris dan sebagainya. Untuk itu, dihimbau bagi masyarakat agar selesaikan masalah tanahnya dulu, baru bisa dibebaskan (dibayarkan),” terang Sudana.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia pun berharap agar dari konsultasi publik yang dilakukan, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat menyatakan setuju untuk kegiatan pembangunan bangunan pengendali banjir di Manado. “Diharapkan semua masyarakat dapat setuju, sehingga pembebasan tanah untuk pembangunan bangunan pengendali banjir dapat berjalan dengan baik. Hal ini tentunya untuk melindungi warga Kota Manado dari banjir,” tambah Sudana.

Camat Wanea Mario Karundeng yang hadir dalam kegiatan tersebut pula menyatakan dukungannya untuk mengawal masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Sario pada Kecamatan Wanea untuk setuju dengan program pemerintah tersebut. “Pada hari pertama ini, ada dua kelurahan di Kecamatan Wanea yang terlibat yakni Kelurahan Ranotana Weru dan Ranotana. Pada dasarnya masyarakat sangat setuju. Karena mereka sering menjadi korban banjir, terutama pada peristiwa 2014 lalu. Tentunya sebagai Camat, saya mengawal agar masyarakat dapat setuju dengan program dari pemerintah pusat tersebut,” papar Karundeng.

Audy Massie salah satu masyarakat Ranotana Weru, yang hadir dalam kegiatan tersebut pula menyatakan setuju dengan tahapan ganti untung untuk pembebasan tanah di bantaran sungai. “Saya setuju karena mengikuti program pemerintah. Karena kami harus mendorong segala upaya pemerintah agar Manado tidak banjir lagi. Tanah milik saya, kira-kira kena semuanya untuk pembebasan lahan karena pas lokasinya dipinggir Sungai,” ungkap Massie. (des)

MANADOPOST.ID—Rencana pemerintah pusat untuk melakukan pembebasan tanah dan bangunan guna pembangunan bangunan pengendali banjir di Kota Manado terus mendapatkan dukungan warga dan pemerintah Kota Manado.

Tampak hingga hari ke tujuh, pelaksanaan konsultasi publik bersama warga yang bermukim di area bantaran Sungai Tikala, Tondano dan Sario terus dikawal Pemerintah Kota Manado melalui Asisten II Recky Philips Sondakh.

“Saya mengimbau kepada seluruh Ketua Lingkungan diharapkan dapat membantu secara maksimal masyarakat yang membutuhkan bantuan. Misalnya surat-surat yang hilang atau yang bersengketa untuk cepat dituntaskan warga. Harapan dari Walikota adalah semua sepakat agar pembangunan bangunan pengendali banjir ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga Manado bisa aman dari banjir,” kata Sondakh disela-sela konsultasi publik bersama masyarakat di Kelurahan Ranotana Weru dan Ranotana, kemarin (15/12).

Senada, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana selaku perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Sulut pun mengimbau agar masyarakat yang memiliki perkara tanah dapat menyelesaikan hal tersebut, guna mempercepat proses pembayaran atas pembebasan tanah oleh pemerintah pusat sehingga dapat berjalan dengan baik. “Kadang yang membuat proses pengadaan tanah itu lama adalah banyaknya perkara lahan di masyarakat yang belum tuntas. Misalnya tanah tersebut dimiliki oleh beberapa pemilik, sengketa ahli waris dan sebagainya. Untuk itu, dihimbau bagi masyarakat agar selesaikan masalah tanahnya dulu, baru bisa dibebaskan (dibayarkan),” terang Sudana.

Ia pun berharap agar dari konsultasi publik yang dilakukan, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat menyatakan setuju untuk kegiatan pembangunan bangunan pengendali banjir di Manado. “Diharapkan semua masyarakat dapat setuju, sehingga pembebasan tanah untuk pembangunan bangunan pengendali banjir dapat berjalan dengan baik. Hal ini tentunya untuk melindungi warga Kota Manado dari banjir,” tambah Sudana.

Camat Wanea Mario Karundeng yang hadir dalam kegiatan tersebut pula menyatakan dukungannya untuk mengawal masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Sario pada Kecamatan Wanea untuk setuju dengan program pemerintah tersebut. “Pada hari pertama ini, ada dua kelurahan di Kecamatan Wanea yang terlibat yakni Kelurahan Ranotana Weru dan Ranotana. Pada dasarnya masyarakat sangat setuju. Karena mereka sering menjadi korban banjir, terutama pada peristiwa 2014 lalu. Tentunya sebagai Camat, saya mengawal agar masyarakat dapat setuju dengan program dari pemerintah pusat tersebut,” papar Karundeng.

Audy Massie salah satu masyarakat Ranotana Weru, yang hadir dalam kegiatan tersebut pula menyatakan setuju dengan tahapan ganti untung untuk pembebasan tanah di bantaran sungai. “Saya setuju karena mengikuti program pemerintah. Karena kami harus mendorong segala upaya pemerintah agar Manado tidak banjir lagi. Tanah milik saya, kira-kira kena semuanya untuk pembebasan lahan karena pas lokasinya dipinggir Sungai,” ungkap Massie. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/